Bobby Kotick Ikut Kesal dengan Tingkah Sony Menghambat Xbox Akuisisi Activision Blizzard

Bobby Kotick Ikut Kesal

Bobby Kotick Ikut Kesal – Meskipun telah satu tahun lebih sejak pengumumannya, akuisisi Activision Blizzard oleh Xbox masih terus terhambat finalisasinya. Sony menjadi rintangan utama Xbox dalam rampungkan persetujuan tersebut.

Akuisisi senilai $68,7 triliun ini tidak disetujui oleh Sony dikarenakan dipandang sebagai aksi yang dapat memicu monopoli untuk pihak Xbox dan juga Microsoft. Tetapi semakin lama semakin terlihat apabila yang dipermasalahkan oleh sang kompetitor ialah Call of Duty berpotensi menjadi game first-party milik Xbox apabila akusisi ini disetujui.

Sangking putus asanya Sony akan potensi kehilangan franchise game terlaris itu, mereka membuat klaim kalau Microsoft berpotensi merilis versi “buggy” dari Call of Duty untuk console Playstation agar pemain pada beralih ke console mereka.

Bobby Kotick Ikut Kesal dengan Tingkah Sony Hambat Akuisisi Activision Blizzard oleh Xbox

Bobby Kotick Ikut Kesal dengan Tingkah Sony Melawan Akuisisi Activision Blizzard dan Xbox

Bobby Kotick, CEO dari Activision Blizzard ikut muak dengan tingkah Sony yang dipandang kekanak-kanakan tersebut. Dilansir dari PC Gamer, dia mengirimkan sebuah email berisikan progres akuisisi oleh Microsoft di bulan Maret ini.

Dalam email tersebut, dia membuka bahwa Activision Blizzard dan Microsoft terus mengajukan proposal baru untuk mengatasi kekhawatiran regulator di Inggris. Salah satunya dengan kontrak kerja sama dengan Nintendo, Nvidia, Boosteroid, dan Ubitus soal Call of Duty.

Dia juga menjelaskan bahwa perusahaan Cina seperti Tencent dan NetEase telah beroperasi besar-besaran secara global dan tak sebatas wilayah Cina dan Asia lagi. Oleh karenanya, kerja sama dengan Microsoft ini akan sangat membantu perusahaan agar dapat terus berkompetisi di pasar yang terus sengit.

Untuk Playstation sendiri, dia merasa kalau klaim yang dibuat oleh sang kompetitor soal potensi Activision Blizzard merilis COD versi buruk ke Playstation adalah omong kosong semata. Baginya Sony dan Playstation sekedar tak mau kedua perusahaan bergabung menjadi satu.

Bobby Kotick

“Kamu mungkin telah melihat pernyataan dari Sony, termasuk argumen jika persetujuan ini terjadi, Microsoft akan dengan sengaja merilis versi ‘buggy‘ dari game kita ke Playstation. Kita semua tahu kalau pemain kita adalah tujuan utama agar Microsoft dipercaya dalam menepati janji-janji mereka soal konten dan pembagian kualitas.”

“Dan untuk semua dari kita yang berkerja keras memberikan game yang terbaik begitu peduli untuk tidak merilis versi setengah-setengah dari game kita. Sony bahwa mengakui kalau mereka tidak peduli akan persetujuan Call of Duty — Mereka hanya tak mau proses merging ini terjadi.”

Bobby Kotick

Kotick akui kalau dia merasa kecewa dengan tingkah Sony yang telah menjadi rekan bisnis mereka selama 13 tahun. Meskipun begitu dia tak mau klaim yang dibuat perusahaan itu merusak akuisisi ini dan akan membuktikan bahwa mereka mampu memberikan game terbaik untuk fans Playstation setelah perusahannya dibeli Xbox.

Telah Disetujui Jepang, Inggris dan Negara Eropa Lainnya Sedang Diproses

Akuisisi Activision Blizzard dan Xbox

Sementara itu, akuisisi Activision Blizzard oleh Xbox telah disetuju oleh badan komisi di Jepang, dengan keputusan dari EU dan Inggris akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.

Kedua perusahaan terus berjuang agar proses akuisisi ini terjadi meski Federal Trade Commision (FTC) Amerika Serikat sempat memerintahkan bahwa proses pembelian ini dihentikan sejak Desember 2022 lalu.

Kemungkinan kerjasama kedua perusahaan masih bisa dibatalkan karena klaim monopoli yang diajukan oleh Sony. Bagaimana akhir dari akuisisi yang berlilit ini belum ada yang dapat memprediksi untuk saat ini.


Baca pula informasi Gamebrott lainnya tentang Activision Blizzard beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Exit mobile version