Capcom Melaporkan Pendapatannya Menurun karena COVID-19

in

Capcom bisa dibilang salah satu perusahan yang sukses sebagai developer maupun publisher. Mereka mengelola cukup banyak game sukses seperti Mega Man, Street Fighter, Resident Evil, Devil May Cry, Onimusha, Dino Crisis, Dead Rising, Sengoku Basara, Ghosts ‘n Goblins, Monster Hunter, Breath of Fire, dan Ace Attorney.

Dilansir dari gameindustry, Capcom hari ini membukukan hasil keuangan akhir tahun, melaporkan laba tertinggi untuk tahun ketiga berturut-turut meskipun ada penurunan yang signifikan dalam pendapatan keseluruhan. Laporan tahunan pada 31 Maret, Capcom melaporkan pendapatan turun 18,4% tahun-ke-tahun menjadi ¥ 81,6 miliar ($ 766 juta), sementara laba bersih melonjak 27,1% menjadi ¥ 15,95 miliar ($ 150 juta).

Perusahaan mengatakan hasil untuk tahun ini didorong oleh Monster Hunter World: Iceborne (yang terjual lebih dari 5 juta kopi) dan penjualan katalog yang kuat dari Monster Hunter World original (sekarang dengan 15 juta kopi terjual), Resident Evil 2, dan Devil May Cry 5. Pergeseran yang tumbuh ke arah penjualan digital yang lebih tinggi juga membantu meningkatkan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.

Sementara perusahaan mencatat bahwa operasi arcade dan divisi peralatan hiburan mungkin menderita kerugian karena pandemi COVID-19. Laporan tahunan berikutnya yang jatuh 31 Maret 2021, pihaknya memperkirakan penjualan bersih naik 4% menjadi ¥ 85 miliar ($ 798 juta), dengan laba bersih naik 13% menjadi ¥ 18 miliar ($ 169 juta).

Oleh karena itu, hal ini tentunya menjadi kerugian cukup besar bagi Capcom. Namun, penjualan game-game mereka terlihat menyelamatkan mereka dari kerugian yang sangat besar. Harapannya permasalahan COVID-19 segera berakhir mengingat dampaknya yang begitu besar terhadap industri game secara khusus dan dunia secara umum.

Avatar

Written by aru_akasa

Penulis amatir yang menjadikan Gamebrott sebagai tempatnya latihan menulis, Akhirnya ia memberanikan diri menulis blognya yang berjudul meongeden.com