Anak Berusia 16 Tahun Membuat Petisi Online Terkait “Tolak Fatwa Haram dan Pemblokiran PUBG”


Belakangan ini ramai perbincangan mengenai fatwa “haram” untuk game online yang tengah ramai juga diperbincangkan PUBG Mobile kemudian dikaji oleh lembaga pemerintah, yaitu MUI hingga Kominfo yang juga memberikan batasan waktu terhadap game battle royale sejuta umat ini.

Pro dan kontra mewarnai kejadian tersebut hingga mengundang seorang anak berusia 16 tahun bernama Jeremi Lourdes membuat petisi online berisi tentang penolakan terhadap fatwa “haram” dan penolakkan pemblokiran PUBG Mobile. Petisi yang per tulisan ini dibuat telah mencapai 13.727 tanda tangan dengan target 15.000 tanda tangan di Change.org.

Yang menarik petisi penolakkan tersebut ditujukkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, yaitu Bapak Joko Widodo selain juga kepada pihak-pihak terkait lainnya seperti Kominfo dan MUI. Dalam deskripsinya di petisi online tersebut Jeremi lebih menyerukkan bahwa.

…….

Meskipun begitu saya setuju game PUBG diblokir, asalkan, semua game bertema peperangan dan tembak-tembakan di media apapun (smartphone dan tempat bermain di mall) juga dihilangkan, bukan hanya PUBG, semua film yang bertemakan peperangan dan perkelahian bersenjata (baik itu di bioskop maupun di televisi) juga diblokir. Sekalian kalau memungkinkan pabrik pisau dapur juga ditutup di Indonesia sebab sangat berisiko mengakibatkan pembunuhan dan penusukan di lingkungan.

Jika melihat dari sudut pandang anak tersebut dia ingin mengutarakan bahwa kebijakkan yang dilakukan oleh pemerintah jangan setengah-setengah, jika pemblokiran yang dilakukan terhadap PUBG Mobile ini dikarenakan unsur kekerasan yang ada di dalam game, seharusnya game-game lainnya yang juga memiliki unsur kekerasan pun mendapat perlakuan yang sama. Seolah-olah PUBG Mobile menjadi kambing hitam atas kasus terorisme yang terjadi di Selandia Baru beberapa waktu yang lalu hingga kemudian di Indonesia justru menjadi sesuatu yang bermasalah.

Menanggapi semua pro dan kontra yang tengah hangat-hangatnya ini saya pikir kita sudah seharusnya bersikap “dewasa”, pada dasarnya video game pun ditujukkan untuk media hiburan hingga kompetisi yang menghasilkan di tingkat esports. Untuk anak-anak yang bermain game dengan unsur dewasa maupun kekerasan sudah seharusnya orang tua lebih mengawasi apa yang dilakukan anaknya untuk lebih berhati-hati dalam memilih maupun memainkan game itu sendiri.

 


Mau baca artikel menarik seputar PUBG hingga informasi seru dan unik lainnya simak langsung tulisan dari Happy