8 Alasan Paling Klasik Saat Kalah Game Online

Eoheodoxeaet1iq

Kamu bermain game multiplayer online, kamu kalah total, kamu tak mau merasa malu akan kekalahan tersebut maka kamu membuat rangkaian kalimat untuk membuat dirimu terkesan tidak seburuk yang dilihat musuh. Kini kamu merasa lebih percaya diri karena tampaknya bohongmu dipercayai oleh musuh, atau mungkin malah sebaliknya dimana kamu malah dibuat tambah malu karena musuh tahu jika perkataanmu itu hanyalah alasan semata yang begitu klise dipakai oleh ratusan pemain lain yang mereka kalahkan. Saatnya untuk mencari alasan baru, namun tampaknya kamu kehabisan ide dan terus keluarkan berbagai ungkapan bohong klise lainnya yang sering keluar dari mulut seseorang tiap kali kalah. Kini satu-satunya pilihan untukmu adalah berharap game selesai dan kamu bisa berhenti bermain dan menangis di pojokan.

Mari jujur saja, kita semua pernah bohong seperti ini saat bermain video game. Dari berbagai alasan yang bisa kamu buat, ada beberapa yang paling sering digunakan oleh gamer hingga terkesan begitu klise layaknya plot dari sebuah sinetron yang tayang tiap jam 7 malam di salah satu channel televisi. Berikut adalah 10 alasan klasik yang sering digunakan gamer saat kalah game online.


1. Lag

Tak usah malu-malu, silahkan angkat tangan yang merasa pernah gunakan “lag” sebagai alasan kegagalanmu saat bermain video game. Lag menjadi alasan paling klasik yang sudah ada sejak online gaming diciptakan. Hal ini karena semua gamer pernah merasakan sendiri yang namanya lag serta betapa menjengkelkan rasanya apabila hal tersebut terjadi. Menggunakan lag sebagai alasan kegagalanmu seakan menjadi cara paling mudah untuk membuat musuh tak melihatmu sebagai pemain yang payah. Sayangnya pemain yang mengalami lag atau tidak bisa dilihat dengan mudah. Apabila dia terlihat seakan berusaha untuk bermain, dasaran performa bermainnya saja yang tak bagus, bisa dipastikan jika dia berbohong akan lagging. Tapi kita tak pernah tahu, mungkin saja pemain tersebut benar-benar alami lag dan kebetulan saja lag tersebut terjadi di tiap kali kamu membunuhnya.


2. “Udah Lama Nggak Main”

Gamer juga punya kehidupan. Mereka perlu sekolah, kuliah ataupun kerja, membuat mereka terkadang harus ucapkan selamat tinggal kepada game favorit mereka dalam periode waktu tertentu. Namun terkadang ini menjadi alasan klasik disaat pemain tersebut bermain payah. Apabila kamu bertemu dengan pemain seperti ini, coba lihat kembali profil mereka dan lihat seberapa lama dia bermain game tersebut dalam 2 minggu terakhir. Apabila benar dia baru kembali bermain game tersebut, mungkin bisa dimengerti karena game terkadang sering berubah lewat patch baru atau refleks dan memorinya akan game tersebut sedikit menghilang karena tak diasah lagi. Tetapi dari pengalaman saya yang bertemu pemain dengan ungkapan seperti ini, kebanyakan hanyalah pembohong semata yang telah habiskan waktu 24+ jam bermain game tersebut dalam 2 minggu terakhir. Nice try, but not good enough.


3. Masalah Dengan Mouse/Keyboard/Controller

Mulai dari zaman mouse masih gunakan bola, sering saya dipertemukan dengan orang yang mengetik “mouse gua bolanya macet” atau semacamnya setiap kali pemain tersebut alami pertandingan yang buruk. Belasan tahun kemudian dimana mouse tak lagi gunakan bola, kini alasan baru yang dipakai adalah “wireless mouse gua habis baterai” atau juga “gua nggak biasa sama ini mouse”.

Di console sendiri, “controller habis baterai” atau “analog rusak” sering menjadi alasan klasik. Terkadang ada benarnya jika gamer tersebut alami masalah, namun lebih banyak lagi gunakan ini sebagai alasan gamer tersebut tak terlihat buruk.


4. Terganggu Konsentrasi

Tidakkah menyebalkan disaat kamu bermain dan mendadak ada kucing yang naik keatas meja dan berdiri di depan monitor, atau mungkin kolam berenangmu tiba-tiba keluarkan api entah bagaimana? Apapun itu, ada banyak hal yang bisa mengganggu konsentrasimu bermain. Kini kamu bisa gunakan alasan tersebut untuk membuatmu tak malu dilihat temanmu yang terus memakimu karena bidikanmu ke musuh tak ada yang kena di ronde Counter Strike: Global Offensive.


5. Salahkan Game

Apabila kamu sering bermain game multiplayer, pasti pernah setidaknya satu kali kamu mendengar temanmu salahkan bug untuk kegagalan pemain tersebut. Terkadang untuk menutup malu karena gagal akan sesuatu, seorang gamer membuat bug fantasi mereka sendiri dan salahkan game atas kegagalannya.

Alasan seperti “gua udah tekan tombolnya, tapi nggak mau keluar x” atau “tadi gua stuck disini beberapa detik” menjadi beberapa yang paling sering saya dengar dan bahkan saya gunakan sendiri baru-baru ini saat bermain PlayerUnknown’s Battlegrounds.


6. “Tim Gua Jelek”

Terkecuali untuk game fighting, kebanyakan game online mendorongmu untuk bermain sebagai tim dengan rekan-rekanmu yang datang dari mana saja. Karena tak tahu akan siapa saja rekan tim ini terkadang salah satu pemain menggunakan rekan timnya sebagai alasan dibalik kekalahannya.

Disinilah lahirnya budaya toxic dari bermain game multiplayer online. Pada game populer seperti DOTA 2, Overwatch, League of Legends, dll, ini menjadi pemandangan yang sudah biasa. Apabila kamu bermain di ranked match khususnya pada level yang tinggi, semua pemain seharusnya miliki tingkat skill yang sama, membuat kekalahanmu pada dasarnya selalu karena tak ada kerja sama tim yang harmonis dan setiap kesalahan berakhir dengan ocehan panas antar tim ketimbang menjadi pelajaran untuk memperbaiki permainan. Ya, saya tahu akan keberadaan smutf dan account buyer, tetapi tetap saja ada kesempatan menang jika kamu bisa bermain sebagai tim ketimbang saling adu mulut. Dan apabila masih tetap kalah, mungkin terima saja jika kalian gagal sebagai tim dan berhenti salahkan pemain ini itu.


7. “Belum siap”, “Masih pemanasan”

Online gaming dipenuhi dengan gamer sombong yang merasa dirinya adalah yang terbaik. Tak jarang mereka gunakan ucapan seperti “Belum siap, tunggu aja nanti” seakan untuk membuktikan seberapa hebatnya dia di game ini. Dia seakan memancingmu untuk menjadi panas dan bermain ceroboh agar dia dapat membunuhmu dengan mudah, dan pemain seperti ini yang terkadang membuat pertandingan semakin bertambah memuaskan untuk dimenangkan karena kamu kini bisa ejek dia sampe rage quit dari pertandingan tersebut.


8. Nuduh Musuhnya Nge-Cheat

Yang satu ini lebih seperti fitnah, tapi bisa dihitung sebagai salah satu alasan paling klasik ketikan kalah. Banyak gamer yang bermain terlalu sering game tersebut dan membuatnya miliki refleks cepat ala spiderman. Akan tetapi pemain seperti ini akan sering menjadi sasaran untuk dilihat musuh sebagai “cheater”. Maka tak jarang musuh gunakan ungkapan seperti “bagus banget cheat lu” untuk membuat si pemain jago tersebut terlihat rendah oleh rekan timnya dan membuat dirinya lebih percaya diri sedikit setelah dibantai olehnya.

Cheater memang menjadi masalah serius di game online, namun keberadaannya bisa dibedakan antara yang memang jago dengan yang menggunakan program bantuan. Apabila gamer tersebut tak terbukti menggunakan program apapun, siap-siap saja kamu menjadi bahan ejekan dari pemain tersebut.


Exit mobile version