Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > TECH > [Opini] Bahaya AI Bagi Pelajar, Teknologi Cerdas yang Tidak Mencerdaskan?

[Opini] Bahaya AI Bagi Pelajar, Teknologi Cerdas yang Tidak Mencerdaskan?

by Andi
7 September 2025
in TECH, Featured, OPINI
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Bahaya Ai
0
SHARES
344
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

Bahaya AI bagi pelajar – Keberadaan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence kini banyak memberikan dampak bagi kebudayaan kita. Berbagai kalangan mulai dari orang awam yang tidak terlalu paham teknologi, sampai korporasi sekelas developer game saja sampai menggunakan teknologi bernama AI ini.

Use–case untuk AI ternyata bisa diaplikasikan hampir di segala bidang. Dari pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, pendataan dan audit, konten kreasi, bahkan sampai pelajar sekali pun. Tidak jarang kita mendapati kalau AI marak digunakan oleh siswa maupun mahasiswa untuk tugas atau pembuatan makalah.

Tapi, apakah benar AI memberikan kemudahan bagi pelajar tanpa efek samping apa pun? Pelajar kini tidak hanya bisa mengandalkan assist dari kecerdasan buatan, ia juga bisa digunakan menjelaskan teori sulit dalam waktu singkat. Apakah menggunakan teknologi ini terus-terusan akan lebih banyak mudarat ketimbang manfaat?

Daftar isi

  • Dampak Buruk dan Bahaya AI Bagi Pelajar
    • Terlalu Bergantung Akan Jadi Pedang Bermata Dua?
    • Artificial Intelligence, Masih Dalam Wujud Embrio
    • Tantangan Terburuk AI: Halusinasi dan Tendensi

Dampak Buruk dan Bahaya AI Bagi Pelajar

Image
Bahaya dari teknologi AI

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Negeri Makassar di tahun 2025 memperlihatkan kalau AI tidak hanya memberikan manfaat keefektivitasan belajar, namun juga menimbulkan ketergantungan terhadap teknologi tersebut. Penelitian yang dilakukan terhadap beberapa mahasiswa tunjukkan kalau pelajar akan cenderung mengandalkan jawaban dari AI ketimbang mencari tahu sendiri.

Angka yang ditunjukkan oleh penelitian tersebut juga perlihatkan adanya penurunan kemampuan berpikir kritis pada pelajar jika mengandalkan teknologi AI pada tingkat yang terlalu sering. Sehingga mahasiswa lebih cenderung melewati proses berpikir kritis dan menganalisa kembali apakah jawaban yang diberikan AI benar atau tidak.

Padahal, kemampuan berpikir secara kritis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran yang efektif menurut jurnal tersebut. Kemampuan ini berguna dalam proses pemilihan sumber yang relevan, menyusun pemahaman yang logis, hingga pemahaman mendalam dan menyeluruh.

Terlalu Bergantung Akan Jadi Pedang Bermata Dua?

Image
Terlalu bergantung malah bikin kurang kritis

Ibarat sebuah api yang membangun peradaban pertama manusia, api juga bisa digunakan untuk menghancurkan sebuah peradaban jika digunakan untuk membakar kota, gedung, dan landmark penting lainnya. Kecerdasan buatan juga secara teknologi sendiri tidak punya salah apa-apa. Ia hanyalah sebuah alat yang siap digunakan oleh siapa saja dan untuk apa saja.

Di satu sisi, AI adalah alat yang akan sangat berguna jika dimanfaatkan secara benar. Namun, di lain sisi, ia juga merupakan racun yang akan menumpulkan pemikiran penggunanya secara perlahan. Menggunakan AI kerap dijadikan sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan masalah secara instan. Hal tersebut akan membuat pelajar semakin tidak kritis karena tidak melewati proses berpikir yang menjadi pondasi utama dari pembelajaran.

Artificial Intelligence, Masih Dalam Wujud Embrio

Image
AI, teknologi yang masih belum matang?

Tidak hanya soal ketergantungan pengguna jika terus memanfaatkan AI tanpa mikir, teknologi tersebut juga bukan tanpa cacat sama sekali. AI sering kali masih memberikan jawaban halusinasi atau malah lari dari konteks yang ditanyakan.

Menurut riset dari Journal of Medical Internet Research dengan tajuk pembahasan Hallucination Rates and Reference Accuracy of ChatGPT and Bard for Systematic Reviews: Comparative Analysis. Beberapa AI diuji seperti GPT-3.5, GPT-4, dan Bard untuk menghasilkan jawaban seputar sains olahraga. Tingkat halusinasi dari berbagai model AI tersebut masih cukup tinggi yakni sekitar 28,6% hingga 91,4%.

Jadi, meski bisa digunakan sebagai media pembantu dalam pembelajaran dan pendalaman materi, AI masih terlampau gampang untuk mengembangkan jawaban mereka sendiri. Sehingga hasilnya, ia mampu menimbulkan jawaban yang mengada-ada (halusinasi).

Tantangan Terburuk AI: Halusinasi dan Tendensi

Image
Hasil berkemungkinan bias

Bagaimana AI menghasilkan jawaban tentu tergantung dari sumber yang diberikan ketika masa training. AI bisa saja menghasilkan jawaban yang bias ke suku, agama, ras, dan tendensi politik tertentu. Apalagi kalau kecerdasan buatan ini di-train menggunakan sumber yang tersedia secara luas di internet, hasil yang diberikan berkemungkinan akan sangat bergantung oleh pandangan orang yang mengemukakan pendapatnya dan dikutip langsung oleh AI.

Dikarenakan sumber yang diambil AI sangat masif jumlahnya, bisa saja metode yang dijabarkan tidak sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah atau negara. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya kompetensi guru dalam menilai apakah tugas yang dikerjakan oleh siswa mereka murni berasal dari pemahaman pribadi atau hanya jiplak utuh dari AI.

Oleh karena itu kembali lagi kita membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan nalar yang baik untuk memilah apa saja yang bisa kita gunakan dalam membantu proses belajar. Tidak ada salahnya bergantung pada teknologi ini jika memang membawa dampak positif seperti efisiensi waktu dalam mengumpulkan materi. Hanya saja hasil tersebut masih perlu di cek dan verifikasi ulang agar kita tetap memiliki pemikiran yang tajam dan kritis.

Kalau menurut kamu, apakah manfaat atau bahkan kerugian AI yang sudah kamu rasakan selama ini? Apakah perlu regulasi ketat akan teknologi yang masih terbilang baru lahir ini? Coba berikan pendapat kamu ya.


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

Tags: Artificial IntelligenceChatGPT
SummarizeShareTweetSend
Previous Post

Dev. Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles Tidak Menganggap Game-nya Sebagai Remaster

Next Post

Build Cerydra Honkai Star Rail Terbaik

Andi

Andi

Menyukai game namun terhalang motion sickness, hampir tidak bisa memainkan game FPS karena itu. Pencinta Fate series dan Nasuverse in general

Related Posts

Aturan Baru Pemerintah Indonesia Larang AI

Aturan Baru Pemerintah Indonesia Larang Siswa Gunakan AI di Sekolah, Apa Alasannya?

by Bima
5 hari ago
0

Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan, kini muncul aturan baru pemerintah Indonesia yang secara resmi membatasi kebebasan siswa dalam menggunakan...

google akui project genie

Google Akui Project Genie Bukan Ditujukan Untuk Gantikan Developer Game

by Andi
7 hari ago
0

Lebih untuk eksplorasi konsep?

Microsoft Diduga Hapus Ulasan dengan Kata Microslop

Microsoft Diduga Hapus Ulasan dengan Kata Microslop di Xbox App, Real atau Hoax?

by Bima
1 minggu ago
0

Baru-baru ini beredar sebuah informasi di mana Microsoft diduga hapus ulasan yang mengandung istilah ejekan "Microslop" pada aplikasi Xbox di...

Scalper Kerahkan Jutaan Bot 2026

Scalper Kerahkan Jutaan Bot untuk Borong Stok RAM, Makin Susah Rakit PC?

by Bima
2 minggu ago
0

Baru-baru ini muncul fenomena baru di mana scalper kerahkan jutaan bot dan mulai menjadi ancaman bagi para perakit PC di...

Load More
Please login to join discussion

Gamebrott Latest

Wuling Transmutation Circle Arknights Endfield Fullmetal Alchemist

Pemain Arknights: Endfield Buat Jalur ala Transmutation Circle dari Fullmetal Alchemist

by Andy Julianto
7 jam ago
0

Total Penjualan Resident Evil Requiem

Total Penjualan Resident Evil Requiem Telah Mencapai 6 Juta Kopi Saat Ini

by Deia Averina
18 jam ago
0

Miks Valorant

Agent Miks Valorant – Penjelasan Skill dan Gameplay

by Friliando
19 jam ago
0

Bos Embark Studios Bungie Marathon

Bos Embark Puji Bungie Terkait Marathon Meski Game Itu Mendapat Feedback Negatif

by Arif Gunawan
20 jam ago
0

FBI Game Steam

FBI Selidiki Game Steam yang Dianggap Mencurigakan

by Arif Gunawan
21 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
3 bulan ago
0

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Maret 2026 di PS2, PS3, PS4, PS5, PC dan Android

by Muhammad Faisal
3 minggu ago
0

Download Game PPSSPP Ukuran Kecil

120+ Game PPSSPP Ukuran Kecil Terbaik di Dunia yang Seru dan Tidak Cepat Bosan Tahun 2026

by Muhammad Faisal
2 bulan ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2026!

by Jendra
3 bulan ago
0

cover 39 low end games gamebrott

120 Game PC Ringan Terbaik di Dunia yang Takkan Buat Laptop dan PC Kentang Kalian Meleleh

by Muhammad Maulana
1 tahun ago
33

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2026 Gamebrott Limited

No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2026 Gamebrott Limited