7 Hal yang Hanya Gamer Pirate yang Tahu Sakitnya

pirate pepe 1

Pembajakan bukanlah masalah sepele lagi untuk PC gaming. Alasan developer tampaknya lebih nyaman merilis game di console adalah pembajakan di console lebih rendah dan lebih terurus dibandingkan di PC yang semakin lama semakin merajarela.

Gamer yang memakai versi bajakan ini miliki alasan sendiri-sendiri, mulai dari tak ada uang karena harga game yang begitu mahal di negaranya, region locked, tak ada akses untuk membeli game tersebut secara digital karena versi fisik semakin langka ditemukan, atau hanya sekedar menjadi douchebag dan tak mau support developer meskipun puas dengan game yang dimainkan.

Dan yang namanya bermain secara illegal, tentunya ada resiko sendiri. Tetapi gamer bajakan ini terkadang tak peduli akan resiko tersebut selama masih bisa main. Maka dari itu berikut adalah 7 hal yang hanya gamer bajakan yang tahu sakitnya.


7. Terkena virus, malware, trojan, atau file berbahaya lainnya

Paling utama sekaligus yang paling sering dijumpai gamer bajakan adalah virus. Terkadang mereka mendownload sembarangan di website yang tak terpercaya yang diam-diam suntikkan virus, malware, trojan ataupun yang lainnya lewat website atau bahkan file game tersebut. Kamu mungkin bisa mainkan game dengan gratis, tapi kamu takkan pernah tahu kapan PC-mu akan tewas mendadak atau film privasimu dicuri orang tak bertanggung jawab.

Yang paling “trend” saat ini adalah adanya trojan bitcoin miner didalam file game. Jadi ketika kamu jalankan file tersebut, GPU dan CPU-mu secara diam-diam digunakan untuk hasilkan bitcoin untuk si pelaku. Alhasil, performa PC-mu anjlok dan jauh lebih buruk dari biasanya. File trojan ini biasanya disembunyikan dengan sangat baik oleh si pelaku, membuat korbannya kesulitan untuk menghapus trojan tersebut.


6. Musik dari installer yang kadang berisik ataupun ngejutin

 

Pernahkah kamu gunakan headset yang volumenya full sebelum ingin menginstall game, dan disaat kamu buka installer tersebut, telingamu langsung pecah karena musik yang ada di installer tersebut? Yup, bahkan jika kamu sudah sering install game bajakan, kamu bisa saja sering lupa bakal ada musik electronic yang akan muncul dan kamu harus cari tahu letak dimana tombol mute untuk musik tersebut. Bayangkan jika kamu install game bajakan ini saat lagi di tempat umum, dan kamu lupa matikan suara pada laptop. Seberapa malukah kamu tiba-tiba putar musik berisik di tengah orang banyak?

Yang satu ini mungkin sedikit subjektif. Beberapa orang mungkin senang mendengari musik ini, dan banyak juga yang tidak. Tapi tak perlu waktu lama sebelum musik ini menjadi mengganggu telinga selagi proses instalasi.


5. Tak bisa multiplayer, atau gunakan fitur online lainnya

Kamu main game yang harusnya dibayar dulu dengan gratis, jadi wajar saja jika kamu tak dapatkan 100% konten yang ditawarkan game khususnya di era modern seperti ini. Ada alasan kenapa developer sekarang doyan membuat multiplayer untuk game mereka. Selain memang trend dan banyak disukai, multiplayer ini hanya bisa diakses oleh mereka-mereka yang beli saja. Membuat gamer bajakan galau dan mungkin tertarik beli game agar bisa ikut cicipi multiplayer yang ditawarkan developer.

Kalaupun ada crack untuk fitur multiplayer game tersebut, prosesnya selalu saja merepotkan dan bertele-tele. Dan apabila ketahuan oleh pihak developer, tak jarang server bajakan tersebut dimatikan langsung oleh developer.


4. Menunggu proteksi Denuvo dibobol

Denuvo sebagai software pelindung dari para pembobol sampai saat ini masih hidup dan terus diperbarui. Keunggulan dari anti-tamper ini juga semakin diminati oleh para publisher agar game mereka tidak dibajak, yang berarti makin banyak gamer yang terpaksa beli game tersebut jika memang benar-benar mau main.

Meskipun ada kehadiran satu grup cracker yang masih berusaha kalahkan Denuvo ini, dan mereka satu-dua kali berhasil bobol game Denuvo dalam waktu singkat, gamer bajakan masih tetap akan shock tiap kali ada berita game yang akan datang ternyata gunakan Denuvo. Belum lagi dengan betapa aktifnya Denuvo dalam memperbarui software mereka, membuat grup cracker harus cari cara baru untuk membobol proteksi mereka tiap kali diperbarui.


3. Server download mati sebelum download selesai

Jika kamu membeli game secara legal, kamu takkan pernah takut akan ada masalah dalam proses downloading. Kamu hanya perlu beberapa klik untuk download game, dan soal instalasi akan diurus sendiri oleh DRM. Untuk gamer bajakan, akan ditantangi sedikit, tetapi wajar saja melihat mereka mencuri game tersebut. Pertama kamu harus dihadapi dengan mencari link download yang biasanya ditumpuki oleh tumpukan iklan yang harus kamu hadapi dulu sebelum temukan link download.

Kedua, server link download tersebut bisa mati kapan saja karena masalah copyright. Jadi downloadmu yang berada di 70% atau bahkan 99% harus dibatalkan dan tak bisa diselesaikan. Bahkan jika si upload memberikan link baru, kamu harus download ulang dari 0% dan bisa saja server akan dimatikan lagi jika ketahuan.


2. Mencoba download torrent yang leachnya lebih banyak dari seed

Apabila kamu lebih doyan menggunakan torrent untuk bajak game, maka istilah seed dan leach bukan istilah yang asing lagi bagimu. Semakin banyak jumlah seeder, maka torrent akan semakin cepat, karena sistem torrent tidak sama dengan sistem server download biasa. Kamu bukanlah mendownload dari sebuah server download tetapi dari pengguna lain yang punya file yang sama di komputer mereka.

Semakin banyak jumlah leacher (mereka yang tidak mau melakukan seeding setelah download), maka download semakin lama semakin lelet atau bahkan tidak terdownload sama sekali lagi. Hal ini sering terjadi di game yang baru dibajak dan dirilis di torrent, para gamer bajakan saling rebutan untuk dapatkan file tapi tak mau melakukan seeding agar yang lain juga bisa ikut selesaikan download mereka. Jadi ya, bahkan mereka yang ambil gratisan pelitnya minta ampun.


1. Melihat developer dari game yang kamu bajak ditutup

Untuk menjadi sukses, studio game harus bisa jual game sebanyak mungkin, dan orang hanya mau membeli game yang menurut mereka bagus. Jadi seharusnya developer yang terus membuat game bagus itu akan sukses bukan? Sayangnya tidak. Membuat game sebagus apapun takkan menjamin studio tersebut sukses apabila game mereka tak terjual dengan baik, dan salah satu orang yang bisa disalahkan adalah kamu si gamer bajakan.

Bayangkan mereka dengan susah payah membuat gamer suka, dan gamernya sendiri tidak mau memberikan uang kepada mereka akan produk bagus tersebut. Ratusan orang kehilangan perkerjaan mereka karena kamu tak mau memberikan sepeser uang kalian sebagai support. Tidakkah kamu merasa bersalah sedikit studio tersebut ditutup karena kamu dan ribuan orang pembajak lainnya bermain secara ilegal karya studio tersebut? Kini kamu tak tahu game bagus seperti apa yang bisa saja mereka buat andaikan mereka “masih hidup”.


 

Exit mobile version