Apple sepertinya juga tidak imun terhadap krisis RAM yang tengah terjadi belakangan ini. Bahkan perusahaan mengaku kalau mereka akan terdampak secara finansial di kuartal mendatang.
Apple Mengaku Terdampak Harga RAM dan Pengaruh ke Margin

Seperti perusahaan tekno pada umumnya, Apple juga sepertinya sudah merasakan bagaimana kekurangan stok memori untuk produk mereka. Dalam laporan keuangan terbaru (via Wccftech) mereka, Tim Cook mengabarkan kalau mereka saat ini sedang terkendala dan mengaku sulit memprediksikan kapan supply dan demand ini akan kembali normal.
Tim mengungkap kalau kendala mereka berasal dari ketersediaan fabrikasi yang dibutuhkan untuk membuat SoC. Alasan lainnya adalah kurangnya flesibilitas pada rantai pasok, yang sebenarnya juga berakar dari kenaikan permintaan dari Apple.
Apple mengaku kalau harga memori tidak begitu berdampak secara margin kotor pada Q1 Desember lalu. Namun mereka berekspektasi kalau untuk Q2 akan mulai terdampak. Sedangkan untuk periode setelah Q2, mereka akan terus memantau harga pasar memori apakah naik signifikan atau tidak. Setelah itu mereka akan menyesuaikan berbagai opsi untuk menghadapinya.

Perusahaan asal Cupertino ini sebelumnya dikabarkan sudah mendapatkan akses chip memori yang dibutuhkan dan membuat mereka dapat menyerap biaya kenaikan ini dengan margin keuntungan yang lebih rendah.
Fenomena ini sekali lagi menunjukkan kalau bahkan perusahaan sebesar Apple saja tidak imun dari kelangkaan suplai yang terjadi belakangan ini. Meski mampu memesan alokasi fabrikasi dan membeli memori dalam jumlah banyak, harga yang naik berarti ada keuntungan yang harus dikorbankan kalau tidak mau menaikkan harga.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.















