[Review] DISTRAINT 2 – Menghadapi Sifat Jati DIrimu Sendiri Setelah Semua Penyesalan


87
87 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar 💵 seperti yang Faza Rabbani lakukan disini

Masih sama seperti pendahulunya Distraint 2 adalah sebuah game psikologi horror dengan sensasi story driven yang diracik oleh satu orang saja bernama Jesse Makkonen dirilis pada tahun 2018 dan mendapat score 10/10 dari review para pengguna akun steam. Game ini merupakan direct sequel atau sequel langsung yang melanjutkan cerita dari game pertamanya. Langsung saja kita cekidot simak sama-sama seperti apa game ini.


Trailer:


Story:

Distrant 2 masih mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Price yang mengabaikan rasa kemanusiaannya demi mencapai ambisinya. Namun di akhir cerita dia justru terkena karma dari apa yang dia telah lakukan dan menyesali semua itu hingga akhirnya dia membenci dirinya sendiri dan berakhir bunuh diri. Tapi, setelah hal itu terjadi dia justru mengalami sesuatu yang sama sekali tidak dia duga.

Cerita bermula ketika Price terbangun di suatu tempat misterius yang telihat sunyi dan sedikit gelap. Disini dia terlihat sangat bingung bagaimana dirinya masih hidup dan bisa sampai di tempat seperti ini. Tak lama kemudian dia bertemu dengan kakek tua bernama Reason yang ternyata merupakan salah satu bagian dari sifat Jati diri Price dan dia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Sayangnya kakek tua itu juga tidak dapat menjelaskannya tapi, dia dapat membantu Price keluar dari tempat ini asalkan dia mau membiarkan kakek itu memandunya dan berpesan untuk Price agar dia berusaha memaafkan dirinya sendiri.

Untuk keluar dari dunia tersebut Price harus menemukan seseorang bernama Hope dan untuk melakukan itu dia akan menemukan sifat jati dirinya yang lain yaitu seperti Agony, Greed, Fear, Loss, Love, Forgiveness dan lain-lain. Sebagian dari mereka akan berusaha untuk menakut-nakuti, memaki-maki dan membujuk Price untuk berhenti dari tujuannya dan sebagian lagi mereka akan berusaha untuk membantu, mendukung dan memberi semangat untuk Price demi mencapai tujuannya hingga dia menemukan hal yang seharusnya ia cari selama ini.

Untuk menghadapi para jati dirinya yang berusaha mengehentikannya, Price harus mampu bersabar dan menahan serang-serangan seperti maki-makian dan bujukan yang mereka berikan kepadanya. Dia juga tahu jika dia terus begini dia tidak dapat berubah. Tapi, ternyata dia juga diikuti oleh sosok misterius yang menyeramkan dan tidak dapat dia lawan.

Nantinya kalian juga akan melihat flashback masa lalu price, mulai dari masa bahagia, menakutkan, penyesalan, hingga trauma yang dialaminya ketika dia masih berusia anak-anak. Game ini akan menguji rasa jati dirimu dimana kalian akan berusaha untuk menolak atau menerima mereka semua bagian dari dirimu hingga akhirnya kalian hidup dengan penyesalan atau melangkah maju ke depan.

Kelanjutan ceritanya akan kalian ketahui setelah kalian memainkan game dengan cerita yang sebenarnya kompleks dan sedikit creepy dengan akhir yang menyetuh dan bisa membuat kalian nangis ini serta plot-twist tak terduga. Tidak ada bad ending atau semacamnya kalian akan sepenuhnya menikmati cerita dari awal hingga akhir tanpa perlu khawatir apa yang kalian lakukan selama memainkannya. Dan sangat disarankan untuk memainkan game pertamanya untuk lebih memahami makna dari cerita game ini.


Gameplay: Lebih Mudah Dari Pendahulunya

Masih sama seperti pendahulunya Distraint 2 menghadirkan gameplay dengan perspective side-scrolling dimana kalian hanya bisa bergerak ke kanan atau ke kiri saja dengan tambahan fitur sprint untuk bergerak lebih cepat. Game ini tidak menghadirkan element combat tapi kamu bisa lari dan bersebunyi di dalam lemari dari mahluk misterius yang mengikutimu dan menyeramkan.

Bersembunyi di dalam lemari dari mahkluk misterius yang menyeramkan

Game ini juga masih menghadirkan element puzzle yang sebagian besar kalian akan berinteraksi untuk mencari sesuatu lalu menggunakannya dan nantinya kalian akan disuruh untuk menyusun sesuatu seperti gambar untuk membuka jalan keluar. Teka-teki yang dihadirkan juga akan semakin sulit selama kamu melanjutkan perjalanan.

Puzzle yang paling sulit dalam game ini yang terliihat mudah

Berbeda dengan game sebelumnya yang dimana harus selalu mengandalkan hasil analisis kalian sendiri karena minimnya hints yang diberikan, kali ini justru kalian akan banyak diberikan banyak hints untuk mempermudah menyelesaikan teka-teki yang ada yang juga membuatmu lebih bisa untuk menikmati cerita yang dihadirkan. Namun, sebagian puzzle yang dihadirkan bersifat repetitive yang membuat gameplaynya sedikit membosankan.

Element horror yang disampaikan juga sebenarnya tidak begitu menakutkan untuk menakutimu tapi mungkin dapat membuatmu kaget atau terkejut karena terlalu focus menikmati ceritanya dengan jumpscare yang terjadi secara tiba-tiba. Dan atmosfir horror dihadirkan sebenarnya adalah hal yang dirasakan oleh Prince yang juga akan ikut kalian rasakan.


Graphic: Creepy dan Indah

Distraint 2 masih seperti pendahulunya dengan keunikan visual 2D sendirinya dengan environment yang gelap terang dan creepy. Tapi, berbeda dengan pendahulunya yang mengandalkan visual horror, kali ini tidak hanya itu saja tapi juga menghadirkan visual yang indah dan menawan yang sekaligus menggambarkan salah satu sifat Jati Diri Prince yang dia temui.

Resolusi yang dihadirkan game ini juga tidak begitu besar yang seperti yang kalian lihat sendiri layaknya persegi panjang yang berada di tengah-tengah layar monitor. Berbeda pada versi mobilenya yang dihadirkan dengan resolusi layar penuh.


Sountrack

Distraint 2 menghadirkan masih menghadirkan music yang mampu mengisi atmosfir seperti dalam gamenya mulai dari creepy, sunyi, moment lucu, hingga menyentuh. Game ini juga menghadirkan efek-efek suara yang terdengar pas dan membuat game ini lebih hidup.


Score: 86

Distraint 2 telah menghadirkan sensasi yang sangat berbeda dari pendahulunya yang cukup mengejutkan dan luar biasa yang berfocus pada rasa takut manusia terhadap rasa penyesalan, depresi, dan trauma yang sebenarnya menyampaikan nilai nasihat dan nilai moral yang sangat besar.

Pros

-Ceritanya yang sebenarnya sedikit creepy dengan ending yang menyentuh

-Peningkatan gameplay yang lebih mudah

-Visual Grafis yang Creepy dan Indah

-Sountrack yang pas untuk menghiasi suasana

-Memberikan nasihat dan nilai moral yang besar

Cons

-Sebagian puzzle bersifat repetitif yang membuatnya sedikit membosankan


Recommended

Game ini sangat disarankan buat kalian yang suka dengan game psikologi horror dengan sensasi story driven apalagi jika kalian sudah memainkan game pertamanya yang juga menjawab banyak tanda tanya dan element horror yang tidak terlalu begitu menakutkan.


Tidak Recommended

Game ini tidak disarankan buat kalian yang mencari atau lebih memilih game horror dengan sensasi ketakukan yang gila-gila an.


Distraint 2 sekarang sudah bisa kamu mainkan di PC, Android, dan iOS dan sangat direkomendasikan untuk memainkan game pertamanya agar lebih memahami makna dari game ini.

Baca juga konten-konten gaming lainnya di Gamebrott Community yang ditulis oleh Faza Rabbani melalui link berikut ini.

Kontak: Facebook


Like it? Share with your friends!

87
87 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
0
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
0
KEREN
WTF ! WTF !
0
WTF !
Faza Rabbani

Grand Master

Halo semua! Nama saya Muhammad Khoidir Faza Rabbani. Saya akrab dipanggil Faza atau Musa. Lahir di Tasikmalaya tapi, tumbuh besar di Bandung dan Jakarta. Disini saya suka review game-game kecil atau game-game lama yang mungkin jarang diketahui banyak orang terutama di kalangan remaja dan anak-anak Indonesia yang sebenarnya tidak kalah bagusnya dengan game-game besar lainnya. Saya bukanlah kritikus atau semacamnya, tapi hanyalah orang yang hobi bermain video game.

Ada ungkapan yang mengatakan “Jangan Menilai Buku Hanya Dari Sampulnya Saja!” sama halnya dengan “Jangan Menilai Game Hanya Dari Grafisnya Saja!”

Kontak: dariusdarker@gmail.com atau Facebook

0 Comments