[OPINI] Artifact – Dimata seorang pemain TCG non-digital


57
57 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar 💵 seperti yang RosenLied lakukan disini

Akhir bulan November 2018,Valve akhirnya merilis game baru yaitu Artifact. Game ini bergenre TCG dengan nuansa DotA yang sangat kental. Pada saat Beta sampai tanggal perilisannya, Artifact justru banyak mendapatkan pro dan contra karena game ini tidaklah gratis dan dianggap sangat pay 2 win. Sebagai seorang player Dota 2 serta pemain TCG non-digital terutama card game jepang seperti Cardfight!! Vanguard, Battle Spirits dan lain-lainatmosfer yang diberikan Artifact ini ternyata sangat mirip dengan apa yang terjadi di TCG non-digital, bahkan jika dibandingkan dengan TCG lain seperti Shadowverse, Hearthstone rasanya Artifact ini berada diposisi yang berbeda. Kali ini saya tidak akan membandingkan Artifact dengan TCG digital lainnya, namun akan disandingkan dengan TCG non-digital yang ada didunia ini. Mari kita lihat apa saja.

1. Pay 2 Play

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Valve dengan memberikan harga pada game terbarunya ini. Bahkan saya anggap ini sesuatu yang normal,kenapa? Karena di dunia nyata, untuk bermain TCG kamu akan juga akan membutuhkan modal untuk masuk ke dunia TCG. Jika di Artifact kamu cukup membeli base game untuk memulai permainan di TCG nyata kamu akan membeli sebuah Trial Deck, Structure Deck atau Starter Deck yang harganya relatif tidak murah dan ironisnya tidak terlalu kompetitif. Pilihan lain adalah membeli deck yang sudah jadi dari orang lain atau membeli booster set dan building deck sendiri. Dengan harga 300rb sudah mendapat 2 Starter Deck, 10 Pack Booster dan 5 Ticket Event plus bonus 1 bulan langganan Dota Plus itu bisa dibilang harga yang murah. Jika di TCG non-digital, 300rb kamu hanya mendapat 1 Trial Deck yang menurut saya tidak terlalu kompetitif dan butuh 1 trial deck lagi untuk menjadikannya semi-kompetitif.

2. Pay 2 Win

Semua orang benci Pay 2 Win apalagi di aplikasikan di game Pay 2 Play, rasanya seperti combo chain yang akan membuat uang kamu habis dalam sekejap. Tidak ada game TCG yang tidak Pay2Win, kamu seperti dipaksa membeli pack untuk mengikuti setiap meta yang ada, jika kamu tidak mengikuti meta maka deckmu akan super ampas jika bertemu deck yang selalu up-to-date. Tapi hal seperti ini juga terjadi di TCG dunia nyata, setelah kamu beli Trial Deck yang rasanya tidak kuat sama sekali, pasti akan tersirat untuk membuka pack untuk mencari kartu kuat yang bisa dimasukkan dalam deck. Beruntungnya, Valve memberikan kamu 10 Pack dalam paket pembelian (spoiler: 1 pack 29rb dikali 10 =290rb, jadi 300rb bukan buat beli game tapi 10 pack, dan masih dapet bonus lainnya), jika kamu merasa 10 pack itu kurang, kamu bisa membelinya dengan harga  sekitar 29.000 rupiah.  Menurut saya harga pack tersebut relatif murah jika dibandingkan dengan TCG dunia nyata. Sebagai contoh Battle Spirits. Satu pack dihargai sekitar 40rb-70rb tergantung seri expansion set-nya dan tidak ada jaminan mendapatkan kartu bagus.

3.Rarity dan Harga

Rarity kartu mungkin menjadi hal yang vital bagi sebuah TCG. Semakin tinggi rarity biasanya akan semakin jago dan mahal kartu tersebut. Dan biasanya setiap TCG punya pembagian rarity tersendiri. Saya ambil contoh dari TCG non-digital Cardfight!!Vanguard, TCG tersebut mempunyai banyak rarity, mulai dari Basic Rarity ada Common, Rare, Double R (RR), Triple R (RRR), dan paling tinggi adalah Vanguard Rare (VR). Tidak cuma basic rarity saja tapi juga punya Parallel Rarity yang bisa dibilang langka dan punya harga jual tinggi seperti Special Vanguard Rere (SVR), Original Rare (OR), Image Ride Rare (IMR). Jika dibandingkan dengan TCG tersebut, Artifact lebih bersahabat karena hanya mempunyai 3 rarity saja yaitu: Common, Uncommon, dan Rare. Dan beruntungnya Valve memberikan jaminan mendapatkan rare disetiap pack.

Walapun agak tidak adil jika dibandingkan dengan TCG non-digital yang pembagian rarity sudah disesuaikan per-box-nya (1box=16-20pack), namun saya rasa Valve cukup baik karena memberikan jaminan mendapatkan 1 kartu rarity tinggi. Soal harga sebenarnya tidak terlalu berbeda antara Artifact dengan TCG non-digital atau bisa bilang belum bisa dibandingkan karena Artifact masih 1 expansion set sedangkan TCG non-digital sudah mempunyai banyak sekali expansion set. Tetapi seharusnya harga kartu di Artifact jauh lebih bersahabat dengan kantong karena hanya mempunyai 3 rarity dan jaminan mendapatkan rare. Jika TCG non-digital makin tinggi rarity/langka makin mahal. Mungkin kamu bisa cari sendiri harga kartu TCG paling mahal di google.

4. Community Market

TCG dunia nyata pasti ada komunitas dan forum jual beli sendiri dimana kamu bisa mencari kartu yang kamu butuhkan atau menjual segala kartu yang kamu punya untuk dijadikan uang.Lalu apakah Artifact punya hal semacam itu ? tentu. Sejak rilis Artifact sudah mendapatkan marketnya sendiri di Steam Community Market. Community Market ini menurut saya adalah salah satu nilai plus dari Artifact. Dimana TCG Digital lain memaksa kamu untuk membeli pack namun kamu tidak bisa mendapat uang dari hasil buka pack tersebut.

Community Market bisa dimanfaatkan oleh siapa saja untuk tujuan apa saja,misalkan kamu butuh kartu A, daripada kamu beli pack tapi tidak ada jaminan dapat kartu A mending kamu beli langsung di market, tentunya bakal jauh lebih efektif daripada memohon pada RNG-sama. Atau ketika kamu iseng membuka pack lalu mendapatkan kartu jago yang ternyata tidak berguna dalam deck,lebih berguna kartu itu menjadi uang daripada nyangkut di inventori kamu bukan?. Dengan adanya community market mungkin suatu saat nanti kartu tersebut bisa dijadikan item betting seperti Dota 2 atau CSGO? Kita lihat saja nanti.

5. Kompetisi

Menurut saya ini adalah hal yang paling tidak bisa dibandingkan antara Artifact dengan TCG non-digital. Artifact jauh lebih fleksibel karena bisa membuat turnamen secara online atau LAN dan bisa memanfaatkan fitur ingame untuk membuat suatu turnamen kecil-kecilan,belum lagi ada turnamen dengan sponsor besar dengan hadiah yang besar juga. Sedangkan TCG non-digital kita harus rela ribet demi untuk ikut turnamen yang biasanya hadiahnya tidak seberapa besar.

Jadi itu saja yang saya rasakan sebagai player dota 2 dan pemain TCG non-digital ketika Artifact hadir. Banyak persamaan namun juga ada perbedaan. Karena yang membuat Artifact adalah yang membuat Magic: The Gathering dan Artwork dari Artifact juga mirip-mirip dengan MTG jadi menurut saya Artifact ini sangat layak untuk dimainkan. Bagi anda pemain TCG non-digital saya yakin secara tidak sadar sebagian uang anda sudah menjelma sebagai karton bergambar. Mungkin kali ini tertarik untuk dijadikan menjadi kartu digital ?


Like it? Share with your friends!

57
57 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
0
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
0
KEREN
WTF ! WTF !
0
WTF !
RosenLied

Elite

0 Comments