13 Game Early Access Steam Keren yang Perkembangannya Wajib Dipantau di 2021

in ,
Game Steam Early Access Keren 2021

Game belum selesai kok udah rilis ?”. Sejumlah gamer boleh saja melontarkan ejekan berikut untuk game-game besar yang mereka anggap mengecewakan saat rilis. Dimana definisinya sendiri seolah mirip seperti game Early Access. Namun dari situ, bukan berarti bahwa kamu boleh bebas merendahkan kumpulan game-game yang dari awal memang ingin dipasarkan dengan metode bisnis tersebut.

Walau stigma dari game Early Access sempat sedikit ternoda dengan sejumlah kejadian-kejadian yang entah berhubungan atau tidak sudah terlanjur terjadi, hal itu nampak tidak terlalu banyak mempengaruhi. Pasalnya, bila para gamer suka serta menikmati konsep yang ditawarkan walau belum sepenuhnya matang atau selesai, mereka tak akan segan-segan rela mengeluarkan uang demi memastikan gamenya selalu berkembang. Apakah kamu juga demikian ?

Dengan mengambil contoh di platform kebanggaan para gamer master race seperti Steam, telah dijumpai banyak game early access yang sejatinya begitu menarik untuk kamu pantau di tahun 2021 ini. Bahkan sampai game belum jadi tersebut memiliki resepsi yang tergolong positif hingga kualitas yang bisa cukup menyaingi game AA/AAA yang telah lebih dulu full release sekalipun.

Dari sana, kami tentu cukup tertarik untuk membagikan kumpulan game-game early Access menarik tersebut. Ingin tahu apa saja ? Simak list lengkapnya di bawah:

 

1. Universim

Developer: Crytivo
Genre: Simulation, City Builder, God Game

Bila suka dengan game bangun-bangun, kamu nampaknya perlu memperhatikan adanya suatu game yang berjudul Universim. Game ini bukanlah sebuah game bangun-bangun biasa. Karena kamu di sini akan mengambil sebuah peran sebagai Tuhan yang menciptakan sebuah planet lalu mengurus para mahluk-mahluk hidup yang tinggal di sana sampai ke peradaban yang nantinya bisa mereka buat sendiri.

Menariknya, game ini sudah mempunyai progress pengembangan yang cukup matang. Sejak pertama kali muncul secara early access di Steam pada tahun 2018, game simulasi ciptaan Crytivo tersebut rencananya akan mulai mentas dari Early Access pada bulan Juni 2021 ini.

 

2. Temtem

Developer: Crema
Genre: MMO, Monster Collecting

Suka dengan game Pokemon tapi tak punya banyak kesempatan untuk memainkannya karena tak memiliki konsol-konsol Nintendo ? Kamu bisa menjadikan Temtem sebagai potensi alternatif. Selain menampilkan pengalaman gameplay untuk memelihara dan menangkap monster, Temtem punya suatu inovasi keunggulan yang hingga kini belum begitu dijamah oleh Pokemon. Yakni dengan genrenya yang bersifat MMO untuk berinteraksi atau bertarung melawan monster yang dimilki oleh pemain lain.

Progres pengembangannya boleh dibilang cukup menarik. Sejak pertama kali muncul secara early access pada Januari 2020 lalu, developer Temtem sendiri mengambil keputusan untuk selalu menambah harga game ini berdasarkan dari penambahan konten yang dibuat.

 

3. Phasmophobia

Developer: Kinetic Games
Genre: Horror

Game simulasi memburu hantu yang pastinya banyak dari kamu sudah tahu. Konsep gameplaynya sendiri benar-benar memberikanmu suatu edukasi menarik mengenai cara/teknik serta alat-alat yang harus dipersiapkan dalam mencari keberadaan sosok supernatural lalu menebak jenisnya. Tak hanya sampai di situ, Phasmophobia juga adalah game yang sedang ramai-ramainya digandrungi oleh para gamer dan streamer.

Karena pada dasarnya, Phasmophobia juga sangat terkenal seru ketika dimainkan secara multiplayer co-op. Bahkan dari sana, banyak pemain sampai tak sadar bila status pengembangan game ini sejatinya masih berada di masa early access.

 

4. Grounded

Developer: Obsidian Entertainment
Genre: Survival, Crafting

Ialah game survival yang menceritakan tentang petualanganmu sebagai para anak kecil yang secara kecelakaan tubuhnya dikecilkan menjadi seperti semut ala film “honey I Shrunk the Kid”. Dengan premis menarik tersebut, kemunculan Grounded sendiri telah mengundang banyak atensi lirikan dari para pemain. Mengingat adanya nama Obsidian Entertainment menjadi sosok pelaku yang menahkodai game ini.

Walau menjadi game yang masih memerlukan banyak penyempurnaan, Grounded merupakan game co-op yang dapat terasa seru untuk dimainkan secara multiplayer co-op. Bisa saling berkoordinasi untuk membangun base, melawan para musuh hewan-hewan serangga yang ukurannya bisa setara atau bahkan lebih besar dari pemain dapat menjadi satu tantangan yang perlu kamu pantau terlebih dahulu.

 

5. Satisfactory

Developer: Cofee Stain Studios
Genre: Open World, Crafting, Base Building

Sesuai judulnya, game ini ingin membuktikan bahwa membangun sebuah pabrik itu bukanlah hal yang membosankan. Justru sebaliknya, kamu malah bisa mendapatkan segundang kepuasan yang berarti. Demikian peran dari adanya game Satisfactory. Game dengan setting sci-finya yang begitu eksotis ini punya beragam core gameplay yang begitu detil nan ambisius.

Selain berupaya untuk mengkonstruksikan pabrik yang megah nan canggih, kamu pun akan melakukannya dengan cara berkeksplorasi lalu mengumpulkan banyak material-material yang ada serta membasmi fauna/flora alien yang menganggu.

 

6. BeamNG.drive

Developer: BeamNG
Genre: Driving Simulation

Game yang ingin memberikan nuansa simulasi berkendara mobil yang serealistis mungkin. Apalagi dari aspek animasi tabrakannya yang bisa mengundang banyak rasa adiksi Walau dari segi tampilan atau grafis agak terlalu jauh dengan game-game besar yang sudah ada, BeamNG Drive tetap bisa membawa segudang kepuasan untuk gamer yang mencintai dunia otomotif.

Dengan statusnya yang 5 tahun lebih masih berada di masa early access, game ini terus berkembang dengan tambahan konten-konten baru seperti lokasi map, mobil, hingga perubahan physics yang bisa semakin disempurnakan.

 

7. Gunfire Reborn

Developer: Duoyi
Genre: FPS, RPG, Roguelike

Game RPG, Roguelike, dan FPS yang dibuat oleh developer asal Hong Kong bernama Duoyi Interactive Entertainment. Gunfire Reborn mungkin bisa mengingatkanmu dengan Borderlands, namun dengan karakter yang terdiri dari para kumpulan hewan-hewan antropomorfik.

Karena mirip dengan Borderlands apalagi melalui konsep hero based yang dipergunakan, sentuhan grafik cell shading sampai ke dukungan fitur multiplayer co-opnya, Gunfire Reborn bisa menjadi versi alternatif atau ekonomis Borderlands yang cukup menarik untuk dipantau.

 

8. Mount & Blade II: Bannerlord

Developer: TaleWorlds Entertainment
Genre: Strategy, Open World, RPG

Sebagai sekuel masif dari game Mount & Blade: Warband, Mount & Blade II: Bannerlord merupakan game simulator perang abad pertengahan yang menampilkan segudang aspek-aspek bermain yang begitu detil. Dimana tidak hanya strategi saja yang biasa lebih berperan di sini, tetapi juga ada dari aspek untuk bisa beraksi selayaknya dalam game action. Lalu sampai menuju ke dalam gaya RPG dan simulasi manajemen untuk mengelola kerajaan serta membangun pasukan.

Baru pertama kali diumumkan sejak 2012 silam dan baru rilis di 2020 secara early access, nampak banyak hal yang perlu disiapkan Mount & Blade II: Bannerlord agar pengembangannya bisa dianggap selesai. Sehingga para pemain game ini sepertinya juga perlu ikut menyiapkan kesabaran yang tinggi dalam menantikan momen-momen tersebut.

 

9. Baldur’s Gate III

Developer: Larian Studios
Genre: RPG

Franchise Game RPG isometrik ciptaan Larian Studios yang namanya belakangan mulai dikenal kembali berkat kesuksesan 2 seri Divinity Original Sin. Mengembangkan seri Baldur Gates III sendiri menjadi sebuah tantangan menarik untuk mereka. Apalagi ketika memutuskan untuk mengemas game ini secara turn based ala Divinity Original Sin, bukan yang realtime seperti seperti seri-ser Baldur Gate sebelumnya.

Dan sampai saat ini Larian masih hanya mampu memperkenalkan Baldur Gates secara Early Access semata. Dari sana, Larian pun secara jujur mengemukakan bahwa versi early access-nya hanya memuat chapter pertama dan 1/5 area world map. Dengan harganya yang masih dipatok secara penuh ($60), tentu ini menjadi satu pertimbangan yang patut kamu perhatikan, sembari juga kamu pantau di setiap situasi.

 

10. GTFO

Developer: 10 Chambers
Genre: FPS, Co-op

Game Left 4 Dead tapi versi hardcore. Hardcore dalam arti memang betul-betul sulit (sampai masuk ke nominasi “The Best Game You Suck at” di Steam Award) dan membutuhkan tingkat koordinasi antar pemain yang betul-betul tidak asal tembak saja. Tak hanya sampai di situ, GTFO juga membawa sebuah nuansa yang terlampau serius. Dimana kamu akan lebih banyak bereksplorasi secara co-op bersama pemain lain di sebuah ruangan fasilitas bawah tanah misterius.

Di sana, kamu tentunya akan berjumpa dengan para mahluk-mahluk yang percayalah sama sekali tidak sedap untuk dipandang. Pengembangannya yang masih tidak berani dirilis secara penuh bisa membuatmu cukup penasaran akan magnet yang ingin dibawa oleh GTFO

 

11. Raft

Developer: Redbeat Interactive
Genre: Survival, Sandbox, Crafting

Pernah menonton film Water World ? Game berjudul Raft ini nampak punya suatu inspirasi premis yang mirip dengan film tersebut. Dimana kamu akan berkelana atau bertahan hidup di dunia yang lebih didominasi oleh lautan. Tidak sepenuhnya juga lautan karena kamu juga bisa menemuka adanya pulau di sana walau kecil, Raft tentu juga merupakan menitikberatkan unsur survival dan multiplayer di dalamnya.

Dimana kamu perlu mengumpulkan banyak bahan, memenuhi kebutuhan makan/minum, hingga mengembangkan perahu rakit menjadi suatu sebuah kapal megah atau malah tempat kediaman terapung yang mengagumkan.

 

12. Craftopia

Developer: Pocket Pair
Genre: Open World, RPG, Base Building, Survival

Dari cuplikan trailer yang diusungnya, game ini di atas kertas tergolong sangat sangat sangat sangat ambisius. Ketika terinspirasi dari Breath of the wild ataupun Genshin Impact saja dirasa tidak cukup, game RPG open world yang berjudul Craftopia ini masih ingin memberikanmu elemen gameplay besar lain untuk bercocok tanam, menangkap hewan/monster, membangun base, pabrik, industri hingga mengendarai kendaraan.

Sehingga sudah tidak mengagetkan lagi bila game ini harus dirilis dalam wujud early access dengan estimasi waktu mentas yang tentu patut dipantau dan diperhatikan seksama.

 

13. Teardown

Developer: Tuxedo Labs
Genre: Sandbox, Simulation

Game simulasi yang mengharuskanmu memikirkan cara terkeren untuk membobol sekaligus menghancurkan gedung, tembok, dan pintu demi mencari sesuatu yang berharga. Hasil gambaran efeknya sendiri menjadi hal yang paling kerap dipamerkan di dalam Teardown. Lalu detil grafiknya pun mungkin juga bisa mengingatkanmu dengan Minecraft dalam versi yang terasa lebih halus nan terpoles

Teardown boleh dibilang merupakan game yang sangatlah eksperimental. Mengingat secara first-person, para pemain juga bisa memanfaatkan alat-alat yang dipegang hingga mengendarai kendaraan demi melakukan aksi-aksi penghancuran yang estetik.

 

Bonus:

Ezgif.com Webp To Jpg(22)

Apakah Cyberpunk 2077 juga termasuk game early access ? Bila menurutmu iya, kami sertakan saja link Steamnya di bawah.

 

Dengan membagikan list ini, kami sebenarnya sama sekali tak punya niatan mengajak kalian untuk tanpa pikir panjang langsung membeli game-game early access tersebut. Bagaimana pun juga, kalian tetap punya opsi untuk melihat dulu kolom review, forum diskusi, hingga cuplikan trailer apakah game yang belum selesai ini cocok atau tidak denganmu ?

Sehingga kami berpesan agar kalian bisa menjadi konsumen gamer yang pintar, namun juga tetap punya rasa kepo berlebih dalam mencari tahu apa potensi hal yang bisa jadi tengah kamu cari-cari selama ini ?


Baca pula beragam listicle-listicle menarik kami yang lain, beserta tak ketinggalan dengan kabar-kabar seputar dunia video game dari saya, Ido Limando. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Ido Limando

Written by Ido Limando

Just an ordinary gamer who currently in love with Warframe. Also Football, Badminton, and Pro Wrestling enthusiast. Contact: [email protected]