2 Jam Pertama Marvel’s Spiderman, Terus Memukau Setiap Saat

in ,

“Pengalaman yang memukau disetiap menit lu mainin”

Buah tangan Insomniac satu ini memang bukanlah sekedar isapan jempol belaka, pengalaman bermain  yang hanya berlangsung selama beberapa jam, terasa sangat singkat jika dirasa. Pengalaman yang semakin lama semakin membuatmu takjub, tak dapat dipungkiri sesaat setelah memainkan game ini. Pembuktian bahwa game ini benar-benar sebuah game “Solid”, mereka eksekusi dengan cukup manis. Mekanisme Web-swing yang bisa dibilang menyempurnakan game Spiderman cukup membuat kita takjub mengenai game ini.

Peter Parker digambarkan sebagai seorang pahlawan yang sudah paham mengenai tanggung jawab serta perannya di society. Bagaimana polisi memperlakukannya dan juga bagaimana masyarakat melihat dirinya, semakin memperkuat bagaimana posisi dia di masyarakat. Lekat dengan gaya cocky ala Spiderman, memiliki keunikan tersendiri bagi para penggemarnya.

Bagaimana Story Berkembang

Berbeda dengan kebanyakan story pada  game semacam ini, Marvel’s Spiderman memulai cerita dengan konflik-konflik kecil, tanpa adanya suatu konflik utama yang mengiringi cerita. Konflik Peter Parker yang terlilit hutang, sampai bagaimana pekerjaanya yang hilang, terasa seperti Bola Salju yang terus bergulung dan menumpuk kian besar. Insomniac memang bisa dibilang berani, bereksperimen menggunakan cerita  baru yang berbeda dari versi film dan komiknya, hal ini merupakan tantangan tersendiri yang dapat memberikan efek positif maupun negatif. Namun sejauh ini mereka sukses mengeksekusinya.

Visual Gila Yang Sangat Indah.

 

Insomniac memang bisa dibilang cukup optimis jika berbicara grafik pada game ini, belum sampai kita pada misi pertama, kita suda bisa bebas berayun diantara Gedung-gedung perkotaan indah yang menghiasi kota New York. Lighting dan juga detail pada Gedung benar-benar digarap dengan sangat detail, sehingga kota tidak terasa seperti kota mati, digambarkan dengan kepadatan mobil dan juga lalu-lalang orang yang cukup padat membuat image New York sebagai kota metropolitan semakin terasa. Melihat lighting yang apik dan juga detail-detail environtment yang beragam  seperti refleksi pada kaca gedung, membuat kita mudah menyimpulkan bahwa grafiknya terasa sangat “WAH”.

Fitur Lengkap Yang Simple Namun Mudah Dikuasai.

Web-Swing

Mobilitas tentu menjadi salah satu kunci penting dari game open-world, bagaimana developer mendesign system travel pada game mereka, akan sangat mempengaruhi rasa bosan kita ketika berpindah satu lokasi ke lokasi lain. Seperti pada game Spiderman lain, Marvel’s Spiderman sukses menyempurnakan sistem berayun pada game ini, tidak semudah memencet satu tombol lalu melepasnya pada momen yang tepat, kalian perlu mengkombinasikan beberapa tombol agar berayun terasa lebih luwes dan juga cepat. Bahkan sistem ini masih bisa dikembangkan dengan meng-upgrade skill lain. Semua sistem mobilitas tersebut sukses didesain tanpa mempersulit playernya.

 

Sistem Fighting.

Aerial

Sistem Combat dari Marvel’s Spiderman bisa dibagi menjadi 2 sistem, Aerial dan juga Darat. Dimana pertarungan Aerial akan menjadi keuntungan yang lebih bagi Spiderman, selain karena mereka tidak bisa menghindar ataupun memblock serangan kita, musuh yang menggunakan melee combat juga tidak bisa menjangkau kita, membuat mereka menjadi daging empuk yang bebas kita perlakukan sesuai keinginan kita. Namun kalian tidak perlu khawatir, saat karakter sedang ada didarat kita juga tetap bisa dengan mudah melancarkan kombo-kombo kita , karena memang tombol memukul pada game ini hanya terdiri dari satu tombol saja, bukan system light attack dan heavy attack seperti kebanyakan game sejenisnya. Juga fitur lain seperti throwing object, swing attack, dan juga web shooter tetap bisa dimanfaatkan tanpa adanya kesulitan.

Flaw

Kekurangan yang cukup terasa adalah pada counter attack. Ketika kita sedang dipukul, kita tidak bisa melakukan counter attack untuk menarget dan membalas musuh dengan cepat, melainkan kita perlu menghindar dan memukulnya kembali.

 Kamera pada game ini juga mungkin akan cukup mengganggu bagi sebagian orang, terlebih lagi bagi orang yang belum begitu terbiasa menggunakan joy-stick sebagai console utama mereka. Kita harus secara manual menyesuaikan arah kamera, hal tersebut akan sedikit mengganggu ketika kita sedang fokkus dalam pertarungan.

Kehadiran tokoh-tokoh ikonik pada game ini dan juga konflik-konflik yang mulai diperlihatkan pada beberapa jam pertama , menjadi factor lain yang mendorong rasa penasaran kita terhadap cerita sang super hero. Bagaimana Peter berjuang untuk bertahan hidup dikehidupan nyatanya juga tak kalah seru  jika dibandingkan dengan ketika ia bertahan melawan musuh.

Kesimpulan akhir yang bisa kami lihat adalah, bagaimana story dan music yang sejauh ini masih cukup menarik membuat kami ingin segera memegang joy-stick dan memainkan game ini. Visual indah dan juga detail environtment yang cukup terasa padat selalu membuat kita terpukau. Dibalut dengan fitur yang kaya namun simple, membuat game ini tetap menarik dan tak membosankan. Fighting yang fleksible serta animasi-animasi yang luwes menjadi nilai tersendiri dari game ini.

Kusuma Aji

Written by Kusuma Aji

Gamebrott most notorious and toxic person