9 Video Game Dengan Optimalisasi Terburuk Sepanjang Masa

in

Video game itu bagaikan sebuah produk yang harus melalui berbagai uji coba sebelum dipasarkan. Berbagai perusahaan game memiliki divisi Game Tester. Divisi ini berguna untuk memastikan apakah suatu game yang sedang dikembangkan memiliki kecatatan atau tidak karena akan dibenarkan kalau iya. Lalu, bagaimana suatu game bisa tidak optimal bisa itu dalam performa atau ada sesuatu yang tidak seharusnya begitu?

Game tidak optimal bisa terjadi dengan beberapa kondisi tentunya, yaitu; Bisa jadi game itu belum selesai, atau adanya miss yang kritikal yang tidak memperhatikan performa dari game tersebut. Terlepas dari itu semua, game yang tidak optimal masih saja ada sampai sekarang. Oleh karena itu, kali ini Gamebrott akan memberikan list game-game apa saja yang paling tidak optimal. Mari kita simak:

1. Batman Arkham Knight

Game buatan Rocksteady Studio yang rilis pada tahun 2015 silam ini menuai banyak kecaman dari para fans setia game ini. Walaupun memiliki grafik yang sangat ciamik dengan detail yang luar biasa padat ditambah gameplay yang tidak terasa kaku, tetap saja game ini sangat tidak optimal untuk versi PCnya.

Game ini sangat tidak optimal dalam masalah performa. Bayangkan, kalian sudah menggunakan GPU tergolong High End dan masih saja mendapatkan FPS yang drop parah hingga masuk keangka belasan. Ya seperti itu kenyataannya. Seorang user Cadattack13 melakukan komplain ke steam community. Ia membeberkan bahwa Batman Arkham Knight yang ia mainkan berjalan pada FPS 3-15 padahal GPU yang ia gunakan adalah GTX 980 Ti.

Selain itu, juga banyak suttering (delay frame yang membuat game seperti ngadet sementara)  yang membuat game ini seperti cinematik stop motion movie. Stuttering ini terjadi ketika game ini dimainkan dalam dx11.

Kabarnya masalah performa di game ini sudah difix untuk PC.


2. Dishonored 2

Sebelum dirilis, game ini termasuk game yang paling dinanti pada tahun 2016. Kesuksesan Dishonored seri pertama yang mungkin menjadi alasannya. Ketika para gamer sudah senang berbelanja dengan game-game bagus lainnya di waktu yang sama, tiba-tiba saja game ini merusak segalanya dengan masalah performanya di PC.

Game ini memang memiliki grafik yang sangat bagus untuk game dijamannya, tapi ada satu kendala. Kendala tersebut adalah skala preset grafik yang disediakan. Ada 6 preset grafik di game ini, yaitu: Very Low, Low, Medium, High, Very High, dan Ultra. Dengan banyaknya preset ini pasti kalian berpikir bisa sangat menyesuaikan grafik di PC kalian dengan optimal bukan? Tidak untuk yang satu ini.

Walaupun sudah menggunakan GPU kencang juga ketika di ubah dari Maximum preset (Ultra) menjadi Minimum preset (Very Low) tidak menambahkan FPS sangat banyak. Dengan GTX 1070 sendiri, saat memakai preset Ultra dengan resolusi 1440p mendapatkan FPS sekitar 47 saat kompleks scene dan saat diset Very Low mendapatkan 69fps. Selisih 50% tersebut sangatlah kecil bila digunakan dibedakan dalam 6 preset sementara game sekelas GTA 5 dapat bertambah puluhan FPS hanya dengan menurunkan atau menaikkan 1 preset saja.

Dengan kendala tersebut, tidak sedikit gamer yang menganggap game ini adalah versi Batman Arkham Knightnya 2016.


3. Grand Theft Auto IV

Sama halnya ketika para gamer menunggu kehadiran game Dishonored 2, menunggu 1 bulan untuk perilisannya di PC setelah dirilis di Xbox 360 dan PS3. Dengan sabar menanti game yang mereka idamkan sambil bermain game-game lainnya yang sama dengan game ini. Eh malah semua itu dibayar dengan pahitnya performa game ini setelah dikeluarkan di PC.

Mengapa demikian? Game ini memiliki optimalisasi performa yang sangat buruk ketika dirilis di PC. Stuttering parah yang bahkan membuat game ini sangat tidak playable. Buang semua harapan ketika kalian sudah merasa aman dengan menggunakan GPU High End, game ini tidak sebaik yang kalian kira.

Untungnya ada patch yang membetulkan masalah tersebut tetapi patch ini keluar dalam waktu yang sangat lama semenjak perilisan.


4. Saints Row 2

Game THQ ini hadir dengan kecupan manis dengan tingkat penjualan yang sangat tinggi saat perilisannya untuk Xbox 360 dan PS3. Lalu bagaimana dengan PC? Ya lagi-lagi bermasalah.

Masalah yang ada berupa optimalisasi control karakter dalam game ini saat menggunakan gamepad. Biasanya, kalian bisa langsung bermain hanya dengan menancapkan controller Xbox. Nah, ini menggunakan controller Xbox saja susah harus setting dulu apalagi pakai controller biasa.

Tak hanya itu, sama seperti masalah game lainnya, yaitu performa grafik. Stuttering dalam game ini sangat terasa sama seperti GTA IV dan butuh dimod untuk mengoptimalkan game ini agar dapat dimainkan dalam framerate yang playable


5. Resident Evil 4

Siapa yang tidak tahu game ini? Game franchise Capcom yang satu ini, Resident Evil mulai banyak memberikan gamer dengan pengalaman bermain yang bagus dengan menembak-nembak zombie. Ternyata dalam seri sebelumnya, yaitu Resident Evil 4 dulunya mengalami hal buruk dalam perilisan perdananya di PC.

Game ini hadir dengan resolusi grafik yang bisa dibilang jelek dibandingkan dengan veri PS2nya. Ditambah lagi dengan tanpa adanya support untuk menggunakan mouse dan buruknya kontrol dan opsi grafik kurang. Sampai-sampai komunitas mod membuat mod khusus agar game ini dapat dimainkan dengan gamepad, tekstur HD, peningkatan model, dan membuat lingkungan dalam game ini terlihat indah.


6. Assassin’s Creed: Unity

Salah satu game franchise Ubisoft yang mendapatkan banyak rating bagus karena game yang kaya akan cerita sejarah ini dinodai oleh kehadiran Assassin’s Creed: Unity. Game yang dulunya dinanti-nanti oleh para gamer hanya tiba membawa mimpi buruk. Game ini memiliki optimalisasi yang sangat buruk di semua platform termasuk PC.

Masalah yang dimaksud adalah optimalisasi grafik yang sangat buruk bahkan game Assassin’s Creed: Syndicate yang lebih berat mendapatkan FPS yang lebih. Belum lagi banyaknya bug yang ada dalam game ini. Dan yang paling parah? Game ini dulu tidak bisa dijalankan di GPU AMD walaupun sudah memakai yang kencang.

Butuh waktu yang lama untuk Ubisoft dapat membenahi game ini. Meskipun begitu, performa yang dibetulkan tetap tidak terasa jauh sampai sekarang.


7. Dark Souls

Sepertinya Bandai Namco melakukan kesalahan fatal dalam perilisan perdana game ini di PC. Game RPG dengan bertajuk kegelapan dan kematian ini rupanya menuai banyak protes dari para gamer.

Bagaimana tidak? Game ini hadir dengan bug yang sangat banyak, opsi grafik yang buruk, dan yang paling parah, sangat tidak playable bila dimainkan dengan keyboard dan mouse. Game ini dulunya sangat tidak playable sekali sampai mod khusus yang dibuat oleh modder Durante datang. Ia membetulkan banyak hal seperti menambahkan opsi grafik, menstabilkan performa, membuat resolusi yang bagus, fix untuk HUD, dan optimalkan game ini.

Bagi para gamer, modder yang satu ini adalah seorang pahlawan. Tidak mungkin mereka bisa benar-benar menikmati game ini dengan cepat tanpa adanya Durante karena biasa patch fix datang sangat terlambat dan itu juga tidak terlalu mengubah.


8. Watch Dogs

Game Ubisoft yang satu ini dulunya sempat mendapatkan rating positif dari gamer. Kenapa demikian? Karena trailer game ini yang dipertunjukkan di E3 2012 lalu memiliki grafis yang sangat bagus pada jamannya. Lalu, setelah perilisan, tiba-tiba saja grafis dalam game ini sangat berkurang sehingga mengecewakan para gamer. Bukan hanya itu, game ini juga datang dengan optimalisasi yang buruk.

Performa yang ada dalam game ini bisa dibilang juga sama jeleknya dengan GTA IV. Saking buruknya bahkan ketika dimainkan dengan GPU kencang sekalipun tetap terasa berat. Hal ini bukan menjadi masalah kalau game yang dimaksud memiliki grafik yang sangat bagus dan memang terasa grafik next-gen.

Sebagai contoh, seorang user Reddit Diet_Water mengatakan bahwa saat game ini dijalankan menggunakan GTX 770 yang notabene harusnya kuat malah hanya mendapatkan 30fps saja. Enggak hanya itu, di kolom komennya juga ada yang mengatakan bahwa user Totalbiscuit mendapatkan 60fps dalam ultra dan itu juga tidak konsisten 60fps dengan GTX Titan SLInya.


9. Star Citizen

Game buatan Cloud Imperium Games ini juga banyak dinanti oleh para gamer dulunya. Gamer menanti-nanti game ini karena kapan lagi ada mode online multiplayer dengan berlatar ruang angkasa. Ditambah lagi dengan banyaknya exkspansi-ekspansi update yang disediakan. Namun, game ini juga samanya memberikan pengalaman gaming yang mengecewakan karena optimalisasi yang kurang.

Masalah game ini sama seperti masalah di Watch Dogs, yaitu performa. Bayangkan saja, GTX 1070 dengan max setting mendapatkan 30fps-60fps dengan stutter yang sangat parah. Kalau kalian penasaran seberapa parahnya bisa diliat di video dibawah yang menggunakan GTX 1080:


Itulah list game yang paling tidak optimal yang pernah masuk untuk merusak hari-hari para gamer. Mungkin kalian dapat memilah mana game yang seharusnya kalian mainkan dan mana yang tidak dengan list ini. Semoga bermanfaat.

Farhan

Written by Farhan

Give up until success. When success, don't forget to give up.