Baru-baru ini CEO SK Hynix, Kwak Noh-jung, memberikan peringatan yang cukup mengguncang industri teknologi global di paruh kedua tahun 2026 ini. Di tengah meroketnya popularitas AI, pasokan komponen memori justru dilaporkan akan mengalami masa-masa paling suram dalam sejarah akibat kondisi pasar terkini. Benarkah?
CEO SK Hynix Sebut Krisis Memori Global Capai Titik Terburuk di 2027

Berdasarkan informasi dari Reuters, pernyataan ini disampaikan langsung oleh CEO SK Hynix di sela-sela momen debut perdagangan saham perusahaannya di bursa Nasdaq. Menurut proyeksi internal perusahaan, tahun depan akan menjadi periode kelangkaan pasokan memori terparah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tingginya permintaan chip memori dari sektor pusat data AI berskala besar membuat kapasitas produksi pabrikan dunia benar-benar kewalahan. Kondisi ini diperparah oleh strategi tiga raksasa DRAM dunia termasuk SK Hynix, Samsung, dan Micron yang kompak mengalihkan fokus produksi mereka hingga mendapatkan gugatan.

Pabrikan saat ini lebih memprioritaskan pembuatan memori premium seperti High Bandwidth Memory (HBM) untuk menyuplai kartu grafis akselerator AI. Imbasnya, jalur produksi untuk memori konsumen seperti RAM DDR4, DDR5, serta NAND Flash untuk SSD retail terpaksa dinomorduakan dan mengalami kelangkaan pasokan yang masif.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sang CEO SK Hynix memprediksi bahwa efek domino dari krisis pasokan memori ini tidak akan selesai dalam waktu singkat, melainkan berpotensi terus berlanjut hingga melampaui akhir dekade atau sekitar tahun 2030. Waduh?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















