10 Fakta Menarik Tentang NFT Bernama CryptoPunk

Cryptopunk Nft

Kehadiran teknologi baru bernama non-fungible token (NFT) seakan mendobrak zaman yang masih didominasi teknologi lawas ini. Seakan belum puas dengan berbagai macam perubahan, kini NFT seakan ingin berikan pendekatan baru untuk mendukung industri kreatif. Kali ini, kita akan bahas salah satu NFT, yaitu CryptoPunk beserta fakta menarik tentangnya.

Sekilas, NFT ini sama sekali tidak tawarkan sesuatu yang menarik dan terlihat biasa-biasa saja. Namun, berkat ketenaran dan hype demi menyambut era metaverse kelak, semakin membuat NFT ini naik daun.

Inilah 10 fakta menarik tentang non-fungible token berupa collectibles yang bernama CryptoPunk!

1. Awalnya Hanya Iseng

Mungkin hal ini terlihat aneh, namun siapa sangka hal ini ada benarnya pula. Pada tahun 2017 silam, Matt Hall dan John Watkinson selaku founder dari Larva Labs membuat sebuah aplikasi untuk membuat gambar. Bukan gambar biasa, melainkan gambar yang dibuat sedemikian rupa oleh randomizer pada aplikasi yang mereka ciptakan.

2. Mulai Diluncurkan Tahun 2017

Seakan melihat potensi dari aplikasi yang mereka ciptakan, keduanya selaku founder Larva Labs resmi meluncurkan CryptoPunk pada 23 Juni 2017. Buat kamu yang belum tahu, CryptoPunk merupakan collectibles berukuran 24×24 Pixel, dengan style 8-Bit. Berdasarkan Larva Labs, setidaknya ada sekitar 10.000 CryptoPunk yang bisa kalian kumpulkan.

3. Terinspirasi dari Komunitas Punk di London

Tak semua implementasi teknologi baru akan disambut hangat oleh dunia, dan inilah yang terjadi pada teknologi blockchain. Matt dan John terinspirasi dari London Punk Movement pada tahun 1970 untuk tunjukkan ‘pemberontakan’ dalam NFT mereka. Ini untuk menunjukkan bahwa CryptoPunk ingin menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda.

4. Bebas Dilihat oleh Siapapun

Pada dasarnya, semua yang berbentuk non-fungible token menanamkan metadata untuk amankan kepemilikan NFT tersebut. Hal tersebut biasanya memicu warganet untuk mengejek bahwa NFT hanyalah sekedar gambar yang bisa di ‘Save As’. Paham dengan situasi tersebut, Larva Labs pun memilih untuk biarkannya bebas dilihat oleh siapapun.

5. Konsepnya Masih Sama: Hanya Bisa Dimiliki oleh Satu Orang

Meski bebas dilihat oleh siapapun, namun konsepnya masih tetap sama, di mana CryptoPunk ini hanya bisa dimiliki oleh satu orang. Semua informasi yang menyangkut kepemilikan akan tersusun dan tersimpan secara rapi melalui bantuan teknologi blockchain.

6. Tawarkan Rarity yang Berbeda-Beda

Sama halnya dengan game gacha, CryptoPunk menawarkan rarity yang berbeda-beda pula. Dari 10.000 CryptoPunk tersedia, ada beberapa yang memang miliki keunikannya sendiri dan membuatnya berbeda, walau masih sama 8-Bit.

7. Jumlah yang Pasti dan Tak Dapat Diubah

Dengan jumlah yang cukup banyak, Larva Labs mengukuhkan bahwa jumlah CryptoPunk yang tersedia adalah jumlah pasti dan tak dapat diubah. Tentu semua ini sesuai dengan sifat dari blockchain, di mana tak dapat diubah setelah dilepaskan ke teknologi tersebut.

8. Mampu Menginspirasi Para Kolektor

Setelah dilakukan proses mint, para founder Larva Labs menawarkan CryptoPunk secara percuma. Awalnya, CryptoPunk memiliki sedikit peminat, dan keduanya mulai berpikir bahwa mereka takkan membuahkan hasil. Tak lama kemudian, CryptoPunk berhasil ditransaksikan senilai ribuan USD.

9. Merupakan Salah Satu Pasar Berpotensi

Selama tahun 2021, diperkirakan ada sekitar 8.000 CryptoPunk berhasil ditransaksikan. Rerata yang didapatkan berkisar mulai dari Rp. 430.791.000 sampai Rp. 169.045.620.000, yang mana berhasil duduki list NFT termahal di dunia.

10. Tawarkan Limited Edition CryptoPunk

Setelah berhasil menawarkan CryptoPunk dengan ragam macam yang tersedia, Larva Labs kini bahkan tawarkan edisi terbatas. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, setidaknya terdapat sembilan CryptoPunk yang akan memasuki kategori terlangka yang pernah ada.

Kesimpulan

Itulah 10 fakta menarik tentang NFT bernama CryptoPunk yang berhasil kami rangkum. Ternyata, tolak ukur mahal atau tidaknya suatu non-fungible token nyata tak berdasarkan burik atau tidaknya ‘gambar’ yang ditawarkan.

Tentu, mungkin ini ada sangkut pautnya dengan konsep kelangkaan yang pernah disinggung oleh Keanu Reeves sebelumnya. Namun kami tak bisa banyak berkomentar, karena nasib dari NFT masih belum benar-benar pasti ke depannya.

Apakah kalian tertarik untuk memilikinya?


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Exit mobile version