Kenapa Sih Kalian Masih Menyembah Grafik Dalam Video Game!?


61
61 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar 💵 seperti yang ODA lakukan disini

Bagi kalian yang sudah memainkan Minecraft pasti akan merasakan bahwa sebuah game yang simpel dan memiliki grafis yang dibawah rata rata ternyata akan meyuguhkan konten yang hampir tidak ada habisnya. Kemudian coba kalian mainkan game seperti undertale dan Dwarf fortress, game dengan grafis yang bisa dibilang sangat outdated dan terkesan retro sekali. Kalian akan merasakan sensai sebuah game yang unik dimana sebuah grafis walaupun itu terkesan sangat jadul, masih akan memiliki impact yang sangat besar.

Perkembangan grafis game dari zaman ke zaman sangat terasa sekali peningkatannya. Sekarang game sudah banyak yang bisa dimainkan dalam resolusi 4k. Resolusi 4k menawarkan tingkat detail yang lebih tinggi dan juga terlihat lebih realistis. Contohnya seperti gran turismo sport, star citizen,the witcher 3 dan tentunya crysis series. Game game tersebut menawarkan grafis yang sangat realistis hingga tingkat kedetailan yang bisa membikin kita terngaga hanya dengan melihatnya saja.

Tetapi diluar sana masih tetap banyak yang mendebatkan antara “Grafik for the win” dan juga “Grafik for the weak”. Perdebatan antara pentingnya sebuah grafik tentu akan menimbulkan api besar yang bisa membuat keseluruhan PC Master Race kebakaran jenggot mereka. Grafis untuk sebuah game sangat lah penting, tetapi apabila sebuah game tidak memiliki gameplay atau bahkan storyline yang menunjuang, mereka hanya menjual gambar saja dan para fans akan sangat marah terhadap hal tersebut.

Grafik Indah Nan Realistis Tak Selalu Cantik

Masihkan kalian ingat dengan Game “The Order 1886” ? sebuah game yang grafiknya bisa dibilang sangat bagus bahkan sampai sekarang. Diluncurkan pada tahun 2015, The Order 1886 merupakan sebuah masterpiece pada tahun itu, karena sang developer Ready at Dawn berhasil membuat seubah game dengan grafik yang hampir realistis. Tetapi disamping itu ternyata The Order 1886 Memiliki banyak sekali permasalahan dalam gamenya. Playtime yang sangat singkat sekali (6-7 jam), tidak ada mode multiplayer, tidak ada replay value yang tinggi. Untuk sebuah game yang dibandrol dengan full price ini The Order 1886 menerima banyak kecaman karena mereka hanya menyajikan “Cinematically Good Game” dan menawarkan konten yang sangat minim sekali.

Jika dibandingkan dengan game eksklusif PS4 Lainnya seperti Uncharted, Until dawn dan juga God Of War, The Order 1886 Sangat kalah jauh dalam segi konten. Sebuah game dengan grafik yang sangat bagus dan dipuji puji kedetailannya adalah hal yang bagus. Tetapi jangan sampai lupa kalau game sebenarnya adalah hal yang bisa membikin kita berinteraksi dengan game tersebut dan akhirnya bisa melahirkan sebuah ikatan dengan game tersebut.

Rasa Gundah

Dengan opini bahwa grafik game tidak penting, saya berada di tengah tengah antara setuju dan tidak. Pertama saya setuju karena bagi saya selama ini saya bermain hampir keseluruhan game yang saya mainkan tidak menawarkan grafis yang begitu memukau mata dan realistis, terkecuali God Of War PS4 dan juga The Witcher 3. Sebagain contoh kecil game yang saya mainkan dan melekat dihati adalah Ys Series, Final Fantasy 3-9 (pada era NES dan PS1), Legend Of Heroes series dan metroid series. Keseluruhan game tersebut masih sering saya mainkan saat ini dan memiliki nilai lebih dihati saya karena bisa memberikan sebuah perjalanan yang unik dan menyenangkan.

Kalian mungkin berfikir “ahhh semua itu kan game pas kita kecil, jadi maklum kalau memorable”, selain Ys series game game tersebut mulai saya mainkan pada saat saya masih SMA ( tahun 2011-2014) hingga kini dimana sudah banyak game yang menawarkan grafis grafis detail. Dan bisa saya akui bahwa game tersebut memang outdated tetapi masih memiliki charm  untuk menarik dimankan walaupun sudah berumur 20 tahun lebih. Kemudian kenapa saya tidak setuju, karena grafis dapat menunjang sebuah game untuk bisa menarik banyak kalangan. Contohnya saja final fantasy 7 remake, banyak sekali fans fans yang sangat menatikan game ini mulai dari fans veteran yang sudah memiliki cucu hingga anak yang masih berusia 10 tahun.

Verdict

Jika kita bisa membuat game dengan cerita yang bagus,gameplay dan grafis yang sangat detail kenapa tidak. Bagusnya grafis sebuah game akan menjadi nilai plus bagi siapapun yang melihatnya. Kita ambil saja The Order 1886 game ini memang tidak memiliki konten yang banyak dan mengesankan ,tetapi sampai 5 tahun kedepan game ini akan terus dipuji puji karena grafisnya yang sangat realistis dan masih belum memiliki tandingan.

Jadi kadaran sebuah grafis dalam game menurut saya sangatlah relatif. Saya lebih suka jika sebuah game menawarkan grafik sebagai nilai penunjang daripada nilai jual. Karena sesuatu yang bagus diluar belum tentu baik juga didalam.


Like it? Share with your friends!

61
61 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
1
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
2
KEREN
WTF ! WTF !
2
WTF !
ODA

Grand Master

Easily i'm a speedrunning scene Fans since 2012 and still following it til today

P.S Do not stalk my Twitter Please

0 Comments