Para pemain Arknights: Endfield tentu tidak asing dengan nama Chen Qianyu, salah satu operator yang pemain dapatkan secara cuma-cuma jelang awal permainan dan selalu terlihat bersama sang protagonis di sepanjang cerita utama (versi 1.0 saat artikel ini diterbitkan).
Jika sudah menjalankan main quest dan tidak meng-skip ceritanya, tentu sudah mengetahui bahwa Chen diperlihatkan sebagai sosok yang periang nan optimis, bahkan kerap bertingkah konyo yang berujung membuat gadis ras Lung satu ini dicap dungu oleh banyak pemainnya.
Namun, jika membaca ragam file dan dialog tentang dirinya, sejatinya Chen sendiri justru merupakan individu yang terbilang berbakat, terutama dalam kemampuan bela diri. Tidak hanya jago bertarung saja, sahabat dari ibu supervisor Perlica ini juga memiliki berbagai fakta menarik lain yang mungkin belum kamu ketahui.
Daftar isi
Tumbuh di lingkungan yang harmonis
Chen lahir pada tahun 132 di suatu tempat yang berada di luar Civilization Band. Walau ia tidak memiliki ingatan jelas akan tempat kelahirannya, Chen mengingat betul kebahagian masa kecilnya saat ia dan keluarganya menetap di Hongshan City.
Dideskripsikan bahwa Chen tumbuh di keluarga sederhana yang bahagia—sesuatu yang terbilang tidak biasa karena kehilangan anggota keluarga kerap menjadi hal tak terhindarkan, terutama bagi mereka yang menjadi pionir dalam penjelajahan dan ekspansi Talos-II.
Disebutkan juga bahwa lingkungan tempat Chen tumbuh sangatlah harmonis karena hubungan bertetangga yang begitu erat, bahkan terasa seperti keluarga besar. Dipercaya bahwa sifat optimis dan percaya dirinya tersebut didapat berkat tumbuh di lingkungan yang wholesome dan sederhana.

Berbicara soal keluarga, Guang Jianshan dan Chen Chichi adalah nama kedua orang tuanya. Jianshan merupakan seorang ilmuwan di Hongshan Academy of Science, sedangkan Chichi dipercaya merupakan operator di Rhodes Island cabang Talos-II. Satu hal menarik, diketahui bahwa Chen tidak pernah melihat lagi ibunya sejak usia sepuluh tahun.
Jago bela diri
Menjadi anggota inti dari Crisis Team tentu menandakan bahwa Chen memiliki kemampuan bela diri sebagai Swordmancer di atas rata-rata. Jika membaca berkas Expertise-nya, dideskripsikan bahwa dirinya mampu menguasai suatu gerakan cukup dengan sekali melihatnya, bahkan menggabungkan ragam kemampuan bela diri tersebut untuk menciptakan gerakannya sendiri.

Hal ini tentu juga dibuktikan dengan prestasi Chen yang berpredikat sangat baik pada akhir tahun studinya di Tanjian Hall. Kemudian dirinya juga belajar kemampuan berpedang Chi Xiao yang kompleks dari ibunya, serta mengambil banyak inspirasi gerakan dari ragam legenda Swordmancer yang ia baca.
Chen secara berkala diperlihatkan begitu menyukai tontonan silat asal Yan, bahkan dijelaskan juga bahwa ia secara berkala mengambil alih acara nobar di kapal Dijiang, terlepas tontonannya selalu film-film Wuxia. Agaknya bisa diasumsikan bahwa berbagai tontonan tersebut juga turut mempengaruhi gaya bertarungnya.
Disebutkan Chen merupakan sosok yang tekun semenjak masa kecilnya. Saat masih bersekolah, dirinya memiliki rutinitas berlatih pedang di jam lima pagi, lalu kembali lagi ke rumah di jam delapan untuk sarapan kilat dan bergegas berangkat ke sekolah.
Magang dan bekerja di banyak tempat
Sebelum bergabung dengan Endfield Industries, Chen kerap berkelana di Talos-II untuk berpetualang mencari pengalaman, sekaligus membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan layaknya pengembara di bacaan legenda.
Selama berkelana, ia juga magang maupun bekerja di berbagai tempat, terlepas karena alasan butuh uang atau hal lainnya. Adapun beberapa di antaranya seperti: jadi pegawai di Cheers and Drinks—sebuah kedai teh susu di La Fantoma, bergabung dengan Yinglung Special Task Force, hingga menjadi petugas keamanan di berbagai acara seperti pameran dan konferensi penting yang membuatnya kenal dengan orang-orang penting di Talos-II.

Walau memang tidak pernah bekerja di satu tempat dalam periode yang lama, diketahui ia tetap mendapatkan penilaian kinerja yang gemilang dari tempat kerjanya. Chen sendiri pernah curhat ke ayahnya bahwa ia merasa kesulitan untuk menetap di satu tempat terlalu lama.
Sering diundang ke berbagai acara
Berkelana dan bekerja di berbagai tempat tentu membuat Chen kenal dengan banyak orang. Hal tersebut juga membuatnya seringkali diundang ke ragam acara selebrasi, seperti pesta pensiun operator elit atau sekadar nongkrong biasa.
Sifatnya yang periang dan supel membuat Chen dapat dengan mudah mencairkan suasana. Disebutkan bahwa dalam waktu lima menit ia bisa membuat operator yang pendiam jadi ikut aktif berbincang, bahkan membuat mereka yang kerap cemberut jadi tersenyum.

Saking populernya, nama Chen Qianyu juga kerap menjadi yang pertama dalam daftar undangan. Seolah-olah menandakan bahwa tiap acara seleberasi tersebut tidak lengkap tanpa kehadiran seorang Chen untuk memeriahkan suasana.
Alasan pemberian nama Qianyu
Saat pertama kali diungkapkan, fans tentu langsung berasumsi bahwa Chen Qianyu merupakan keturunan langsung dari Ch’en Hui-chieh di Arknights orisinal. Hal ini tentu diperkuat dengan eksistensi pedang Chi Xiao yang diperlihatkan pada trailer operator story untuk karakternya.
Namun secara lore, alasan pemberian nama Qianyu sendiri bisa dibilang sedikit kocak, yakni sang ibu khawatir bahwa Chen akan menjadi anak bawang di sekolah, sama seperti ibunya dulu. Nama “Qianyu” (千语) yang hanya memiliki 12 goresan diharapkan dapat mempermudah Chen jikalau dihukum menulis namanya sendiri berulang-ulang.

Hal lain yang mungkin juga menggelitik, secara harafiah Qianyu sendiri memiliki arti “seribu kata”, tentu kontras dengan keinginan sang ibu yang memilih nama tersebut karena mudah untuk ditulis berkali-kali.
Well, terlepas apakah Chen menjadi anak bawang atau tidak saat bersekolah, setidaknya di usia dewasanya ini ia diperlihatkan menjadi menjadi sosok yang dapat diandalkan, inspirasi bagi banyak orang, begitu dicintai oleh teman-temannya, walau memang tidak bisa dipungkiri kerap bertingkah tidak terduga.
Bonus: tentang Chen Chichi
Disebutkan bahwa Chen tidak pernah melihat ibunya lagi setelah terjadi penyerangan tak terduga oleh Aggeloi di lingkungan tempat ia tinggal. Insiden tersebut terjadi tepat pada hari perayaan ulang tahun Chen yang ke sepuluh.
Momen-momen terakhir yang Chen ingat akan ibunya adalah Chichi membuka sebuah pintu tersembunyi di balik lemari dan mengambil sebuah pedang yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Dengan cepat Chichi bergegas keluar dari rumah dan tak pernah kembali lagi.
Walau demikian, Chen sendiri percaya bahwa sang ibu masih hidup. Dugaan ini tentu diperkuat dengan dialog dari operator Gilberta yang bertemu dengan sesosok Swordmancer misterius saat dirinya berada di Rhodes Island. Disebutkan bahwa sosok tersebut membelah segumpal awan menjadi dua, kemudian menitipkan Gilberta sebuah surat yang ditujukan kepada Endministrator dan Chen.
Menarik tentunya menantikan seperti apa kisah selanjutnya dari seorang Chen Qianyu, pada momen seperti pedang Chi Xiao akan diwariskan kepadanya nanti. Secara tidak langsung hal ini tentu juga berpotensi menghadirkan operator Chen versi alter dengan rarity bintang enam.
Nah, kira-kira bagaimana tanggapanmu mengenai hal ini, brott? Apakah mahluk kocak satu ini juga berhasil merebut hatimu? Yuk, langsung saja share pendapatmu di kolom komentar ya.
Baca juga informasi menarik atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com















