Penggunaan artificial intelligence terutama generative AI pada video game memang menuai pro dan kontra. Disatu sisi developer seperti Larian Studio mendukung penggunaan AI, namun dari sisi lain tidak sedikit juga yang mengecam dengan dalih tidak orisinil, pemalas, dan juga pencurian karya.
Dev Indie Hapus Game di Steam yang Dibuat dengan GenAI Setelah Disadarkan Pacar

Developer game indie Hardest bernama Eero Laine mengumumkan kalau game buatannya akan dihapus dari Steam pada tanggal 30 Januari 2026 ini. Ada pun alasan yang dikemukakan karena sang pacar tidak pro terhadap genAI.
Eero Laine yang menggunakan nama studio Rakuel di Steam menjabarkan lebih lanjut, kalau dirinya mendapatkan akses tools genAI selama masa kuliahnya di Universitas. Awalnya dia merasa tools semacam ini terlihat gratis dan bisa digunakan tanpa berakibat apa pun. Hanya saja pikirannya tercerahkan setelah mendapatkan ceramah dari sang pacar.
Beliau mengatakan kalau game akan dihapus pada tanggal 30 Januari ini karena menyadari kalau AI ternyata tidak “gratis”. Ia punya efek yang besar pada ekonomi dan lingkungan. Perusahaan AI akan menjadikan game seperti ini sebagai contoh untuk mendapatkan investasi yang lebih banyak, yang menurut keyakinan Eero Laine, tidak akan bermanfaat bagi siapapun. Hanya akan menyedot sumber daya dari ekonomi para pekerja keras.

Sang dev mengaku kalau game buatannya setelah ini akan dikerjakan tanpa menggunakan genAI dengan aset asli. Menurutnya game buatannya saat ini merupakan bentuk penghinaan terbesar kepada semua pengembang game dan gamer. Eero mengaku pacarnya yang telah menyadarkan dirinya tentang ini.
Gimana menurut kamu? Apakah kamu setuju dengan sudut pandang dev dan pacarnya? Atau kamu lebih setuju AI tetap dijadikan sebagai alat bantu saja dalam video game?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















