Benarkah Game Persona Memakan Merek game Shin Megami Tensei?


62
62 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar đź’µ seperti yang hattalasalwaka01 lakukan disini

Shin megami tensei atau sering disingkat smt merupakan game dengan tema apocalypse dengan sistem khas Jrpg dari developer atlus. Game yang lahir dari sebuah novel berjudul digital devil story karya aya nishitani.

Game ini menggunakan berbagai konten yang kadang kontroversial. Cerita yang cukup dark yang mengangkat kisah apocalypse. Penggunaan simbol-simbol keagamaan dan okultisme yang cukup kental. Monster-monster yang mendapat panggilan iblis, meskipun mereka diambil dari mitologi para dewa.

Sehingga, kadang game ini mendapat kritikan karena temanya. Akan tetapi, franchise game mampu bertahan selama 30 tahun. Dengan berbagai developer dan game turunan yang menghiasi industri game. Ada cukup banyak game yang telah dirilis menggunakan nama smt. Baik, merek utama dan merek spin off. merek utama mereka shin megami tensei dan spin off seperti persona, devil survivor, devil summoner.

Merek utama diawali dari digital devil story: megami tensei atau juga disebut shin megami tensei pertama. Kemudian pada seri ketiga barulah diganti dengan nama shin megami tensei: nocturne yang akhirnya terus membawa nama shin megami tensei. Hingga hari ini, menunggu shin megami tensei menunggu serial kelimanya.

Salah Satu nama yang menyandang nama game spin off smt adalah persona. Persona sendiri mengambil tema dari sekolah sma yang terdapat di shin megami tensei if. Namanya sendiri diambil dari istilah psikologis bernama persona yang merupakan penggambaran wajah manusia sebagai jati diri sosial.

Seri persona bisa dibilang merupakan spin off paling terkenal diantara semua spin off. Terutama seri persona 5 yang sering dianggap sebagai seri persona terbaik karena design gamenya yang benar-benar menarik. Bahkan, disebut-sebut sebagai salah satu game ps2 terbaik.

Namun, keberhasilan tersebut membuat Seri shin megami tensei mulai dibanding-bandingkan dengan persona sebagai spin offnya. Apalagi persona memang mendapatkan keuntungan lebih banyak dari perhatian publik.

Apalagi belakangan berhembus kabar jika persona memakan shin megami tensei sebagai merek utama. Para penggemar juga diisukan lebih menyukai serial persona dibanding smt, terbukti dari semakin banyaknya penggemar menunjukan kesukaannya lewat video di youtube terhadap merek persona.

Apalagi smt 5 yang tak kunjung selesai-selesai sejak tahun 2017 membuat penggemar makin membenarkan hal tersebut. Anda dapat menyaksikan dua trailer game smt 5 di youtube, namun hingga hari ini hanya kabar bahwa smt 5 masih dalam pengembangan yang diterima penggemar.

Beberapa penggemar penggemar berspekulasi kalau pengembang mulai terlalu fokus ke persona. Apalagi game persona lebih banyak merilis game setelahnya dan smt 5, serta spin off lainnya yang seolah terabaikan oleh sang developer atlus. Tahun 2019 diterbitkan 3 game persona antara lain: Persona 3: Dancing in Moonlight, Persona 5: Dancing in Starlight dan Persona Q2: New Cinema Labyrinth.

Fenomena merek memakan merek biasanya disebut brand cannibalization atau marketing cannibalization yang dapat diterjemahkan sebagai kanibalisasi merek atau kanibalisasi pasar. Hal ini didefinisikan ketika suatu merek baru yang lahir dari merek lama memakan penjualan merek lama. Akibatnya merek lama mengalami masalah penjualan, bahkan sampai masalah produksi. Inilah yang mungkin terjadi dengan smt.

Masalah besarnya adalah para penggemar yang sudah menunggu cukup lama tanpa kabar. Hal paling mengecewakan lagi adalah lewatnya event e3 yang kembali tanpa kabar tentang smt 5. Beberapa isu berhembus lagi jika smt 5 akan mendapat kabar di TGS (Tokyo Game Show) september 2019.

Hal yang mengkhawatirkan jika seandainya persona berdiri sendiri dengan serinya akan membagi fans. Sehingga timbul adanya fans war akibat dari menyalahkan persona sebagai penyebab terlambatnya pembuatan smt 5.

Beberapa penggemar juga ingin memperjelas bahwa persona memperkuat kesan smt. Terutama memasang simbol smt di covernya. Hal ini agar para penggemar sadar bahwa persona merupakan spin off dari smt, sehingga menjadi jalan pengenalan pada game smt secara keseluruhan. Harapannya hal tersebut dapat membuat penjualan smt dapat bertahan.

Oleh karena itu, harapannya smt 5 bisa segera selesai atau minimal ada tanggal kapan penyelesaiannya agar penggemar tidak khawatir. Harapannya juga agar personda dan smt dapat merilis game yang lebih baik lagi.

 

 


Like it? Share with your friends!

62
62 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
0
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
0
KEREN
WTF ! WTF !
0
WTF !

0 Comments