Terancam Jadi Dead Game! Ini Penyebabnya – Arena of Valor


59
1 comment, 59 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar 💵 seperti yang Ahmad Rafi lakukan disini

Halo semua selamat pagi, siang, sore, malam, subuh dimana pun kalian berada apa kabar? Semoga sehat selalu dan selalu dimudahkan dalam menjalani hidup Aamiin.

Beberapa waktu belakangan ini AoV atau Arena of Valor yang sebagai pemasaing Mobile Legends ini disebut sebut sebagai “dead game”, benarkah demikian?

Alasan saya membuat postingan seperti ini karena berdasarkan kabar diatas dan dari sebagian dari Youtube, “Aov jadi dead game?”. Lantas saya juga terkejut dengan kabar tersebut karena tak disangka sangka game yang saya banggakan ini, yang bahkan ping jaringan dan grafis nya lebih bagus daripada Mobile Legends akan jadi dead game sampai sampai AoV terlempar dari 10 besar game terlaris di Playstore. Lalu mengapa bisa begitu?. Dan disini saya akan menjelaskan sedikit dan sesuai opini saya kenapa AoV atau Arena of Valor terancam jadi DEAD GAME.

  1. Banyak nya “Domba”

    Domba adalah sebutan untuk player yang belum paham benar dengan role AoV atau bisa juga disebut dengan NOOB PLAYER, karena role AoV beda banget dengan ML, kalian wajib tau hal ini. Bagi pemula yang baru bermain AoV wajar jika belum paham benar dengan role di AoV ini, karena perlu adaptasi dari game MOBA sebelah ke game MOBA lainnnya. Tapi masalah nya adalah bagi player lama yang sudah main AoV ini bahkan sudah pada tier Platinum, masih bisa ketemu domba. Di AoV, jika mau naik ke Tier Platinum itu lebih sulit dari naikin Platinum di Free Fire. Jadi jika sudah pada tier Platinum itu, player pasti sudah beradaptasi penuh sepenuhnnya dengan role di AoV dan sudah bisa dianggap PRO. Tapi nyata nya kebanyakan Player jika main rank itu pasti ada satu teman setim yang domba, padahal sudah tier tinggi. Ironis bukan? Hal ini yang membuat Player AoV jadi malas push rank karena peluang kemenangan jika main dengan domba hampir tidak ada. Dan jika keseringan ketemu domba pada tiap match bahkan saat main Quick Match, itu lama lama akan membuat player bosan dengan AoV dan akhirnya minggat dari AoV.

  2. Sedikitnya Player AoV di Indonesia

    Player yang sedikit juga sangat mempengaruhi dalam bermain suatu game, jika pemainnya sedikit akan sulit untuk menemukan teman mabar. Ya kan? Sudah bukan hal baru lagi jika AoV tidak sebanyak ML dari segi pemain untuk region Indonesia. Tapi perlu kalian ketahui bahwa player AoV di dunia itu (luar Indonesia) lebih banyak daripada player ML di Indonesia dan sebaliknya, ML sepi untuk wilayah Internasional. Sekarang bahas yang di Indonesia saja. Sedikitnya player AoV di Indonesia membuat orang orang jadi mikir nya begini “wahh AoV sepi di Indonesia, jadi malas gw main, mending main yang terkenal aja kaya ML”. Well, kita ga bisa cegah pemikiran seperti itu pada orang orang. Bahkan dengan masuk nya AoV pada ajang Asian Games 2018 kemarin masih belum bisa mengalahkan ketenara ML di mata gamers tanah air.

  3. Sedikitnya Youtuber yang Mengangkat Konten AoV

    Yap ini yang paling berpengaruh dalam ketenaran sebuah game menurut saya, para konten creator Youtube. Kenapa ini sangat berpengaruh? Liat saja awal mula ketenaran Mobile Legends dari mana? Dari Youtuber atau konten creator yang membuat penonton merasa terhibur dengan konten ML yang mereka buat dan penonton tertarik untuk memainkan game itu juga. Nah andaikan AoV juga ada yang beginian, saya sangat yakin AoV akan setara tenarnnya dengan ML atau bahkan lebih tenar. Tapi sayang nya sekarang EJ Gaming yang sering upload konten AoV sudah tidak pernah lagi upload konten AoV lagi, karena apanya saya kurang tau. Tapi yang pasti saya rasa itu sangat berpengaruh dengan AoV karena telah kehilangan 1 creator konten AoV. Tapi untung nya masih ada 1 creator AoV yang masih bertahan yaitu Michael Antony.

  4. Genre MOBA Sudah Mulai Ditinggalkan di Indonesia

    Walau hal ini belum terlihat besar, tapi nyata nya sudah mulai terlihat. Sekarang banyak gamers yang memainkan game yang bergenre Battle Royale atau Battle Ground seperti PUBGM dan FF. Memang ga selamanya genre suatu game akan rame. Contohnya yang nyata seperti Clash of Clans yang mana genre game seperti COC itu banyak digemari pada zamannya dan sekarang tinggal kenangan, tapi masih ada yang memainkannya walau ga se rame dulu.

 

Nah itu dia sedikit opini dari saya mengenai dead game nya AoV Indonesia, semoga hal ini tidak berkelanjutan terjadi karena AoV nyata nya sangat rame di dunia International Mobile Esport dan menjadi game dengan mengadakan pertandingan terbanyak mengalahkan PUBG.

Oke sampai sini saja post saya kali ini. Terimakasih sudah membaca. Tinggalkan komentar jika perlu. Mohon maaf jika ada kesalahan.

#budayakanmembaca


Like it? Share with your friends!

59
1 comment, 59 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
0
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
1
KEREN
WTF ! WTF !
1
WTF !
Ahmad Rafi

Grand Master

Teruslah berkarya.

#budayakanmembaca

One Comment