7 Video Game Kelewat Singkat yang Bisa Ditamatin Sambil Merem

in
Man Of Medan

Jika beberapa video game umumnya memiliki durasi yang sangat panjang, maka ada beberapa game yang tak memilikinya sama sekali. Entah disebabkan karena memang ceritanya pendek, fokus cerita, minimnya side-quest, atau gamenya terlalu linear dan lurus-lurus saja.

Tentu saja durasi pendek ini tak memberikan stigma bahwa game dengan harga kurang lebih $40-$60 tersebut cukup oke untuk dibeli atau tidak, atau bahasa gaulnya “worth atau ngga harga segitu”. Karena umumnya, harga menunjukkan kualitas entah dari desain dunia, konsep, gameplay, cerita, hingga berapa pemasarannya.

Saking pendeknya game-game tersebut, ibaratnya kamu bisa menamatkannya sambil merem. Lantas apa saja judul-judulnya? Berikut 7 video game kelewat singkat yang bisa ditamatin sambil merem.

7. Murdered: Soul Suspect (6-7 Jam)

Siapa sangka kisah seorang detektif bernama Ronan O’Connor yang terbunuh saat menyelidiki kasus pembunuhan dengan tersangka yang dijuluki Bell Killer merupakan suguhan super singkat dari Murdered: Soul Suspect. Player akan memerankan hantu dari Ronan demi mengejar siapa Bell Killer dan mengadilinya sebelum akhirnya bertemu mendiang istrinya di akhirat.

Gameplaynya sendiri bisa dibilang cukup simple, namun sayangnya durasi ceritanya yang sekitar 6-7 jam saja bisa membuatmu ingin lagi dan lagi. Entah melihat sekuel, kelanjutan kisah maupun spin-off dari kasus Ronan, atau yang lain. Sayangnya Airtight Games dan Square-Enix enggan memberikannya hingga detik ini mengingat gamenya sendiri biasa saja dan tidak sespektakuler yang lain.

6. The Order: 1886 (5-6 Jam)

The Order: 1886 merupakan salah satu game untuk menunjukkan benchmark PlayStation 4 saat pertamakali dirilis. Game yang gabungkan adegan animasi 3D yang dibuat dalam software 3D dan gameplay dari enginenya ini berhasil memukau banyak player karena transisi keduanya terlihat sangat halus tanpa cela dan perbedaan tertentu.

Kamu akan memainkan seorang tentara dari konsep dunia yang merupakan campuran antara zaman sejarah dan fantasy demi melawan para werewolf yang masih sisakan tanda tanya hingga akhir kisahnya karena endingnya yang kentang. Terlebih dengan gameplaynya yang super singkat yakni sekitar 5-6 jam saja. Sebuah durasi yang tak bisa dimaafkan mengingat ceritanya baru saja masuk.

5. Firewatch (3-4 Jam)

Game indie yang satu ini akan ajak player untuk memainkan seorang penjaga hutan bernama Hank untuk menghindari kecelakaan yang disebabkan manusia seperti pembakaran hutan. Pada awalnya ia akan sendirian tanpa tahu apa yang harus dilakukan, tetapi perlahan namun pasti ia akan dihadapkan dengan ragam kehidupan, peristiwa, dan misteri unik yang tersimpan di hutan yang ia jaga. Termasuk curhatannya dengan bosnya, Delilah di radio.

Di sepanjang perjalanan kamu akan sendirian dan hiburanmu hanyalah suara bosmu yang berbicara tentang kehidupannya dan Hank. Hubunganmu dengan bosmu akan ditentukan dengan pilihan, hingga akhirnya kamu menuju konklusi cerita dengan karakter yang muncul di akhir permainannya yang sangat pendek yakni sekitar 3-4 jam saja.

4. Transistor (6-7 Jam)

Transistor merupakan game action RPG lain dari Supergiant Games, developer Hades yang sangat menakjubkan di tahun 2020. Meski tak sekeren game sebelumnya, Bastion, namun Transistor masih menganut ragam elemen menawan seperti real-time strategy, upgrade, dan tentu saja setting dunia cyberpunk yang super keren.

Permainannya memang sangat pendek yakni sekitar 6-7 jam saja, namun semua elemen yang disajikan dikemas secara sempurna. Pendeknya gameplay sebenarnya bisa ditambahkan menjadi lebih lama dengan ragam side-quest atau challenge tersembunyi, namun mereka enggan melakukannya.

3. Mirror’s Edge (6-7 Jam)

Fitur parkour memang bukan hal baru yang diimplementasikan dalam video game, namun jika dilihat dari sejarahnya, sejauh ini baru Assassin’s Creed yang bisa implementasikannya dengan sangat baik. Menariknya, Mirror’s Edge mencoba kacamata baru yang gabungkan parkour dengan sudut pandang kamera orang pertama atau first-person yang bisa dibayangkan akan cukup merepotkan jika player tak terbiasa.

Player akan memerankan Faith, seorang kurir parkour yang tergabung dalam sebuah organisasi bernama Runners yang bertugas untuk mengirimkan pesan secara tersembunyi demi menghindari pengawasan pemerintah setempat.

Dengan kisah menarik dan konsep dunia futuristik yang keren, Mirror’s Edge memang berhasil memukau beragam player meskipun banyak yang mengkritik bahwa desain level yang tak bebas membuat gamenya hanya bisa dimainkan dengan sekali jalan. Namun hal yang lebih mengecewakan adalah durasinya yang pendek yakni sekitar 6-7 jam saja.

2. The Dark Pictures Anthology: Man of Medan (4-5 Jam)

Pecinta Until Dawn yang eksklusif untuk PlayStation 4 dengan cerita dan gameplay yang berhasil buat siapapun takut karena hal baru yang diberikan tentu akan sangat senang dengan kehadiran The Dark Pictures Anthology milik Bandai Namco. Dibuat oleh developer yang sama yakni Supermassive Games, seri ini akan mencoba bercerita tentang ragam kisah horror yang berbeda dengan iterasi pertamanya berjudul Man of Medan.

Dengan durasi permainan kurang lebih 4-5 jam tentu akan membuat player yang memainkannya kecewa dan menganggap bahwa Man of Medan adalah salah satu proyek eksperimen mereka. Ini karena mereka terlalu fokus pada beberapa area penting dalam gamenya dengan ragam plot yang masih belum rampung dikerjakan. Tak seperti Until Dawn yang fokus pada musuh utama gamenya.

1. Inside (3-4 Jam)

Inside akan ajak player memainkan seorang anak lelaki tanpa nama yang kabur dari orang-orang yang memenjarakannya. Dalam perjalanan pelariannya, anak ini akan menemukan hal-hal menyeramkan dan sangat kejam hingga akhir cerita dengan twist yang sangat tak diduga. Durasi permainannya yang pendek yakni sekitar 3-4 jam saja bakal membuatmu cukup kecewa, namun entah kenapa puas dalam waktu yang bersamaan.


Itulah 7 video game kelewat singkat yang bisa ditamatin sambil merem, apakah kamu sudah pernah memainkannya? Atau mungkin ada yang kelewatan dan tak sempat kami masukkan dalam daftar di atas? Seperti biasa kamu bisa cantumin di kolom komentar di bawah.

Saat ini website kami menggunakan Disqus untuk memberikan komentar, kamu bisa scroll ke bawah dan masukkan komentarmu. Kamu tak perlu susah-susah menunggu kami sharing artikel ini di Facebook hanya untuk berkomentar.

Ingin membaca artikel seperti ini lagi? Kamu bisa mengunjungi laman G|List kami untuk tahu apa saja yang ada di industri ini yang mungkin belum pernah diceritakan sama sekali melalui berita atau yang lain.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor. Have passive ability to easily forgotten by people. Open to try new video games, but still hooked by Apex Legends.

You have PR and Review? Contact him at [email protected] or click one of his social media accounts below (Read his article and scroll until you found this profile).

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published.