Bos Epic Janji Hentikan Ekslusivitas Jika Valve Mau Penuhi Permintannya

in ,
Microsoft Mobile World Congress “Matterhorn” Press Briefing in Barcelona, Spain, Sunday, February 24, 2019.

Keberadaan Epic Games telah menghantui Valve dan Steam milik mereka selama beberapa bulan terakhir. Banyak developer yang berpaling ke store tersebut karena kontrak eksklusivitas serta bagi hasil yang lebih menggiurkan. Tetapi meskipun membuat tertarik para developer serta publisher, komunitas gamer PC justru berpikir sebaliknya. Banyak diantaranya memilih untuk menunggu versi Steam datang dan menjauh sebisa mungkin tiap game yang dirilis di store tersebut. Bahkan tak jarang game aksi ekslusivitas itu diprotes lewat Steam Review seperti yang terjadi pada Metro Exodus dan Borderlands 3.

Kini CEO dari Epic Games – Tim Sweeney – berjanji akan hentikan bisnis ekslusivitas yang kontroversial ini apabila Valve mau penuhi satu permintaannya yaitu memberlakukan sistem bagi hasil 88%:12% secara permanen layaknya yang dilakukan EGS. Tak hanya hentikan eksklusif, Tim Sweeney juga akan pertimbangkan rilis game mereka untuk Steam apabila permintaan tersebut terpenuhi.

Pada saat ini Steam masih berlakukan bagi hasil 70%:30% yang dimana beberapa developer indie telah komplain tidaklah cukup untuk dapatkan untung melihat biaya pembuatan, pemasaran dan kontrak publisher yang semakin bertambah. Tim Sweeney ungkap bahwa dirinya juga terganggu oleh keputusan Valve ini dan eksistensi Epic Games Store ialah untuk memberikan tamparan keras kepada Valve untuk segera merubah sistem mereka.

Valve belum mengeluarkan respon atas tawaran dari Tim Sweeney ini. Mereka juga tampaknya belum akan mengganti sistem bagi hasil mereka dalam waktu dekat. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah Valve akan berani menerima tawaran dari Tim Sweeney ini dan apakah Sweeney juga akan tepati janjinya nanti? Kita lihat saja nanti.

Muhammad Maulana

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.