7 Developer/Kreator Video Game yang “Berhenti Berkarya” di 2020

in

Menjadi kreator video game merupakan pekerjaan yang rumit sekaligus menyenangkan. Di satu sisi kamu akan bisa menuangkan passionmu untuk membuat sesuatu, namun di sisi lain proses untuk mencapainya hingga menjadi video game yang layak dimainkan tidaklah mudah. Menjadikan kepopuleran sebagai bonus atas kerja keras demi capai kualitas video game terbaik merupakan salah satu impian terbesar yang harus dicapai bersama tim pilihanmu.

Sayangnya, kreator video game pada umumnya tak memiliki nama besar selain nama perusahaannya. Tak heran, banyak gamer lebih mengenal Quantic Dream dan bukan David Cage sebagai kreator nyaris semua game yang mereka buat atau lebih mengenal Ryu ga Gotoku Studio dibanding nama Toshihiro Nagoshi sebagai kreator utama seri Yakuza. Padahal melalui tangan dingin merekalah video game bisa kamu nikmati. Mereka yang juga turut serta sebagai programmer, 3D artist, hingga sound design merupakan para talenta ahli di bidangnya yang juga termasuk dalam jajaran kreator video game.

Meskipun beberapa nama seperti Hideo Kojima merupakan segelintir dari banyaknya nama yang mungkin telah kamu kenal melalui berita video game. Namun kebanyakan dari mereka yang menjadi anggota tim justru tak dikenal sampai akhir hayatnya.

Melalui daftar ini kami akan memberikanmu nama para developer atau kreator video game yang harus “berhenti berkarya” karena telah dipanggil olehNya. Kamu mungkin tak mengenalnya, namun mengenal karyanya.

Note: Kami tidak menggunakan kata “meninggal” sebagai judul karena kurang sopan untuk hormati mereka.

7. Stephen Ash (Star Wars: Jedi Knight Mysteries of the Sith, Doom, dsb)


Stephen Ash merupakan programmer game senior yang memulai karirnya di industri video game bersama LucasArts. Ia ikut mengerjakan beberapa proyek seperti Star Wars: Jedi Knight Mysteries of the Sith, Grim Fandango, dan Outlaws. Ia kemudian direkrut oleh Ion Storm Dallas sebagai lead coder dari Daikatana. Karirnya berlanjut di Big Ape Productions, dan menjadi salah satu karyawan pertama dari Double Fine Productions.

Ash juga sempat mengerjakan koding sistem physics dari Psychonauts dan mekanik terbang dari Lair milik Factor 5.

Karirnya harus berakhir di id Software, di mana ia mengerjakan beberapa proyek mekanik gameplay yang kemudian digunakan untuk beberapa gamenya. Salah satunya adalah Doom, Wolfenstein: The Old Blood, Quake Champions, dan Doom VFR. Doom Eternal menjadi karya terakhirnya yang akan dirilis bulan Maret 2020 nanti, setelah ia tinggalkan industri video game untuk selamanya pada tanggal 28 Mei 2019 kemarin di umur 51 tahun.

6. Patrick Munnik (Horizon Zero Dawn, Killzone: Shadow Fall)


Patrick Munnik mengawali karirnya sebagai Project Manager di Navigram, sebuah perusahaan 3D design dan Getronics sebagai Customer Service Teknologi. Puncaknya adalah ketika Munnik bergabung dengan Guerilla Games pada tahun 2011. Selama bekerja di sana ia telah ikut mengerjakan proyek seperti Killzone: Shadow Fall dan game RPG pertama Guerilla, Horizon Zero Dawn sebagai Lead Producer. Sayangnya ia harus pergi untuk selamanya pada tanggal 13 Juni 2019 kemarin pada usia 44 tahun.

5. Takashi Iwade (Panzer Dragoon, Yakuza)


Takashi Iwade merupakan seorang veteran artist dari SEGA. Ia telah mengabdi pada perusahaan tersebut selama 25 tahun. Iwade merupakan satu dari desainer seri Panzer Dragoon. Ia adalah orang yang mengerjakan desain musuh utama Panzer Dragoon Saga sebagai Lead Enemy Designer dan bekerja secara umum sebagai Lead Artist. Tak hanya Panzer Dragoon, Iwade juga sempat mengerjakan seri Yakuza sebagai FX Lead Artist. Beberapa karyanya yang lain adalah Sega Rally 2 Championship dan Fist of the North Star: Lost Paradise. Iwade dipanggil olehNya pada tanggal 19 Agustus 2019 kemarin. Informasi kepergiannya diumumkan sendiri oleh rekannya, James Mielke yang sekaligus merupakan Creative Director dari Tigerton di Instagramnya.

4. Jose Zambrano (Dont Look Away)


Kiprahnya sebagai pendiri dari Stuido Studios tahun 2015 silam untuk membuat video game sebagai hobinya membuat Jose Zambrano dan rekan sejawatnya yakni Rob Canciello untuk menyeriusinya sebagai pekerjaan utama. Di bawah studionya tersebut ia dan Canciello berhasil membuat game VR berjudul Dont Look Away.

Kontribusinya sebagai developer juga ia lanjutkan dengan mengembangkan Latinx Community in Gaming. Zambrano juga merupakan salah satu pendiri server NYC Gaming Discord yang kemudian mengembangkannya sebagai komunitas antar gamer. Sayangnya, Zambrano harus tutup usia di usia yang sangat muda yakni 26 tahun seperti yang dikabarkan oleh teman baiknya, Rob Canciello di akun Twitter pribadinya.

3. Alec Holowka (Night in The Woods, Verge)


Alec Holowka merupakan seorang developer indie yang juga sekaligus pendiri dari dari Infinite Ammo, Infinite Fall, dan Bit Blot. Ia merupakan developer dari beberapa game indie seperti Aquaria, Owl Country, Paper Moon, Everyone Loves Active 2, Verge, Crayon Physics Deluxe, Offspring Fling, dan TowerFall Ascension. Holowka juga menjadi lead developer dari Night in The Woods. Namun sayangnya ia harus berpulang di usia yang cukup muda yakni 35 tahun karena bunuh diri pada tanggal 31 Agustus 2019 kemarin. Saudarinya menjelaskan bahwa Holowka adalah korban dari perlakuan kejam orang-orang di sekitarnya.

2. Steve Henifin (Death Stranding, Metal Gear Solid: The Twin Snakes, Metal Gear Solid V: Ground Zeroes, Metal Gear Solid V: The Phantom Pain)


Steve Henifin adalah orang yang bekerja di balik layar sebagai sound designer, composer, dan music department. Karyanya dimulai saat ia menjadi bagian editorial dari game The Terminator di tahun 1993. Ia juga mengerjakan musik dari beberapa ternama seperti Gex, Blood Omen: Legacy of Kain, Too Human, Metal Gear Solid: The Twin Snakes, Metal Gear Solid V: Ground Zeroes, dan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Karya terakhirnya adalah sebagai komposer musik tambahan yang tak masuk kredit di game Hideo Kojima terbaru, Death Stranding. Henifin juga sempat membuat studio musik gamenya sendiri bernama Hadal Studios. Sayangnya ia harus pergi pada tanggal 29 Juni 2019 kemarin.

1. Craig Goodman (Ratchet and Clank, Marvel’s Spider-Man)


Kanker memang menjadi salah satu penyakit yang sangat mematikan sampai kapanpun. Dan Craig Goodman merupakan seseorang yang akhirnya harus bertekuk lutut berkat serangan kanker otak yang dideranya. Goodman merupakan salah satu artist dari Insomniac Games, ia dikenal dengan karyanya di Ratchet and Clank sebagai penyedia artwork dan desain grafis terbanyak dalam gamenya. Membantu semua karakter yang sempat muncul dalam gamenya menjadi lebih hidup.

Selain bekerja di Insomniac, Goodman juga ikut bekerjasama dengan perusahaan lain untuk merampungkan beberapa proyeknya seperti Sunset Overdrive, Fure, Outernauts, dan Myth III: The Wolf Age. Ia juga merupakan Principal Technical Artist dari game tersukses Insomniac tahun 2018 silam, Marvel’s Spider-Man. Berita kepergiannya diumumkan langsung oleh akun Twitter Insomniac Games pada tanggal 14 Oktober 2019. Selamat jalan Craig!


Itulah 7 developer/kreator video game yang harus berhenti berkarya di tahun 2020. Mereka mungkin tak kamu kenali, namun karya mereka bisa kamu nikmati hingga detik ini. Selamat jalan di kehidupan selanjutnya dan press f to pay respects.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor. Japanese related video games articles. I have no friends. Contact him at [email protected] or click one of his social media accounts below.