Number One Online – Ch. 1 Part 3: Perpustakaan Alpha | Buku Skill


66
66 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar 💵 seperti yang prasetyopeuru lakukan disini

Zetokrenz berbicara dengan NPC penjaga Perpustakaan Alpha bernama Adam. Kemudian mengisi data login pribadi untuk bisa masuk dan membaca buku di Perpustakaan Alpha. Begitupun dengan Hiola.

Di dalam perpustakaan Zetokrenz memilih 5 buku menarik untuk dibaca. Buku pertama berjudul ‘Tentang Eden’, buku kedua berjudul ‘Job Awal’, buku ketiga ‘Job Pelajar’, buku keempat ‘Tutorial Dasar Pemula’ dan buku kelima ‘Item Skill’.

Usai membaca kelima buku tersebut, Zetokrenz naik 1 level jadi level 5 dan memilih menaikan status REA(Read) agar bisa membaca buku dengan lebih mudah.

Status Zetokrenz saat ini, STR: 17 | AGI: 7 | VIT: 7 | INT: 10 | DEX: 8 | LUK: 9 | SEN: 7 | WIS: 9 | REA: 13 | LEA: 9

Kemudian Zetokrenz menemukan satu buku yang tampak berbeda. Sayang ketika ingin membacanya, tulisan tersebut tidak bisa dikenal Zetokrenz karena status REA yang masih rendah sehingga buku tersebut tidak bisa dibaca. Zetokrenz pun mengurungkan niatnya untuk membaca buku tersebut.

Setelah itu Zetokrenz membuka satu buku yang tersimpan di rak paling ujung. Saat membukanya, Zetokrenz seperti berada di dunia lain.

“Apakah kau ingin mengalahkan lawan dengan mudah? Mengetahui titik lemahnya? Dan menang dengan mudah? Mengalahkannya dengan senjata? Dengan pedang, panah, tongkat sihir atau tangan kosong? Kau bisa melakukannya! Terimalah berkat ini! Kemampuan khusus, ‘Vital Strike‘.” Sesaat Zetokrenz tersadar kembali dari keadaan sebelumnya yang seperti berada dalam mimpi.

“Apa itu tadi? Hah? Buku yang kupegang tadi menghilang.”

Mail! [Selamat! Anda mendapatkan skill langka, ‘Vital Strike‘ dari Buku Skill Vital Strike.]

Zetokrenz bergegas pergi menuju Hiola yang sedang membaca di tempat sebelah.

“Hey! Hiola.. Tadi aku dapat buku skill! Setelah bukunya kubuka, aku kayak di dunia lain. Setelah sadar, bukunya menghilang dan aku dapat skill!” Seru Zetokrenz semangat seperti anak kecil yang dapat mainan baru.

“Wah seriusan? Beruntung banget kamu! Aku malah dari tadi baca gak dapat buku skill. Tapi sekarang aku udah level 3 sih! Lumayan. Hehe…”

“By the way, kamu dapat skill apa?” tanya Hiola penasaran.

“Aku dapat skill Vital Strike!”

“Jadi gimana? Masih mau baca buku? Atau mau nyoba skillnya?”

“Hmm… Sebenarnya sih aku pengen nyoba gunain skillnya! Tapi nanti kamu sendirian di sini..”

“Gak apa-apa sih! Aku masih asik baca. Walaupun sendirian juga gak masalah. Di duta(dunia nyata) aku juga sering main game dan baca buku sendirian. Jadi don’t worry! Kalau ada apa-apa kita saling DM(Direct Message) aja. Kan udah temenan ini. Nanti party bareng ya.” Ucap Hiola santai sambil tersenyum manis.

Akhirnya Zetokrenz pun menyudahi membaca buku dan berpamitan dengan Hiola yang masih asik membaca di perpustakaan Alpha.

“Bye-bye Hiola! Semoga dapet buku skill yang banyak ya.. Sampai jumpa!” Seru Zetokrenz yang segera ingin berpamitan.

Saat ingin keluar dari perpustakaan, NPC penjaga perpustakaan, Adam memanggil Zetokrenz.

“Tuan sebelum keluar, anda harus menandatangani tanda penerima buku skill yang sudah anda dapatkan!”

Phew.. kupikir aku harus membayar buku skill yang kudapatkan. Mana mungkin juga kan? Aku kan player baru dan belum punya banyak RP. Haha” Pikir Zetokrenz dalam hati.

Zetokrenz pun menandatangani daftar buku penerima skill. Penerima buku skill pertama, Zetokrenz dengan skill ‘Vital Strike’.

To Be Continued


Like it? Share with your friends!

66
66 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
0
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
0
KEREN
WTF ! WTF !
0
WTF !
prasetyopeuru

Elite

Prasetyo Peuru Henry Putra adalah anak kedua dari pasangan Suami Isteri, Ir. Henry John Ch. Peuru dan Cendra Henny Kawung. Bernamakan Prasetyo yang merupakan nama Jawa, dia bukanlah seorang keturunan Jawa, melainkan dari suku Mori dari Ayahnya dan Minahasa dari Ibunya. Alasan diberikan nama tersebut agar bisa Nasionalis. Dia dilahirkan di Luwuk, Sulawesi Tengah, 28 Agustus 1994.

Akhir tahun 2009, Tyo mengalami sakit depresi yang kemudian diketahui adalah Schizophrenia. Alasan dia terkena sakit tersebut karena masalah yang dihadapi Ayahnya yang merupakan Wartawan Senior sekaligus seorang Aktivis, yang ditangkap Polisi oleh alasan yang tidak benar karena yang dilawan merupakan orang yang berkuasa.

Karena hal tersebut , Tyo akhirnya mesti menjalani pengobatan rutin dengan bertemu seorang Psikiater yang melakukan konsultasi dan pemberian obat untuk diminum agar bisa sembuh. Karena dalam beberapa tahun, dia pernah stop mengkonsumsi obat, pada akhirnya penyakit Schizophrenia tersebut kembali mengganggu kondisi kejiwaannya. Hingga akhirnya Tyo divonis oleh dokter harus mengonsumsi obat seumur hidup.

Meski begitu, setelah lulus dari  bangku SMA. Sebelum kuliah Tyo bekerja di beberapa tempat dan tanpa terkendala oleh masalah penyakit yang dihadapinya. Dia pernah bekerja di sebuah Homeschooling sebagai Guru Pengganti dan Guru Online, padahal awalnya dia melamar di homeschooling tersebut sebagai staff IT, karena dia sebelumnya berbackground jurusan MultiMedia di SMK Nusantara, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Sampai pada kelas 3 SMK dia pindah ke Sulawesi Tengah dan lulus mengikuti Paket C. Pada homeschooling tersebut, Tyo mengajar kelas 4, 5, 6 SD dan 1, 2, 3 SMP semua mata pelajaran. Untungnya saat sekolah dia merupakan murid berprestasi, jadi materi untuk anak sekolah yang di ajar di Homeschooling tersebut bisa dengan lancar diajarkan olehnya. Setelah itu usai kerja di Homeschooling dan meminta resign, Tyo bekerja di sebuah tempat percetakan dan fotokopi sebagai Operator Graphic Design. Terakhir Tyo bekerja sebagai Business Consultant di sebuah perusahaan pialang di Jakarta Pusat. Setelah berhenti dari Perusahaan Pialang sebagi Business Consultant, dia pindah ke Sulawesi Tengah untuk memulai usaha baru pribadi. Di sana Tyo akhirnya memulai untuk masuk kuliah dengan memilih jurusan Manajemen Informatika di AMIK Nurmal Luwuk Banggai.

0 Comments