Bahaya AI bagi pelajar – Keberadaan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence kini banyak memberikan dampak bagi kebudayaan kita. Berbagai kalangan mulai dari orang awam yang tidak terlalu paham teknologi, sampai korporasi sekelas developer game saja sampai menggunakan teknologi bernama AI ini.
Use–case untuk AI ternyata bisa diaplikasikan hampir di segala bidang. Dari pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, pendataan dan audit, konten kreasi, bahkan sampai pelajar sekali pun. Tidak jarang kita mendapati kalau AI marak digunakan oleh siswa maupun mahasiswa untuk tugas atau pembuatan makalah.
Tapi, apakah benar AI memberikan kemudahan bagi pelajar tanpa efek samping apa pun? Pelajar kini tidak hanya bisa mengandalkan assist dari kecerdasan buatan, ia juga bisa digunakan menjelaskan teori sulit dalam waktu singkat. Apakah menggunakan teknologi ini terus-terusan akan lebih banyak mudarat ketimbang manfaat?
Daftar isi
Dampak Buruk dan Bahaya AI Bagi Pelajar
![[Opini] Bahaya AI Bagi Pelajar, Teknologi Cerdas yang Tidak Mencerdaskan? 2 Image](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/09/image-8-1024x658.webp)
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Negeri Makassar di tahun 2025 memperlihatkan kalau AI tidak hanya memberikan manfaat keefektivitasan belajar, namun juga menimbulkan ketergantungan terhadap teknologi tersebut. Penelitian yang dilakukan terhadap beberapa mahasiswa tunjukkan kalau pelajar akan cenderung mengandalkan jawaban dari AI ketimbang mencari tahu sendiri.
Angka yang ditunjukkan oleh penelitian tersebut juga perlihatkan adanya penurunan kemampuan berpikir kritis pada pelajar jika mengandalkan teknologi AI pada tingkat yang terlalu sering. Sehingga mahasiswa lebih cenderung melewati proses berpikir kritis dan menganalisa kembali apakah jawaban yang diberikan AI benar atau tidak.
Padahal, kemampuan berpikir secara kritis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran yang efektif menurut jurnal tersebut. Kemampuan ini berguna dalam proses pemilihan sumber yang relevan, menyusun pemahaman yang logis, hingga pemahaman mendalam dan menyeluruh.
Terlalu Bergantung Akan Jadi Pedang Bermata Dua?
![[Opini] Bahaya AI Bagi Pelajar, Teknologi Cerdas yang Tidak Mencerdaskan? 3 Image](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/09/image-9-1024x648.webp)
Ibarat sebuah api yang membangun peradaban pertama manusia, api juga bisa digunakan untuk menghancurkan sebuah peradaban jika digunakan untuk membakar kota, gedung, dan landmark penting lainnya. Kecerdasan buatan juga secara teknologi sendiri tidak punya salah apa-apa. Ia hanyalah sebuah alat yang siap digunakan oleh siapa saja dan untuk apa saja.
Di satu sisi, AI adalah alat yang akan sangat berguna jika dimanfaatkan secara benar. Namun, di lain sisi, ia juga merupakan racun yang akan menumpulkan pemikiran penggunanya secara perlahan. Menggunakan AI kerap dijadikan sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan masalah secara instan. Hal tersebut akan membuat pelajar semakin tidak kritis karena tidak melewati proses berpikir yang menjadi pondasi utama dari pembelajaran.
Artificial Intelligence, Masih Dalam Wujud Embrio
![[Opini] Bahaya AI Bagi Pelajar, Teknologi Cerdas yang Tidak Mencerdaskan? 4 Image](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/09/image-10-1024x618.webp)
Tidak hanya soal ketergantungan pengguna jika terus memanfaatkan AI tanpa mikir, teknologi tersebut juga bukan tanpa cacat sama sekali. AI sering kali masih memberikan jawaban halusinasi atau malah lari dari konteks yang ditanyakan.
Menurut riset dari Journal of Medical Internet Research dengan tajuk pembahasan Hallucination Rates and Reference Accuracy of ChatGPT and Bard for Systematic Reviews: Comparative Analysis. Beberapa AI diuji seperti GPT-3.5, GPT-4, dan Bard untuk menghasilkan jawaban seputar sains olahraga. Tingkat halusinasi dari berbagai model AI tersebut masih cukup tinggi yakni sekitar 28,6% hingga 91,4%.
Jadi, meski bisa digunakan sebagai media pembantu dalam pembelajaran dan pendalaman materi, AI masih terlampau gampang untuk mengembangkan jawaban mereka sendiri. Sehingga hasilnya, ia mampu menimbulkan jawaban yang mengada-ada (halusinasi).
Tantangan Terburuk AI: Halusinasi dan Tendensi
![[Opini] Bahaya AI Bagi Pelajar, Teknologi Cerdas yang Tidak Mencerdaskan? 5 Image](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/09/image-11-1024x672.webp)
Bagaimana AI menghasilkan jawaban tentu tergantung dari sumber yang diberikan ketika masa training. AI bisa saja menghasilkan jawaban yang bias ke suku, agama, ras, dan tendensi politik tertentu. Apalagi kalau kecerdasan buatan ini di-train menggunakan sumber yang tersedia secara luas di internet, hasil yang diberikan berkemungkinan akan sangat bergantung oleh pandangan orang yang mengemukakan pendapatnya dan dikutip langsung oleh AI.
Dikarenakan sumber yang diambil AI sangat masif jumlahnya, bisa saja metode yang dijabarkan tidak sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah atau negara. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya kompetensi guru dalam menilai apakah tugas yang dikerjakan oleh siswa mereka murni berasal dari pemahaman pribadi atau hanya jiplak utuh dari AI.
Oleh karena itu kembali lagi kita membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan nalar yang baik untuk memilah apa saja yang bisa kita gunakan dalam membantu proses belajar. Tidak ada salahnya bergantung pada teknologi ini jika memang membawa dampak positif seperti efisiensi waktu dalam mengumpulkan materi. Hanya saja hasil tersebut masih perlu di cek dan verifikasi ulang agar kita tetap memiliki pemikiran yang tajam dan kritis.
Kalau menurut kamu, apakah manfaat atau bahkan kerugian AI yang sudah kamu rasakan selama ini? Apakah perlu regulasi ketat akan teknologi yang masih terbilang baru lahir ini? Coba berikan pendapat kamu ya.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
![[Opini] Bahaya AI Bagi Pelajar, Teknologi Cerdas yang Tidak Mencerdaskan? 1 Bahaya Ai](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/09/bahaya-ai-750x375.webp)
















