Bikin Baper, 10 Video Game Berikut Bakal Mengacak-Acak Emosimu

in

Video Game merupakan media hiburan interaktif yang membuat para pemainnya secara tak langsung ikut terjun sebagai tokoh utama. Tak jarang, kamu akan merasakan beberapa kisah petualangan keren, kisah cinta, hingga kemanusiaan. Dari banyaknya video game, beberapa developer terkadang membuat game dengan pilihan sulit dengan kisah yang melilit. Khususnya untuk perasaanmu. Namun juga tak jarang mereka memang menyettingnya sebagai video game tersedih yang pernah ada.

Perasaanmu akan dibawa kemana-mana, di mana tokoh utama yang kamu perankan harus menghadapi pedihnya hidup, kisah cinta tragis, hingga merasakan teror kepedihan karena keputusan yang kamu pilih atau memang setting gamenya yang menggugah rasa kemanusiaanmu. Tak heran terkadang terdapat video game yang mengacak-acak emosimu ke titik di mana kamu juga bisa merasakannya, sampai kamu menangis.

Siapkan tisu dan catatan, karena daftar 10 video game berikut bakal mengacak-acak emosimu saat memainkannya.

10. Brothers: A Tale of Two Sons


Hal pertama yang membuat saya agak jengkel saat pertamakali memainkan Brothers: A Tale of Two Sons adalah bahwa kamu akan dipaksa menggunakan satu controller untuk mengendalikan dua karakter. Namun terlepas dari masalah teknis tersebut, cerita sedihnya dibawakan dengan sangat baik. Game yang didesain oleh developer A Way Out, Josef Farez ini ceritakan dua orang kakak beradik yang pergi bertualang demi menemukan obat bagi ayahnya yang sedang sakit.

Meski ia muncul tanpa adanya dialog teks maupun pengisi suara yang bertutur kata seperti game lain, namun hubungan antara keduanya dan kisah pengorbanannya dijamin buat perasaanmu tersentuh. Saya tidak akan menceritakannya karena gamenya cukup pendek hanya sekitar 3 jam saja.

9. Detroit: Become Human


Detroit: Become Human, merupakan game drama interaktif dari Quantic Dream. Di sini kamu akan berperan sebagai tiga karakter android utama: Connor si detektif, Marcus si pelayan, dan Kara si android pembantu rumah tangga. Ketiganya miliki cerita yang berbeda, namun akan menyatukan mereka dalam satu titik tertentu. Di sepanjang kisahnya, kamu akan diberikan pilihan sulit dan twist yang sangat tak kamu duga. Membuat perasaanmu terombang-ambing karena tujuan para android agar setara dengan manusia mengalami berbagai penolakan. Khususnya dari pemerintah Amerika Serikat yang masih digambarkan cukup rasis dalam gamenya. Pada beberapa poin tertentu kamu akan benar-benar membenci bagaimana jahatnya perlakuan manusia di sana yang masih menganggap golongan android hanyalah alat dan budak mereka.

8. Spec Ops: The Line


Mindblowing, mungkin inilah kata yang tersirat di pikiran saya usai menamatkan Spec Ops: The Line. Bagaimana tidak, semua keputusanmu sebagai seorang agen pasukan tentara khusus sangat berperan penting di sini. Di mana keputusan awal yang mungkin kamu anggap benar justru berakhir sebaliknya. Perasaan dan emosimu bakal terombang-ambing karena ceritanya yang terkesan f**ked up. Kengerian perang yang terpampang jelas dan penderitaan korban-korbannya bakal menggugah rasa kemanusiaanmu bahwa manusia bisa lebih bejat dan hina dari pada hewan.

7. Call of Duty: Modern Warfare 2

https://www.youtube.com/watch?v=AzwBeDV5IAY


Pembentukan karakter dan hubungan Call of Duty: Modern Warfare 2 bisa dibilang merupakan yang terbaik di sepanjang sejarahnya. Memang, pada iterasi sebelumnya kamu akan memainkan beberapa karakter. Namun itulah yang dilakukan Infinity Ward untuk membentuk hubungan antar karakternya. Sebuah cara cerdas untuk membuatmu terhanyut dalam ceritanya. Apakah kamu masih ingat bagaimana sedih dan emosinya saat kamu bertemu dengan adegan di mana Riley akhirnya dikhianati dan harus mati?

6. Shadow of The Colossus


Kisah cinta dan petualangan, itulah yang dirangkum oleh Shadow of the Colossus. Kamu akan memainkan sesorang bernama Wander yang berusaha menghidupkan kembali Mono, seorang perempuan yang disebut memiliki sebuah kutukan. Di sepanjang perjalananmu, kamu akan diperintahkan oleh Dormin untuk membantai makhluk bernama Colossi yang pada akhirnya dijelaskan bahwa mereka merupakan makhluk tak berdosa. Selama memainkan gamenya, perasaanmu bakal terombang-ambing, sampai akhirnya menemukan siapa sebenarnya dirimu dan Mono.

5. Halo Reach


Hubungan antar tentara satu dan yang lain tak hanya terpampang jelas di Spec Ops: The Line maupun Call of Duty: Modern Warfare 2 saja, namun juga di Halo Reach. Game ini menceritakan sebelum master chief mengambil alih semuanya. Kamu akan berperan sebagai SPARTAN-B312 atau Noble Six yang membantu berjuang besama beberapa rekanmu demi menumpas para Covenant dari planet Reach. Sayangnya, serbuan Covenant yang tak bisa dibendung membuatmu mau tak mau harus berpisah dengan rekan-rekanmu yang dengan gagah berani mengorbankan diri demi menyelamatkanmu. Puncaknya, kamu harus ikut menyusul mereka.

4. The Walking Dead


Game bergenre drama interaktif memang kadang memiliki kisah yang sensitif. Tak hanya untuk kemanusiaan, namun juga hati dan perasaan. Sama dengan seri game serupa milik Dontnod maupun Quantic Dream, Telltale Games membuat The Walking Dead dengan penuh konsekuensi. Namun lebih menyayat hati dibanding kedua developer tersebut. Kamu akan diberi pilihan-pilihan sulit untuk menentukan masa depanmu. Kamu akan berperan sebagai Lee, salah satu mantan profesor di sebuah universitas yang terjerat hukum karena membunuh pacar istrimu. Saat perjalananmu menuju penjara, tiba-tiba saja wabah zombie mulai menjangkiti, membuatmu bebas sebelum sempat dihukum. Di sepanjang perjalananmu kamu akan bertemu anak kecil berumur delapan tahun bernama Clementine. Ia akan membantumu dalam perjalanan yang dipenuhi oleh drama hidup dan mati. Membuat perasaanmu dipermainkan di sepanjang permainan.

3. To The Moon


To The Moon adalah game yang bisa disebut 90%-nya adalah cerita dan 10% adalah video game. Ia menceritakan Dokter Eva Rosalene dan Neil Watts untuk mengabulkan permintaan terakhir seorang pasien yang ingin terbang ke bulan bersama mendiang istrinya. Mereka menggunakan peralatan canggih untuk memasuki otaknya dan mengubah ingatan masa mudanya. Di sepanjang perjalananmu untuk mengabulkan permintaannya, kamu akan melihat masa muda pasienmu yang penuh suka cita dengan misteri dan kesedihan. Kamu bahkan bisa berinteraksi dengan mereka. Narasi ceritanya yang dibuat dengan sangat baik akan buatmu secara tak sadarkan diri menangis.

2. Final Fantasy X


Bagi kamu yang bucin, mungkin Final Fantasy X merupakan seri terbaper dengan fokus kisah cinta kental yang pernah Squaresoft (kini Square-Enix) buat. Bagaimana tidak? Seri ini menceritakan bagaimana benih cinta beda dimensi bisa tersemai indah. Di sepanjang kisahnya, perasaanmu akan terombang-ambing berkat kecemburuan, pengkhianatan, hingga sedihnya ketika ciuman pertamamu diambil oleh orang lain yang tak Yuna sukai.

1. Finding Paradise


Sebenarnya Finding Paradise merupakan game lanjutan dari To The Moon yang kurang miliki efek sedih yang lebih nendang dibanding prekuelnya. Saya memasukkan ke nomor satu karena ia merupakan sekuel. Di sini Dokter Eva Rosalene dan Neil Watts bertemu pasien pengidap alzheimer yang selalu lupa akan ingatan masa lalunya. Masih sama seperti prekuelnya, kamu akan membantunya sampai akhirnya tiba saatnya pasienmu dijemput olehNya. Kisah pasienmu akan sama harunya dengan prekuelnya. Berikanmu pelajaran hidup yang sangat berarti meskipun harus berakhir sedih. Kamu yang sensitif bisa-bisa nangis di pojokan setelah memainkan gamenya.


Kami yakin sepenuhnya bahwa kesepuluh daftar di atas mungkin hanya segelintir dari banyaknya game yang bakal mampu mengacak-acak emosimu. Karena sepuluh game di atas merupakan beberapa game emosional yang sempat saya mainkan secara pribadi. Namun, mungkin saya pribadi juga melewatkan game lain yang belum sempat saya coba. Jadi, jika kamu memiliki game lain yang sekiranya pantas masuk dalam daftar di atas, kamu bisa mencantumkannya dalam kolom komentar saat artikel ini kami share. Kontribusimu tak hanya membantu kami dalam memperluas daftar gamenya, namun juga membantu teman-teman lain yang membutuhkan referensi game serupa.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor since Gamebrott was established in 2015. Specializing in Japanese Games, JRPG, Shooter, PC, and console news and reviews. If you have PR related to video games you can contact him at [email protected]