Blunder Terbesar dalam Sejarah Dota 2, Boom ID Menyerah di Kemenangannya


Selesai sudah perjuangan tim Indonesia dalam mengarungi turnamen minor pertama tahun ini. Boom ID yang mewakili Indonesia dan Asia Tenggara terbang ke Romania untuk mengikuti The Bucharest Minor yang memperebutkan uang tunai sebesar 300.000 dolar atau sekitar lebih dari 4 milyar rupiah dan satu slot menuju The Chongqing Major.

Perjuangan Boom ID terhenti dibabak pertama lower bracket atas Team Team dari Amerika Serikat. Pertandingan yang berakhir hingga tiga ronde tersebut sebetulnya dapat dimenangkan oleh Boom ID dua pertandingan langsung. Kesempatan emas untuk melaju kebabak kedua lower bracket melawan Keen gaming dibuang dengan mudahnya oleh tim Boom ID.

Pada pertandingan ronde pertama Boom ID berhasil menguasai permainan atas Team Team. Namun pada lategame Team Team berhasil menyerang balik Boom ID, walaupun mereka sudah kehilangan satu set barracks di toplane. Hingga akhirnya pada menit ke 49 Team Team berhasil memenangkan teamfight di Botlane dan tinggal menyisakan Khezcute dan Fervian saja yang menggunakan Brewmaster dan Slark. Namun alih-alih mempertahankan ancient mereka, Fervian malah mengetik “gg” yang berarti menyerah dalam pertempuran. Selain itu Fbz yang menggunakan Tiny memilih untuk keluar dari permainan. Padahal di toplane creeps dari Boom ID hampir selesai menghancurkan ancient dari musuh dan tinggal menunggu waktu saja untuk memenangkan pertandingan.

Entah apa yang dipikirkan oleh para pemain Boom ID pada waktu itu. Jika saja mereka sedikit bersabar dan mencoba yang terbaik sampai akhir mereka akan memenangkan pertandingan tersebut. Nampaknya rasa tidak percaya dan emosi antara anggota tim membuat mereka menyerah dan rage quit lebih dini dari biasanya. Hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi di dunia profesional esport.