• Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > G | LIST > 10 Video Game yang Mati Sesaat Setelah Dirilis

10 Video Game yang Mati Sesaat Setelah Dirilis

by Ayyadana Akbar
14 Januari 2019
in G | LIST
Reading Time: 5 mins read
A A
0
DEDGIM
0
SHARES
57
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

Tak sedikit video game yang ingkar janji, kadang mereka merealisasikannya meskipun terlambat. Namun terkadang ia tak cocok dengan pasarnya sama sekali. Bisa karena playernya yang sedikit, bug, glitch, hingga kalah dengan game serupa yang lebih menarik darinya. Ironisnya, banyak sekali game yang kemudian harus menelan pil pahit berkat hal tersebut, bahkan tak lama setelah gamenya dirilis. Apa saja gamenya? Berikut 10 video game yang mati sesaat setelah dirilis.

Disclaimer: Game yang kami berikan relatif baru dan dari beberapa developer populer yang miliki kekuatan marketing yang sangat tinggi.

Daftar isi

  • 10. Brink
  • 9. Evolve
  • 8. Homefront: The Revolution
  • 7. Medal of Honor Warfighter
  • 6. Umbrella Corps
  • 5. The Culling II
  • 4. LawBreakers
  • 3. Titanfall 2
  • 2. Radical Heights
  • 1. Battleborn

10. Brink


Terkadang, inovasi yang diberikan sebuah game menghancurkan segalanya, dan Brink tawarkan hal tersebut. Developernya, Splash Damage katakan bahwa gamenya akan miliki fitur Free Running Parkour yang mungkinkanmu untuk melakukan gerakan layaknya Assassin’s Creed di game first person shooter. Sayang, mereka tak memberikan apa yang diharapkan. Brink justru terlihat seperti game shooter biasa dengan elemen parkour yang sangat minim. Inovasinya yang setengah-setengah buat banyak player meninggalkannya.

9. Evolve


Inovasi merupakan hal yang sangat baik, dan Evolve hadirkannya dengan berikan 4 vs 1 multiplayer first person shooter yang belum pernah ada di zamannya. Sayang setelah gamenya dirilis, ia tak menjadi game eSports yang diharapkan oleh developernya. Kebanyakan disebabkan karena DLC yang sangat buruk. Bagaimana tidak? Siapa yang mau membayar $2 untuk skin senjata yang hanya berubah warnanya saja? Kamu mau?

Lalu, bagaimana dengan gameplaynya? Banyak player yang mengkritik bahwa 4 vs 1 tidak cukup efektif karena player harus berpencar di mapnya yang cukup luas untuk mencari monster yang juga diperankan oleh player lain. Buatnya ditinggalkan banyak player yang anggap ia tak lagi menjadi game yang menyenangkan. Usaha Turtle Rock Studios untuk jadikannya game free-to-play bertajuk Evolve 2.0 sudah sangat terlambat dan tak buahkan hasil sama sekali.

8. Homefront: The Revolution


Merilis video game first person shooter mungkin akan jadi sebuah tantangan besar bagi para developer, karena mereka harus bersaing langsung oleh dua raksasa Call of Duty dan Battlefield. Seri pertama Homefront memang miliki ide dan inovasi yang luar biasa, namun dengan review yang biasa saja, tak membutuhkan waktu lama bagi player untuk meninggalkannya. Tak ada hal yang spesial darinya selain elemen crafting dan salah satu elemen augment weapon layaknya Crysis.

7. Medal of Honor Warfighter


Medal of Honor Warfighter mungkin bisa dibilang merupakan hasil eksperimen EA dan DICE untuk pengembangan engine Frostbite miliknya. Mereka mencampur adukkan semua hal yang ada di game FPS populer untuk dijadikan satu dengannya. Buatnya menjadi salah satu game yang tak miliki identitas utama yang menjadi ciri khasnya. Banyaknya bug, glitch, dan masalah koneksi di multiplayernya menjadi salah satu alasan kenapa ia ditinggalkan playernya dengan sangat cepat. Hal lain adalah tak maunya EA untuk mengirimkan review copy kepada para media bahkan sekelas IGN untuk mereviewnya sebelum dirilis. Sebuah hal yang cukup disayangkan, mengingat gamenya miliki mekanisme gameplay yang sangat baik.

6. Umbrella Corps


Kita tentu tahu bahwa Resident Evil tak membutuhkan mode multiplayer dan wajib untuk berada pada seri single playernya saja. Entah apa yang dipikirkan Capcom untuk merilis Umbrella Corps atas dasar franchise game horrornya tersebut. Gamenya paling simple bisa dideskripsikan sebagai campuran antara Call of Duty dan Resident Evil namun tanpa cerita sama sekali dan hanya hadirkan elemen dari keduanya: fast-paced shooter + zombie. Banyaknya bug dan glitch buatnya “tak bisa dimainkan”, hilangkan banyak player yang “menyukainya”.

5. The Culling II


Jika kamu berpikir bahwa The Culling II merupakan PlayerUnknown’s Battlegrounds, maka sepertinya kamu perlu kacamata baru. Benar, gamenya memang sangat mirip dengan game rancangan Brendan Greene yang saat ini juga populer di Indonesia (versi mobilenya), namun dengan lebih banyak glitch, bug, tanpa kendaraan, dan player yang lebih sedikit yakni 50 player. Membuatnya tak miliki banyak player karena PUBG dan Fortnite jauh lebih baik. Developernya, Xaviant akhirnya melakukan refund bagi semua player yang telah membelinya dan menyadari atas kesalahannya. Mereka mengaku akan membuat proyek baru.

4. LawBreakers


Membuat IP baru bukan perkara mudah, namun untuk mendapatkan banyak gamer tentunya developer harus berikan sesuatu yang unik dari game yang serupa, dalam kasus ini adalah raksasa Overwatch milik Blizzard. Meski cukup jauh berbeda dari game tersebut dan lebih condong miliki gameplay seperti Quake dan Unreal Tournament, LawBreakers sering dikomparasikan dengannya. Sayang, kritik positif dari kebanyakan gamer tak buatnya miliki player yang cukup agar developernya bisa makan, kamu sudah tahu alasannya, Overwatch lebih populer.

3. Titanfall 2


Dari sekian banyak game, Titanfall 2 merupakan salah satu korban dari keadaan. EA sebagai publishernya secara tak langsung ingin matikan gamenya. Bagaimana tidak? Ia dirilis seminggu setelah perilisan Battlefield 1 dan seminggu sebelum Call of Duty Infinite Warfare. Tentunya franchise yang masih miliki nama yang belum cukup besar ini langsung mati karena digerus oleh dua raksasa yang telah melalangbuana selama bertahun-tahun. Gameplaynya yang apik dan ceritanya yang akan ingatkan kita pada seri Call of Duty Modern Warfare tentu bukan menjadi alasan game ini tak laku, cuman kurang beruntung aja berkat kelalaian EA.

2. Radical Heights


Tak menyerah karena gagal dengan LawBreakers, Boss Key Production mencoba hal baru dengan terjun ke genre battle royale dengan Radical Heights yang sisipi tema budaya Amerika jadul kisaran tahun 70-80-an. Berbeda dengan PlayerUnknown’s Battlegrounds yang super serius, Radical Heights dibalut dengan elemen fun dan permainan layaknya acara TV yang unik. Sayang, developernya harus bubar satu bulan setelah ia dirilis di Steam sebagai game Early Access.

1. Battleborn


Selain LawBreakers, Battleborn merupakan korban kedua atas kepopuleran Overwatch. Angkat tema first person shooter dengan mode MOBA layaknya DotA 2, game buatan GearBox Software tersebut langsung kehilangan banyak player setelah tiga minggu kemudian, Blizzard merilis Overwatch. Gameplaynya sangat menarik tanpa miliki banyak masalah. Membuat Battleborn cukup sayang harus berakhir mengenaskan karena playernya yang merosot tajam. Usaha mereka jadikannya game free-to-play juga tak membuahkan hasil sama sekali.

Bagaimana menurutmu? Apakah ada game lain yang kami lewatkan untuk masuk list? Kamu bisa mencantumkannya di komentar. Ingin melihat list seperti ini? Kamu bisa langsung membacanya melalui link berikut agar tetap pintar dan berwawasan luas di industri video game.

Tags: esportsesports indonesiagame kerenGame seruvideo game
SummarizeShareTweetSend
Previous Post

30 Foto Female Cosplay Resident Evil Paling “Menyegarkan”

Next Post

Nostalgia! 6 Game yang Selalu Kamu Temui di PC Jadul

Ayyadana Akbar

Ayyadana Akbar

Sr. Writer and Video Editor. Mostly will cover PC/Console Japanese game, RPG, and shooter games. Contact him at author@gamebrott.com

Related Posts

penjualan game fisik

Penjualan Game Fisik Catat Angka Terendah Tahun Ini, Paling Rendah Semenjak 1995

by Andi
4 minggu ago
0

Angka penjualan paling rendah tahun ini

Video Game Konten Nakal 2025

30 Video Game yang Paling Banyak Dicari Konten ‘Nakalnya’ di Tahun 2025

by Muhammad Faisal
1 bulan ago
0

Salah satu situs 'populer' mengungkap ada 30 video game yang paling banyak dicari konten 'nakalnya' di internet tahun 2025. Wah,...

Turnamen Free Fire Guinness World Record

Turnamen Free Fire Berhasil Cetak Rekor di Guinness World Record

by Friliando
2 bulan ago
0

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Turnamen Free Fire berhasil cetak rekor di Guinness World Record baru-baru ini. Wah, serius nih?!

Honor of Kings Guinness World Record

Turnamen Honor of Kings di China Berhasil Cetak Rekor dalam Guinness World Record

by Friliando
2 bulan ago
0

Turnamen Honor of Kings di China berhasil cetak Guinness World Record sebagai ajang Esports dengan jumlah penonton offline terbesar di...

Load More
Please login to join discussion
Blue Protocol Star Resonance Rectangle Banner

Gamebrott Latest

Build Columbina Genshin Impact Terbaik

Build Columbina Genshin Impact Terbaik

by Sofie Diana
10 jam ago
0

Kode Redeem Ea Fc Mobile

Kode Redeem EA FC Mobile Terbaru Januari 2026, Ayo Langsung Klaim!

by Javier Ferdano
11 jam ago
0

Game Producer Assassin's Creed Shadows AAAA

Game Producer Assassin’s Creed Sebut AC Shadows Sebagai Game AAAA

by Muhammad Faisal
11 jam ago
0

Escape from Duckov x Tarkov

Escape from Duckov Goda Kolaborasi Bersama Tarkov

by Nadia Haudina
12 jam ago
0

Game Batman Monolith

Cuplikan Game Batman Monolith Bocor di Internet

by Javier Ferdano
13 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Plugin Theotown

10 Plugin Theotown Bertema Indonesia yang Wajib Diunduh!

by Javier Ferdano
2 hari ago
0

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Januari 2026 di PS2, PS3, PS4, PS5, PC dan Android

by Muhammad Faisal
2 minggu ago
0

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
2 minggu ago
0

Download Game PPSSPP Ukuran Kecil

120+ Game PPSSPP Ukuran Kecil Terbaik di Dunia yang Seru dan Tidak Cepat Bosan Tahun 2025

by Muhammad Faisal
1 tahun ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2026!

by Jendra
2 minggu ago
0

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2024 Gamebrott Limited

Share

Facebook

X

LinkedIn

WhatsApp

Copy Link
×
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2024 Gamebrott Limited