7 Alasan Fallout 76 Gagal Total Sebagai Game “Fallout”


Follow Us

Fallout mungkin menjadi judul game yang tidak asing untuk banyak gamer. Saya ingat ketika jutaan gamer termasuk saya berteriak histeris ketika Fallout 4 diumumkan pada Juni 2015 silam. Tak hanya ini dikarenakan game tersebut dibuat oleh Bethesda yang masih punya reputasi sangat baik saat itu, tetapi lebih dikarenakan Fallout memang merupakan salah satu franchise RPG yang sangat ikonik, penuh cerita dan keunikkan, serta sulit untuk direplika. Banyak game post-apocalyptic lain sepanjang puluhan tahun industri gaming berada tetapi Fallout menjadi hal pertama yang muncul di kepada gamer.

Nulis artikel dibayar

Fallout 76 menjadi lelucon terbesar tahun ini. Mulai dari saat B.E.T.A. dirilis, fans termasuk saya telah dapatkan gambaran seperti apa sebenarnya game ini dan rasa skeptisisme telah menghantui apabila game akan tetap seperti itu hingga rilis nanti. Dan ya, tidak ada yang berubah dari versi final. Mungkin optimisasinya lebih baik, tetapi seluruh komplain yang ada masih dipelihara di versi rilis.

Fallout 76 adalah game yang krisis identitas, tidak tahu ingin fokus menjadi game seperti apa. Di satu sisi ingin menjadi game Fallout, di sisi lain ingin seperti survival layaknya Rust, dan di sisi lainnya lagi ingin fokus PvE layaknya Destiny. Berbagai elemen game yang dieksekusi setengah-setengah membuat game ini hampir mengecewakan semua pihak tetapi yang paling tersakiti tentu saja penggemar dari Fallout sendiri. Berikut 7 alasan Fallout 76 gagal sebagai game Fallout.


1. Fokus pada aspek terburuk dari Fallout

Fallout dikenal sebagai game RPG dengan lore kompleks, sistem RPG yang mendukung segala macam playstyle dan karakter yang menarik. Tentunya masih banyak lagi yang membuat franchise ini unik tetapi yang menjadi sorot utama ialah ketiga aspek tersebut. Fallout 76 lupakan semua aspek tersebut dan lebih fokus pada aspek yang tidak pernah diutamakan pada franchise Fallout – Combat dan looting.

Fallout dikenal miliki combat yang bisa dibilang “ampas” dari dulu hingga sekarang dan Bethesda seharusnya sudah sadar akan hal tersebut. Mereka sepanjang bertahun-tahun tak dapat membuat game dengan combat yang bagus dan kompleks, tetapi tetap memaksakan diri untuk fokuskan aspek tersebut pada Fallout 76. Bahkan dengan bantuan ID Software dan Arkane, gunplay dan melee dari Fallout 76 masih terasa kaku dan tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan animasi bawaan engine yang benar-benar kuno serta kurangnya rasa kepuasan saat melakukan hit ke musuh.

Dibalik combat yang buruk ini, yang membuat Fallout sebelumnya tetap menarik untuk lakukan tiap misi ialah petualangan menuju target objektif, konteks mengapa kamu lakukan objektif tersebut, serta dunia yang penuh detil dan atmosferik. Bethesda justru lebih tertarik membuat game ini seperti Borderlands atau Destiny dimana fokus game sepenuhnya pada combat, raiding, dan loot senjata lalu gagal akan semua aspek tersebut.


2. Absennya NPC membuat dunia game membosankan

Fallout 76 miliki dunia empat kali lebih besar lengkap dengan “teknologi rendering, lighting, dan landscape baru yang dapat memberikan 16 detil lebih banyak.” Namun apa gunanya semua omong kosong tersebut apabila dunia game terasa seperti kota mati.

“Baru selesai perang nuklir, masa bisa ada yang selamat diluar Vault?” Ya mungkin tidak pernah masuk akal ada orang yang selamat dari peristiwa tersebut, tapi yang membuat dunia Fallout begitu menarik untuk ditelusuri ialah interaksi antara kamu dengan dunia dan masyarakat sekitarnya. Orang-orang di universe Fallout selalu dikenal miliki paham masing-masing setelah terjadinya perang nuklir yang terjadi puluhan hingga ratusan tahun yang lalu dan inilah yang menambah kompleksitas world-building dari Fallout.

Ketika kamu lepas NPC dari dunia masif ini dan semua orang yang kamu temukan hanya robot dan musuh, tidakkah dunia yang empat kali lebih besar ini terasa sedikit sepi? Keberadaan pemain asli dalam satu server tidak membantu apapun karena semua orang yang kamu temui paling-paling sedang kerjakan quest, mau mengajak kamu PvP, atau berlagak konyol. Fallout tanpa NPC bagaikan mobil mewah tanpa body luar. Ya, mobilnya jalan, tetapi tidak menarik dan mengesankan untuk dikendarai.


3. Lupakan Lore yang sudah ada

Fallout 76 merupakan prekuel dari seluruh Fallout yang canon. Ketimbang membangun sesuatu yang menarik atau bahkan menceritakan asal mula dari lore yang sudah ada dengan cara yang masuk akal, Bethesda justru menjadikan ini alasan untuk lupakan lore yang sudah dibangung sepanjang 20 tahun lebih franchise ini ada.

Kasus termudah dari masalah ini ialah tentang Brotherhood of Steel. Brotherhood of Steel merupakan faksi semi-religius yang tentunya kamu kenal apabila pernah mainkan setidaknya satu game dari franchise ini. Teknologi canggih serta pandangan mereka yang bisa dikatakan “baik” membuat faksi ini favorit banyak fans. Dari apa yang fans tahu, faksi ini baru terbentuk di Kalifornia pada tahun 2134. Lalu kenapa dan bagaimana faksi ini bisa ada di Fallout 76 yang mengambil latar Virginia barat tahun 2102?

Alasan yang dikeluarkan Bethesda atas lore yang menyimpang ini ialah BOS setelah The Great War menggunakan satelit mereka untuk melakukan kontak dengan prajurit lain yang ada di sekitar amerika salah satunya ialah Appalachia – Virginia Barat. Penjelasan ini terkesan memaksa dan sekedar dibuat untuk menenangkan fans yang sempat protes akan keberadaan faksi ini di game. Hal ini tidak akan pernah terjadi apabila Bethesda ingat akan lore di game, tetapi mau tak mau inilah yang harus diterima oleh fans.

Ini hanya sebagian kecil dari lore Fallout 76 yang menyimpang dari apa yang sudah ditetapkan sebagai canon. Kamu mungkin tidak begitu peduli akan detil cerita sedalam ini saat bermain game, tetapi untuk fanatik berat ini membuktikan tidak konsistennya Bethesda akan universe yang sebagian mereka buat.


4. Pembawaan cerita yang membosankan

Tanpa NPC, akhir dari tiap quest yang kamu mainkan selalu sama yaitu antara menemukan robot atau menemukan audiolog. Monolog eksposisi dari karakter yang sudah tidak ada lagi ini menjadi satu-satunya sumber cerita yang kamu dapatkan dari game ini. Beberapa quest tentunya miliki cerita yang sangat bagus, hanya saja pembawaan ceritanya sangatlah membosankan karena kamu hanya memperolehnya lewat mendengar eksposisi karakter pada audiolog panjang yang bahkan tidak terdengar sama sekali apabila banyak musuh yang menyerang atau anggota party-mu sibuk berbicara hal lain.

Franchise Fallout mungkin tak pernah miliki cutscene kelas Hideo Kojima di tiap misi, tetapi dialog antara NPC dan pemain menjadi salah satu highlight dari franchise ini. Melihat persepsi NPC tersebut dan cabang cerita yang dapat dihasilkan lewat pilihan dialog membuat cerita di tiap quest kompleks dan mengasikkan untuk ditelusuri.  Destiny, game yang bahkan punya elemen RPG paling minimalistik dari studio yang belum pernah buat game RPG masih punya interaksi dengan antar karakter, dan Bethesda yang telah dikenal sebagai studio RPG justru lakukan keputusan bodoh semacam ini.


5. Fetch quest tanpa solusi alternatif

Kembali karena absennya NPC, Fallout 76 miliki quest yang pola yang sama. Kamu temukan catatan atau audiolog dari orang yang sudah mati, pergi dari poin A ke B, ambil catatan atau audiolog dari orang yang sudah mati, lalu diulang untuk ratusan quest selanjutnya. Apabila kamu beruntung, kamu akan temukan robot, tapi hanya sampai disana interaksi yang kamu dapatkan dari quest Fallout 76.

Ini tentunya mengecewakan untuk penggemar berat dari Fallout. Pada game sebelumnya khususnya  pre-Fallout 4, solusi alternatif selalu lebih baik dari solusi pertama. Solusi alternatif ini memberikan opsi kepada pemain dan dilema akan apa yang mereka anggap sebagai yang terbaik, serta memberikan replay value karena tiap build karakter bisa berpotensi menghasilkan jalan cerita yang berbeda pada quest tertentu. Tetapi lagi-lagi karena game ini tidak punya NPC, otomatis mayoritas quest tidak akan miliki solusi kedua selain dari konfrontasi senjata melawan mutan atau robot sebelum menemukan objek tertentu.

Ingat ketika kamu harus gunakan atribut S.P.E.C.I.A.L. ketika berbicara dengan NPC, ingat ketika quest tidak selalu harus diakhiri dengan konfrontasi senjata? Hal tersebut absen dari Fallout 76 dan membuat skill Charisma menjadi tidak relevan dan terpaksa diubah Bethesda menjadi semacam support/medic skill yang seharusnya lebih cocok menjadi bagian dari Intellegence atau Endurance.


6. Elemen RPG semakin streamline

Mulai dari Fallout pertama hingga New Vegas, sistem leveling pada franchise ini ialah kamu naikan skill mulai dari gun, lockpick, medicine, science dan lain-lain. Attribute S.P.E.C.I.A.L. tidak dapat diubah-ubah lagi dan hanya dapat diputuskan satu kali pada awal game. Setelah naikan skill, kamu akan memilih deretan opsi perk yang sesuai dengan tingkat skill yang kamu miliki. Tergolong sederhana dan standar untuk game RPG barat, tetapi membuat pemain selalu dilema akan skill apa yang harus difokuskan dan perk mana yang harus dipilih melihat semuanya memberikan efek yang tergolong OP kepada pemain.

Pada Fallout 4, sistem RPG ini dirombak dan diganti dengan sesuatu yang lebih streamline. Sistem leveling skill dibuang dan game sepenuhnya fokus pada S.P.E.C.I.A.L. berserta perk. Tiap level up kamu dapatkan satu poin yang bebas dipakai untuk naikan atribute S.P.E.C.I.A.L. atau membeli perk. Sistem RPG baru ini sempat kontroversial di mata fans karena ini karena mengurangi kompleksitas variasi playstyle dalam menghadapi quest di game. Tetapi fans melihat potensi akan sistem baru ini dan berharap dapat disempurnakan pada game selanjutnya.

Bethesda justru membuat sistem RPG game semakin streamline lagi lewat Fallout 76. Game masih gunakan sistem S.P.E.C.I.A.L. Tetapi kini fokus game ialah pada progresi kartu. Tiap kamu naik level, kamu dapatkan pack berisikan beberapa kartu yang nantinya ditaruh sesuai dengan attribute apa kartu tersebut didasarkan. Sistem progresi ini membuang strategi, kesan dilema dan rasa nafsu akan “role-play” dari game-game sebelumnya dan menggantikannya dengan RNG gacha yang nantinya kamu pasti akan memilih kartu yang kamu anggap terbaik dari pack tersebut. Lebih buruknya lagi ialah tidak ada sistem reset, jadi apabila kamu dapat RNG ampas sampai level maksimum, ya… persetan dengan build ampasmu.

7. Masalah teknis yang lebihi batas “wajar” Bethesda

Istilah “it’s not a bug, it’s a feature” menjadi istilah populer dari game Bethesda dan kita selalu menerima eksistensi dari bug di tiap game yang dikeluarkan studio ini karena tidak terlalu merusak pengalaman bermain dan terkesan wajar melihat betapa luasnya konten yang game miliki. Fans bahkan rela perbaiki sendiri bug yang ada disaat Bethesda sibuk mengurus hal lain karena sangking mencintai game-game yang mereka rilis. Tetapi layaknya hal-hal menjengkelkan lainnya, ada batas dimana bug itu tidak bisa diterima lagi.

Fallout 3 dan New Vegas merupakan dua game yang penuh bug dan hampir selalu crash di mesin modern, tetapi setidaknya bug tersebut ditutupi oleh aspek-aspek bagus yang game miliki. Ketimbang game yang kamu rilis begitu buruk dan di waktu yang sama begitu buggy, maka terlihat jelas apabila game tidak dibuat dengan kompeten.

Fallout 76 penuh dengan masalah teknis, mayoritas merusak pengalaman bermain dan bahkan beberapa datang dari game sebelumnya. Server game sendiri tidak semulus yang Todd Howard janjikan. Tak jarang kamu akan ditendang dari sesi bermain, membuatmu harus mengulang quest dari awal. Musuh tak jarang hidup kembali didepan mukamu atau tak bisa dibunuh karena hitbox-nya menghilang atau entah bagaimana. Bethesda telah rilis 5-6 patch saat ini dan semuanya berukuran sebesar game, tetapi game masih terlihat sangat buggy hingga saat ini. Untuk game yang klaim mereka merupakan “proyek terbesar Bethesda”, game tetap separah dulu dalam masalah teknis dan justru lebih parah.


Apa yang terjadi pada Fallout 76 dapat dikatakan tragis. Bethesda yang telah membangun reputasi sebagai salah satu developer terpercaya saat ini selama belasan tahun seketika berubah menjadi bahan tertawaan internet hanya karena satu game. Franchise game yang awalnya menjadi franchise yang begitu ikonik dan dipuja-puja oleh game seketika rusak reputasinya oleh satu game spin-off.

Apakah ada kesempatan kedua untuk Fallout 76? Bisa saja terjadi apabila Bethesda berani untuk terus perbaiki game ini, tetapi kemungkinan besar mereka hanya dapat perbaiki poin ketujuh dan tidak sentuh masalah pada desain game ini sendiri layaknya 6 poin lainnya. Tapi mungkin saja saya salah dan saya sangat berharap saya salah karena layaknya fans Fallout yang lain, saya ingin Fallout 76 jadi game bagus.

Gamer mungkin takkan dapatkan game Fallout baru dalam 5-6 tahun kedepannya melihat Bethesda kini fokus pada Starfield dan The Elder Scrolls VI. Namun mungkin itu untuk yang terbaik untuk saat ini.


Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item