Tips Mendapat Pendanaan Game dari Kickstarter ala Thomas Bidaux


64
64 points

Ini adalah Content Community. Gamebrott Community adalah wadah berbagi pengalaman, opini, dan hal lainnya dalam Industri Videogame. Content ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab creator bukan tanggung jawab Redaksi Gamebrott.

Advertisements

Kamu dapat membuat Content Community & dibayar ? seperti yang [gbauthorname] lakukan disini

Hari ini dalam industri game, nama Kickstarter sudah tak asing lagi. Sebuah platform crowdfunding berbasis website. Melalui web ini, beberapa perusahaan atau perseorangan mendapatkan pendanaan dengan berbagai bentuk mulai dari dana hibah, maupun pembelian dengan pembayaran di muka. Banyak jenis barang yang telah memperoleh pendanaan, salah satu jenis barang yang sukses memperoleh pendanan adalah game.

Advertisements
[bsa_pro_ad_space id=1]

Biasanya mereka mematok jumlah tertentu atau yang biasa disebut goal sebagai tujuan dana yang akan di capai. Kebutuhan dana tiap game tentunya berbeda-beda. Ada yang membutuhkan puluhan juta, ratusan juga, bahkan miliaran. Namun, tentu saja tidak semua game beruntung mendapatkan pendanaan dari Kickstarter.

Mengenal Thomas Bidaux

Thomas Bidaux merupakan seorang pembicara di GDC (game developer conference atau konfrensi pengembang game). Ia merupakan ceo dari Eco Partner. Saat itu, ia sedang mempresentasikan tentang tema “crowdfunding your video game in 2019”. Sesuai temanya, ia mempresentasikan tentang memperoleh crowdfunding.  Ia memperkenalkan diri sebagai seorang video game konsultan (self publishing). Tulisan ini untuk mereview presentasi tersebut.

Ia memiliki berbagai track record dalam menjadi konsultasi game. Mulai dari memanajeri 5 kampanye game dari Kickstarter dan Ulule. Ia juga menjadi penasehat dari 40 kampanye game dan 6 game mendapat pendanaan lebih dari $ 500.000. Ia juga menjalankan sebuah workshop game dan film. hal ini mengingat beberapa film yang memang berhasil mendapat pendanaan dari Kickstarter.

Memahami Crowdfunding

Ia memulai membuka presentasinya dengan bertanya soal siapa saja yang pernah ikut crowdfunding. Ia sengaja menutup untuk bercanda agar jika ia bertanya dan tak ada yang angkat tangan, maka ia tak akan tahu. Kemungkinan hal ini dikarenakan sulitnya beberapa orang mendaftarkan gamenya  karena khawatir tidak mendapatkan dana.

Selanjutnya dimunculkan data dari Kickstarter. Data tersebut menunjukan seberapa banyak jumlah pembiayaan crowdfunding selama beberapa tahun pada bidang game. Mulai dari 2011 sampai 2018, dimana $ 835.523 dan tingkat tertinggi pada tahun 2013  sebanyak $47.679.833. tahun 2016 pendanaan rata-rata menurun sampai hanya belasan juta dollar.

Ia juga menunjukan data seberapa banyak proyek yang didanai dan tidak didanai oleh Kickstarter. Data tersebut juga menunjukan data dari tahun 2011 sampai tahun 2018. Jika melihat grafiknya lebih banyak proyek yang tidak berhasil mendapat pendanan dari Kickstarter dibanding yang berhasil. Namun sejak tahun 2015 proyek yang gagal mendapatkan pendanaan semakin berkurang. Beberapa data jenis juga dimunculkan termasuk perbandingan Kickstarted dengan Fig.

Game yang Sesuai untuk Crowdfunding

Ia melanjutkan presentasinya dengan sebuah pertanyaan “apakah gamemu sudah siap untuk crowdfunding?”. Menariknya ia mengungkapkan bahwa suatu hal yang dibutuhkan oleh game yang siap crowdfunding adalah cinta. Semakin banyak yang menncitai proyek anda, maka semakin sukses crowdfunding.

Ia menunjukan “red flags” atau ciri-ciri proyek yang kemungkinan besar tidak didanai untuk crowdfunding. Game untuk anak-anak, dimana anak-anak akan tumbuh selama pengembangan dan mungkin seleranya berubah. Game tipe free to play yang dianggap sebagai anti-thesis dari crowdfunding karena salah satu tujuan crowdfunding adalah investasi. Mobile game yang dianggap kadang gamenya tidak penting.  Terakhir adalah game yang tidak dicintai oleh orang lain, dimana tak ada passion di dalamnya

Sebaliknya, ia mengungkapkan “green flag” atau game yang memiliki ciri-ciri untuk didanai. Kali, ini ia pertama kali menyinggung game yang harus dicintai pertama kali. Kedua, keuletan untuk membuat game tersebut terwujud. Konsep yang dapat dikomunikasikan, dimana gameplay yang dapat didemonstrasikan atau lebih baik lagi memiliki prototype atau demo.

Pembahasan selanjutnya, membahas waktu yang tepat untuk melakukan kampanye. Ia menunjukan berbagai bagan soal perubahan waktu kampanye dari tahun ke tahun. Hal yang paling penting pada tahun 2018, dimana kampanye baiknya dilakukan pada masa sebelum alpha test sampai beta tes. Hal ini untuk menunjukan sejauh mana perkembangan game dan keaslian tampilan antara perencanaan dan game asli.

Memahami Platform yang Digunakan

Tak lupa ia juga menyebutkan berbagai platform yang mirip dengan Kickstarter. Pertama dari platform Fig yang baru bertumbuh. kedua, Ulule yang merupakan crowdfunding yang cukup banyak audiencenya di Perancis. Mungkin mirip dengan Kitabisa.com yang ada di Indonesia. Ia juga berkata untuk tidak meremehkan platform lokal seperti Ululue, ia menunjukan kasus dimana sebuah game dapat pendanaan 1,4 juta Dollar. karena itu pentingnya platform yang digunakan.

Kembali ia mengulang soal cinta, bahkan ia menambahkan bahwa harus cita bukan hanya sekadar menyukai. Jika orang-orang mencintai game anda, platform apapun cocok untuk anda. Apalagi semakin banyak orang yang mencintainya, maka mereka akan semakin tertarik memberikan pendanaan agar game tersebut dapat terwujud.

Ia mengungkapkan juga berbagai hal soal timing perilisan dan jangka waktu kampanye pada platform Kickstarter. Waktu yang tidak terlalu lama atau terlalu cepat. Selanjutnya, kesesuaian tanggal tertentu dengan awal kampanye, misalnya awal bulan gajian. Dimana umumnya orang memiliki banyak uang waktu itu.

Kegagalan Crowdfunding

Terakhir ia mengungkapkan soal game yang gagal mendapatkan pendanaan. Jika gagal mendapatkan kampanye seperti game miliki temannya yaitu forest of liar, maka proyek jangan di hentikan. Ia menyuruh untuk mempelajari kegagalan dari kampanye tersebut. Game tersebut sendiri masih dalam pengembangan dan berharap jika pengembangannya cukup jauh untuk mengadakan kampanye crowdfunding lagi.

Oleh karena itu, presentasi di atas memberikan cukup banyak pandangan soal crowdfunding dibidang game. Harapannya game-game di Indonesia juga dapat dikembangkan melalui pendanaan dari Kickstarter. Mungkin juga dapat mengguanakan web crowdfunding local seperti Kitabisa.com, sehingga Indonesia juga dapat mengembangkan game berkualitas.

 

 


Like it? Share with your friends!

64
64 points

What's Your Reaction?

MARAH MARAH
0
MARAH
GEMES GEMES
0
GEMES
SEDIH SEDIH
0
SEDIH
WKWK WKWK
0
WKWK
Love Love
0
Love
OMG ! OMG !
0
OMG !
KEREN KEREN
0
KEREN
WTF ! WTF !
0
WTF !
Aru Akasa

Grand Master

Penulis amatir yang menjadikan Gamebrott sebagai tempatnya latihan menulis, Akhirnya ia memberanikan diri menulis blognya yang berjudul meongeden.com

0 Comments