5 Alasan Mengapa AOV Layak Masuk SEA Games 2019

pixlr 20181207095523456 e1544151749264

SEA Games 2019 yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Filipina nampaknya memang menjadi sorotan, selain karena pamor dari SEA Games itu sendiri terdapat faktor lain yaitu masuknya eSports sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan nantinya di ajang tersebut. Seolah mengulangi kesuksesan ASIAN Games 2018 yang diadakan beberapa bulan lalu, nampaknya SEA Games kali ini akan memberikan beberapa slot Games yang akan ditandingkan nantinya, terdapat 6 Game yang nantinya akan ditandingkan, namun baru 1 game saja yang secara resmi diumumkan yaitu Mobile Legends: Bang Bang!.

Untuk 5 game lainya mungkin akan menyusul untuk pengumumanya, hanya saja dibalik dipilihnya Mobile Legends sebagai game yang dipentaskan diajang tersebut pastilah memiliki beberapa alasan, hanya saja seperti kita ketahui bahwa rival pasar dari Mobile Legends yaitu Arena of Valor juga sempat berkontribusi dalam ajang serupa pada ASIAN Games 2018 sebagai game demonstrasi dalam ajang tersebut, sehingga dalam konteks ini seharusnya Arena of Valor juga masuk kedalam game yang seharusnya layak dipentaskan di SEA Games 2019 nanti.

Lantas apa saja alasan AOV layak masuk SEA Games 2019? ini dia brott!

5. Memiliki Lisensi Resmi

Tencent, dengan nama besar seperti Tencent yang telah kita ketahui sedang meraja lela di dunia Game sudah pasti bukanlah perusahaan kaleng-kaleng brott. Dengan nama besar Tencent mereka berhasil membuktikan dengan banyaknya Lisensi yang sudah Arena of Valor pegang untuk saat ini, contohnya seperti DC Universe dan Wiro Sableng hero asli Indonesia yang terbitan 20th Century Fox beberapa bulan belakangan. Dengan bermodalkan nama besar Tencent beserta Lisensi-lisensi resmi dibaliknya sudah jelas akan berdampak hal positif yang akan banyak terjadi di kompetisi ini, dari segi pemasaran, sponsor, hingga kesan prestis pastinya akan menambah daya tarik SEA Games 2019 di Filipina itu sendiri.

Semua resmi dan tidak pernah tersangkut kasus pelanggaran, apalagi peniruan hak cipta sudah sepatutnya hal-hal tersebut menjadi faktor penting yang membuktikan bahwa game ini memang layak masuk SEA Games 2019.

4. Berjasa sebagai Game Demonstrasi di ASIAN Games 2018

Sudah menjadi game demonstrasi pertama pada ajang ASIAN Games 2018 adalah contoh kelebihan dari game AOV ini brott. Untuk ajang sekelas ASIAN Games 2018 pastilah sangat lucu jika kamu masih menganggap itu adalah turnamen sepele dan bukanlah hal penting brott. kenapa? sudah jelas didalam pentas kejuaraan sebesar ASIAN Games 2018 bukanlah hal mudah dengan asal masukan nama game yang ingin dimainkan dalam pertandingan, tetapi penuh banyak pertimbangan dan perundingan sebelum akhirnya diputuskan kedalam kompetisi.

Dengan bukti AOV Masuk Asian Games 2018 sudah terbukti bahwa game ini memang layak karena dalam proses event tersebut memiliki persyaratan yang diminta oleh panitia penyelenggara berdasarkan peraturan dan kriteria yang ada bahwa AOV masuk kedalam game yang cocok dijadikan kompetisi.

3. Terbukti Kompetitif Hampir di Seluruh Benua di Dunia

Dengan Adanya AIC (Arena of Valor International cup) dan adanya AWC (Arena of Valor World Cup) sudah selayaknya menjadi faktor lebih mengapa AOV itu memang layak sebagai game yang kompetitif brott. Dengan adanya 2 kompetisi diatas yang dimana mewakili seluruh Benua di Dunia dan Negara disetiap Benua. dari Asia Tenggara, China, Hampir seluruh Eropa, Amerika, Amerika latin hingga India pun ada didalam suasana kompetitif AOV.

Jadi butuh fakta apalagi? gamenya sendiri saja sudah go International dengan pembuktian 2 Event diatas. sangat disayangkan dengan pamor seperti itu jika nantinya AOV tidak masuk SEA Games 2019.

2. Boleh Pakai Seluruh Skin yang ada didalam Game

Perlu diketahui jika Mobile Legends pada setiap pertandingan tidaklah diperbolehkan menggunakan segala bentuk acesoris atau skin dikarenakan memiliki penambahan Stat pada hero Mobile Legends, jadi terkesan tidak adil jika salah satu kubu ternyata menggunakan Skin yang memiliki kemampuan tambahan sehingga hero kamu dapat terasa hebat karena fitur bantuan didalam sistem Skin di Mobile Legends.

Berbeda dengan AOV yang bisa menggunakan skin-skin terserah para pemain selama memiliki skinya, karena apa? di AOV tidak ada penambahan kemampuan hero dari setiap skin yang ada, sehingga memunkinkan kamu untuk menggunakan skin Sultan sekalipun, kemampuan hero tetaplah sama.

1.Moba Sepi padahal Mendunia

Sepi tapi terjaga komunitasnya, memanglah di Indonesia masih milik Mobile Legends dalam segi pengguna atau pendwonload gamenya brott. Dimana AOV sendiri terlihat kalah ramai dibandingkan game sebelah yang selalu bertengkar seperti Air dan Api. Jelas terlihat sepi karena AOV sendiri memiliki banyak server tergantung dimana kalian memainkanya, sedangkan yang orang lain anggap adalah karena game ini tidaklah laku, dikarenakan hanya dihitung berdasarkan jumlah download dari 1 negara saja, coba saja digabungkan seluruh player didunia, kami yakin AOV tidak kalah ramai dengan game sebelah itu brott.

Banyak player Mobile Legends selalu mengclaim bahwa MOBA Analog terbaik dan terbanyak pemainya hanya game kesayangan mereka tersebut, padahal Mobile Legends terlihat ramai karena hanya memiliki 1 server yang bisa digabung dengan pemain dari mana saja, berbeda dengan AOV yang memiliki banyak server diluar negeri, jadi misalkan dijumlahkan semua player AOV dari semua server yang ada, kami yakin AOV juga tidak kalah ramai dari game sebelah tersebut brott.

Dibalik kata Moba sepi sebenarnya terdapat maknanya yaitu, Sepi karena terpilih jadi bisa diibaratkan (sedikit tapi berkualitas) daripada ramai tapi  (hanya menang kuantitas)


Namun dibalik itu semua Mobile Legends dan Arena of Valor tetaplah sama-sama game Moba yang memiliki banyak sekali penggemar dan pemain yang sayang terhadap gamenya. Terlebih dari itu ini semua hanya berkaitan dengan “Selera” dalam memilih dan memainkan game saja. Kami harap bahasan diatas dapat diterima dengan bijak dan disikapi dengan dewasa. Sekian! salam Moba Analog!


Baca juga artikel dan berita menarik lainya seputar Tech dan Game dari Mohammad Abdul Fatah

Exit mobile version