Number One Online – Ch. 2 Part 2: Solo Quest


47
47 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar 💵 seperti yang prasetyopeuru lakukan disini

[“Kak Zetokrenz. Makasih dah diaccept pertemanannya. Kak liat gak aku peringkat satu di Papan Ranking NOO! Ini semua berkat saran kak Zetokrenz kemarin juga. Makasih ya.”]

Zetokrenz membaca pesan dari Geron dan membalasnya.

[“Iya sama-sama. Tampaknya lu player berbakat. Selamat ya bisa ranking 1 sekarang. Tapi nanti bakal ku susul ya.. Haha… Mari kita bersaing sehat. :)”]

[“Iya kak. Aku juga bakal berjuang buat ngalahin kak Zetokrenz dan tetap di peringkat 1. Hehe…”]

[“By the way, manggil gua kakak, emang umur lu berapa bro?”] tanya Zetokrenz.

[“Aku baru 19 tahun kak, baru lulus SMA tahun kemarin. Kalo kak udah umur berapa?”]

[“Oh oke. Kalo gua tahun ini umur 25 tahun.”]

[“Oh sip-sip, ternyata kak Zetokrenz masih muda ya, tapi hebat loh udah jadi pro player dan gamer Legend dari game ESIO. Keren!”]

[“Lu ada di server berapa sekarang?”]

[“Di server 100 kak. Kalo kak Zetokrenz di server berapa?”]

[“Gue di server 1 sekarang.”]

[“RP-ku belum cukup buat pindah server. Kalo ku pindah server ke server 1 nanti, ntar kita party bareng ya kak?”]

[“Oke gak masalah. Bakal seru pasti party bareng lu.”]

[“Iya, makasih kak.”]

[“Sama-sama. By the way gua lanjut main dulu ya, Geron. Sampai jumpa nanti.. :)”]

[“Oke kak. Sampai jumpa nanti. Happy gaming ^_^)/”]

Zetokrenz pun melanjutkan permainannya. Sebelum mengambil lisensi petualang dan menjalankan quest dari NPC, Zetokrenz menuju NPC Guru Sihir Elemen bernama Samantha untuk mempelajari skill sihir elemen guna membantunya bertarung melawan monster-monster yang ada nanti.

Karena uang yang dimiliki hanya 34 RP, Zetokrenz memilih mempelajari skill Lightning Hand seharga 20 RP. Karena sisa uang lainnya untuk membayar lisensi petualang di Markas Organisasi Serikat Misi.

Setelah mempelajari skill Lightning Hand, Zetokrenz segera pergi menuju Markas Organisasi Serikat Misi. Kemudian Zetokrenz mendaftar dan membayar 10 RP pada NPC Pemberi Misi bernama Ferguso untuk mendapatkan lisensi petualangnya. Zetokrenz menerima lisensi petualang dengan Rank Petualang Bronze 5 dan Surat Quest yang berfungsi untuk memberikan informasi quest yang sudah diselesaikan maupun quest yang belum diselesaikan sama sekali.

Tak tanggung-tanggung Zetokrenz langsung mengambil 3 quest solo sesuai peringkat Rank Petualang miliknya.

Zetokrenz pun bergegas menuju Dungeon Kratos tempat dimana ke-tiga lokasi quest solo yang diambilnya berada.

Zetokrenz akan bertarung sendiri dengan hanya menggunakan satu skill sihir saja. Bisakah Zetokrenz menyelesaikan 3 quest solo ini bermodalkan skill Lightning Hand, Skill Pukulan dan Skill Serangan Otomatis?

Zetokrenz pun berhadapan dengan monster pertama yang ingin dikalahkannya terlebih dahulu.

Monster tersebut adalah monster Piron level 7. Zetokrenz harus mengumpulkan drop item Kulit Piron sebanyak 10 item.

Zetokrenz pun menghajar monster Piron dengan skill Lightning Hand miliknya.

“[Lightning Hand] Skill Activate!” Tangan Zetokrenz mengeluarkan petir, dengan petir ditangannya Zetokrenz meninju monster Piron dengan skill dasar Pukulan.

20 menit berlalu, akhirnya Zetokrenz menyelesaikan 1 quest solo pertamanya. Surat Quest miliknya menunjukan 1 data misi yang telah berhasil diselesaikan.

Zetokrenz melanjutkan pertarungan dengan melawan monster Hizl level 9, yang harus dikalahkannya 20x untuk menyelesaikan salah satu quest solo yang diambilnya.

Sebelum melawan monster Hizl, saat ini Zetokrenz sudah naik ke level 13.

Berikut fitur status karakternya saat ini.

Zetokrenz Lv. 13 | Pelajar | Ras Manusia |

Status, STR: 8 | AGI: 7 | VIT: 9 | INT: 30 | DEX: 8 | LUK: 20 | SEN: 7(+100) | WIS: 30 | REA: 8(+150) | LEA: 9(+50) <Point Status: 36>

Skill: Pukulan | Serangan Otomatis | Istirahat | Membaca | Vital Strike | *Deteksi | Easy Learning | Easy Reading | Lightning Hand

RP: 22 | Gold: 0 | Bitcoin: 0

Weapon: – | Helmet: Topi Pelajar | Armor: Baju Pelajar | Gloves: Sarung Tangan Pelajar | Boots: Sepatu Pelajar | Accecory: –

Zetokrenz pun memutuskan menaikan poin status yang dimilikinya menjadi seperti berikut.

Status, STR: 8 | AGI: 7 | VIT: 10 | INT: 43 | DEX: 25 | LUK: 25 | SEN: 7(+100) | WIS: 30 | REA: 8(+150) | LEA: 9(+50) <Point Status: 0>

Setelah menaikan point status, Zetokrenz melanjutkan perburuannya.

Zetokrenz pun sekali lagi berhasil mengalahkan 20 Monster Hizl dengan mudah dan menyelesaikan quest solo tersebut.

Naik 1 level ke level 14, Zetokrenz menaikan semua pointnya ke INT(:Intelligent).

Sebelum melanjutkan quest terakhir, Zetokrenz menggunakan skill dasar Istirahat untuk memulihkan HP dan MP-nya. HP adalah Health Point dan MP adalah Mana Point.

Setelah HP dan MP-nya full, Zetokrenz melanjutkan misinya.

Quest terakhir yang harus diselesaikan Zetokrenz adalah mengumpulkan 20 tulang Dogruz. Dogruz adalah monster level 10 yang pernah dihadapi Zetokrenz dan Hiola saat mereka melakukan quest party waktu itu. Sebenarnya saat melakukan quest party pertama kali mereka dan mendapat drop item tulang Dogruz yang pertama, Zetokrenz ingin menjadikan tulang tersebut kalung yang indah dengan bantuan dari NPC pembuat aksesoris untuk diberikan kepada Hiola sebagai hadiah pertemanan dan karena Hiola merupakan rekan pertama sekaligus orang pertama yang melakukan quest party bersamanya di game Number One Online ini. Namun sampai versi Beta berakhir, Zetokrenz tak sempat memberikan kalung tersebut.

Mengingat hal tersebut, Zetokrenz memutuskan bahwa monster Dogruz pertama yang dia kalahkan sekaligus yang menjatuhkan drop item tulang Dogruz pertama, drop item tersebut akan disimpannya untuk dihadiahkan ke Hiola nantinya.

Akhirnya setelah bertarung cukup lama dan berungkali beristirahat untuk memulihkan HP dan MP, akhirnya drop item tulang Dogruz bisa terkumpul 21 tulang. 1 tulang disimpan oleh Zetokrenz untuk Hiola.

Zetokrenz pun kembali menuju Kota Ekuqaleni, tempat dimana Markas Organisasi Serikat Misi berada. Kota Ekuqaleni adalah kota pertama yang bisa didatangi gamer NOO setelah melewati map daerah pertama yang disebut Eden atau Taman Eden.

Setibanya di Markas Organisasi Serikat Misi dan bertemu NPC Penerima Misi bernama Acilla, Zetokrenz pun memberikan Surat Quest miliknya untuk diverifikasi oleh NPC Acilla.

Zetokrenz sukses menyelesaikan 3 quest solo dan naik Rank Petualang ke Rank Petualang Bronze 2. Selain itu Zetokrenz juga mendapatkan reward dari 3 quest yang telah diselesaikannya.

Reward quest yang didapatkan Zetokrenz adalah sebagai berikut.

Menyelesaikan quest Solo mengumpulkan 10 kulit Piron mendapat hadiah berupa;

[10 Potion HP, 5 Potion MP, 10 RP, 1 Potion EXP Lv.1]

Menyelesaikan quest Solo mengalahkan 20 monster Hizl mendapat hadiah berupa;

[5 Potion HP, 10 Potion MP, 10 RP, 1 Potion EXP Lv.1]

Menyelesaikan quest Solo mengumpulkan 20 tulang Dogruz mendapat hadiah berupa;

[10 Potion HP, 10 Potion MP, 15 RP, 1 Potion EXP Lv.1]

Zetokrenz pun langsung meminum semua Potion Experience yang dia dapatkan dan kini naik level ke level 17.

Zetokrenz kembali mengecek fitur statusnya sekaligus menaikan point status yang didapatnya menjadi seperti berikut.

Zetokrenz Lv. 17 | Pelajar | Ras Manusia |

Status, STR: 8 | AGI: 7 | VIT: 10 | INT: 60 | DEX: 25 | LUK: 50 | SEN: 7(+100) | WIS: 50 | REA: 8(+150) | LEA: 9(+50) <Point Status: 0>

Skill: Pukulan | Serangan Otomatis | Istirahat | Membaca | Vital Strike | *Deteksi | Easy Learning | Easy Reading | Lightning Hand

RP: 22 | Gold: 0 | Bitcoin: 0

Weapon: – | Helmet: Topi Pelajar | Armor: Baju Pelajar | Gloves: Sarung Tangan Pelajar | Boots: Sepatu Pelajar | Accecory: –

Setelah mengecek fitur status dan karakternya, Zetokrenz mengecek Ranking Board. Dan sekali lagi, Zetokrenz menempati Ranking Pertama game Number One Online, Geron posisi 4 dan Hiola posisi 3. Sedangkan posisi ke 2 adalah Aora dan posisi ke 5 adalah Kenshin.

Zetokrenz pun memutuskan offline karena waktu di dunia nyata sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.

*** To Be Continued


Like it? Share with your friends!

47
47 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
0
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
0
KEREN
WTF ! WTF !
0
WTF !
prasetyopeuru

Elite

Prasetyo Peuru Henry Putra adalah anak kedua dari pasangan Suami Isteri, Ir. Henry John Ch. Peuru dan Cendra Henny Kawung. Bernamakan Prasetyo yang merupakan nama Jawa, dia bukanlah seorang keturunan Jawa, melainkan dari suku Mori dari Ayahnya dan Minahasa dari Ibunya. Alasan diberikan nama tersebut agar bisa Nasionalis. Dia dilahirkan di Luwuk, Sulawesi Tengah, 28 Agustus 1994.

Akhir tahun 2009, Tyo mengalami sakit depresi yang kemudian diketahui adalah Schizophrenia. Alasan dia terkena sakit tersebut karena masalah yang dihadapi Ayahnya yang merupakan Wartawan Senior sekaligus seorang Aktivis, yang ditangkap Polisi oleh alasan yang tidak benar karena yang dilawan merupakan orang yang berkuasa.

Karena hal tersebut , Tyo akhirnya mesti menjalani pengobatan rutin dengan bertemu seorang Psikiater yang melakukan konsultasi dan pemberian obat untuk diminum agar bisa sembuh. Karena dalam beberapa tahun, dia pernah stop mengkonsumsi obat, pada akhirnya penyakit Schizophrenia tersebut kembali mengganggu kondisi kejiwaannya. Hingga akhirnya Tyo divonis oleh dokter harus mengonsumsi obat seumur hidup.

Meski begitu, setelah lulus dari  bangku SMA. Sebelum kuliah Tyo bekerja di beberapa tempat dan tanpa terkendala oleh masalah penyakit yang dihadapinya. Dia pernah bekerja di sebuah Homeschooling sebagai Guru Pengganti dan Guru Online, padahal awalnya dia melamar di homeschooling tersebut sebagai staff IT, karena dia sebelumnya berbackground jurusan MultiMedia di SMK Nusantara, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Sampai pada kelas 3 SMK dia pindah ke Sulawesi Tengah dan lulus mengikuti Paket C. Pada homeschooling tersebut, Tyo mengajar kelas 4, 5, 6 SD dan 1, 2, 3 SMP semua mata pelajaran. Untungnya saat sekolah dia merupakan murid berprestasi, jadi materi untuk anak sekolah yang di ajar di Homeschooling tersebut bisa dengan lancar diajarkan olehnya. Setelah itu usai kerja di Homeschooling dan meminta resign, Tyo bekerja di sebuah tempat percetakan dan fotokopi sebagai Operator Graphic Design. Terakhir Tyo bekerja sebagai Business Consultant di sebuah perusahaan pialang di Jakarta Pusat. Setelah berhenti dari Perusahaan Pialang sebagi Business Consultant, dia pindah ke Sulawesi Tengah untuk memulai usaha baru pribadi. Di sana Tyo akhirnya memulai untuk masuk kuliah dengan memilih jurusan Manajemen Informatika di AMIK Nurmal Luwuk Banggai.

0 Comments