4A Games Bongkar 10 Perubahan Besar pada Metro Exodus

wallhaven 598142

Metro menjadi salah satu franchise FPS single-player terbaik yang dirilis di era modern gaming ini. Desain dunia yang atmosferik, gameplay yang mencampurkan action, survival dan sedikit elemen horor, serta cerita yang penuh pesan moral membuat kedua game dari franchise ini menarik untuk dimainkan. Dengan sekuel ketiga – Metro Exodus sedang dikembangkan, ratusan pertanyaan hadir di kepala fans akan seperti apa sekuel ketiga ini. Perubahan apa yang dibuat oleh 4A games kali ini untuk membuat game tetap fresh. Untungnya pertanyaan ini dijawab oleh 4A Games setelah diwawancarai oleh Game Informer.

4A Games pastikan jika akan ada 10 perubahan besar yang akan ada di Metro Exodus dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Berikut 10 perubahan yang dimaksud:


1. Game tak lagi berlatar di Metro

Metro Exodus tak lagi mengusung latar stasiun bawah tanah Metro yang berletak di Moskow. Kali ini Artyom akan diantarkan ke lokasi baru dengan faksi baru serta masalah baru untuk diatasinya.


2. Exodus miliki level yang jauh lebih besar namun bukan open-world

Saat E3 kemarin, Metro Exodus sempat dikabarkan sebagai game open-world, namun 4A Games mengklarifikasikan jika hal tersebut tak begitu benar. Exodus akan diisi oleh beberapa area sandbox besar namun tak pantas untuk dikategorikan sebagai open-world. Sekalinya kamu tinggalkan area tersebut, kamu akan lanjut ke area lain tanpa diberi akses untuk kembali lagi ke area sebelumnya. Area terbesar yang ada di Exodus hanya sekitar 200×100 meter. Konsep area sandbox yang dimaksudkan oleh 4A Games terdengar seperti desain level dari game Dishonored buatan Arkane Studios, dimana pemain diberi level besar di tiap chapter yang tak hanya diisi oleh main story, tapi juga beberapa side activities.


3. Tak ada lagi sistem ekonomi menggunakan ammo

Ammo di Metro tak hanya menjadi benda untuk mengisi senjatamu tetapi juga sebagai mata uang di seri sebelumnya. Karena di seri ini kamu tak lagi bermain di Metro, sistem mata uang tersebut kini tak lagi berlaku. Kini sistem ini diubah dengan sistem scavenging dimana kamu mengambil benda “sampah” yang kamu temukan selama bermain dan mengubah menjadi dua sumber daya yaitu bahan kimia atau material yang menjadi bahan utama untuk sistem crafting.


4. Combat yang lebih kompleks

Game sebelumnya memberikanmu dua pilihan untuk selesaikan game secara stealth ataupun gaya rambo. Hal tersebut masih menjadi mekanik di Metro Exodus namun sedikit kompleksitas ditambahkan pada game ini. Animasi takedown kini lebih bervariasi dan tergantung pada senjata yang kamu gunakan, seberapa cepat kamu mendekati musuh, dan posisimu dari sebelum mengeksekusi aksi takedown.

Selain dari animasi ini yang mungkin tak begitu seberapa, game juga akan terus mengingat aksi yang kamu lakukan. Apabila satu faksi kamu kalahkan dengan cara “kasar”, maka faksi tersebut akan tanpa basa basi menyerangmu di tempat apabila menemuimu lagi. Akan tetapi jika musuh tersebut sebelumnya kamu habisi dengan “lebih halus” atau bahkan tak kamu serang sama sekali, mereka akan lebih “ramah” kepadamu nantinya.


5. Hub World berjalan

Pada game sebelumnya, game memberimu break dari aksi menegangkan dengan beberapa hub world yang dimana pada tempat ini kamu bisa mengisi kembali ammo atau upgrade senjata. Pada Metro Exodus, satu-satunya hub world yang kamu miliki adalah kereta bernama “Aurora”. Andriy Prokhorov menyebutkan jika Aurora akan terus berubah semakin lama kamu bermain dengan bertambahnya jumlah mobil sekaligus orang yang ikut kedalam kerata tersebut. Dan bicara soal mobil….


6. Kamu kini bisa naiki kendaraan (yang tak dibatasi oleh rel kereta)

Metro Exodus akan diisi oleh beberapa kendaraan yang bisa pemain gunakan untuk selesaikan misi. Tak disebutkan kendaraan apa saja yang bisa pemain naiki, namun Game Informer bisa pastikan jika kapal menjadi salah satu yang bisa dikendarai pemain.


7. Cerita Exodus berlangsung selama satu tahun

Apabila konflik di Metro 2033 dan Metro Last Light berlangsung dalam hitungan hari, konflik di Exodus berlangsung selama satu tahun dengan tiap area sandbox di game berlangsung di musim-musim tersendiri. Hal ini tawarkan sedikit variasi pemandangan yang dilihat oleh pemain.


8. Sistem upgrade dan “senjata kotor”

Apakah kamu pernah ingin mengambil rifle yang punya scope milik musuh di game sebelumnya tapi tak mau tinggalkan suppresor yang baru saja kamu beli mahal-mahal? Kini kamu tak perlu lagi mengambil keseluruhan senjata untuk ambil upgrade tersebut. Kamu kini bisa sekedar mengambil upgrade-nya saja dari senjata itu dan memasangnya di senjata yang kamu sedang pegang.

Pada Metro Exodus juga kamu dibuat lebih “sayang” dengan senjatamu karena kini kamu harus sering memperbaiki senjata via workstation. apabila senjata kesayanganmu jarang diperbaiki maka senjatamu akan menjadi “kotor”. Apabila hal tersebut terjadi senjatamu akan sering alami masalah mulai dari akurasi yang tak akurat atau damage yang lebih kecil.


9. Side activities

Metro Exodus takkan miliki NPC pemberi side-quest layaknya di kebanyakan game sekarang. Semua kegiatan tambahan di game harus dicari sendiri oleh pemain. Pada dasarnya tak terlalu jauh berbeda dengan apa yang dimiliki di game-game sebelumnya namun area yang lebih besar, kamu akan temukan lebih banyak hal menarik yang ada di area sandbox tersebut apabila kamu tak terlalu terpaku dengan main story. Side activities ini tampaknya sedikit mirip dengan apa yang dimiliki pada game S.T.A.L.K.E.R. ataupun Dishonored.


10. Faksi lebih dari sekedar musuh bersenjata

Apabila faksi di game sebelumnya bisa dijelaskan sebagai “musuh atau teman tergantung dari mau si cerita”, faksi di Metro Exodus akan menilai karakter Artyom sesuai dari aksi yang diambil pemain saat pertama kali menemui faksi ini. Hubungan antara Artyom dengan faksi tersebut bergantung akan apakah Artyom bersifat keras pada faksi tersebut atau juga pasifis.


Source: Game Informer

Exit mobile version