CEO Microsoft Bubble AI – Dalam belakangan ini, ada banyak sekali perusahaan-perusahaan teknologi besar mulai mengikuti tren pasar AI. Salah satu yang paling gencar dalam mengembangkan dan memasarkan teknologi AI adalah Microsoft dengan Copilot mereka.
Bahkan CEO Microsoft menjelaskan percaya diri bagaimana teknologi AI bisa berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, namun dengan tetap berhati-hati potensi adanya “Bubble AI” yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Apa alasannya?
Alasan CEO Microsoft Merasa AI Berdampak Positif Bagi Ekonomi dan Peringatkan Bahaya “Bubble AI”

Dalam laporan terbaru Financial Times dimana Satya Nadella selaku CEO Microsoft berbicara di sebuah diskusi World Economic Forum, ada berbagai macam topik dibahas. Salah satunya adalah mengenai tanggapan dia terhadap teknologi AI.
Satya Nadella menjelaskan bagaimana AI perlu memberikan kegunaan yang nyata bagi perusahaan-perusahaan diluar sektor teknologi saja. Menurutnya hal ini diperlukan agar teknologi AI benar-benar bisa lepas dari anggapan orang-orang bahwa tren industri AI saat ini hanyalah sekadar “Bubble” ekonomi saja.
CEO Microsoft juga berpendapat pada masa depan nanti banyak perusahaan bahkan dapat membuat model AI mereka sendiri untuk solusi dan hasil yang disesuaikan dengan kebutuhan. Maka dari itu, dia merasa percaya diri teknologi AI akan bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Berikut ini pernyataan dari Satya Nadella.
Agar hal ini tidak menjadi Bubble dalam definisinya, teknologi AI perlu memberikan keuntungan lebih dari ini agar bisa menyebar lebih luas. Saya percaya diri bahwa AI adalah teknologi yang bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Satya Nadella
Maksud Bubble yang Disebut Satya Nadella

Bagi kalian yang tidak tahu, istilah Bubble ini merujuk pada suatu kondisi dimana harga atau nilai investasi terhadap sebuah aset mengalami peningkatan sangat tinggi secara cepat hingga melampaui nilai intrinsik atau kegunaan nyata. Dengan kata lain fenomena tersebut biasanya didorong oleh antusiasme pasar yang berlebihan, spekulasi, dan juga rasa takut ketinggialan alias fomo.
Dan dari definisi tersebut, CEO Microsoft merasa khawatir bagaimana nilai investasi dengan miliaran Dollar yang masuk perusahaan AI saat ini hanya didasarkan pada janji masa depan saja, bukan pada keuntungan ataupun manfaat nyata yang dihasilkan sekarang. Karena itulah ketika perusahaan terus mengeluarkan dana besar terus tanpa menghasilkan produktivitas yang jelas, maka “Bubble” itu akan pecah suatu hari nanti.
Itulah informasi mengenai pendapat dari CEO perusahaan Microsoft terkait potensi bahanya terjadinya “Bubble” dalam tren pasar teknologi AI dan juga dampak positif bagi ekonomi yang bisa dihasilkan dari tekonologi tersebut. Bagaimana menurut kalian dengan pendapat Satya Nadella mengenai tren pasar teknologi AI?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Microsoft atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















