Dev PUBG: Kami Mengambil Resiko untuk Merilis Gamenya

PUBG
Dev PUBG nekat ambil resiko demi gamenya rilis.

Sesaat sejak PlayerUnknown’s Battlegrounds atau PUBG dirilis sebagai early access di Steam, sontak game tersebut menjadi primadona yang gemparkan industri game dunia. Tak hanya karena genre baru dengan konsep yang disandangnya, namun juga berkat kebebasan, kreativitas dalam memainkan gamenya, hingga efek berdebar-debar yang ia hadirkan dalam setiap match. Apakah lootmu bagus saat turun pertama kali dari pesawat, bagaimana jika kamu bertemu player lain yang sama-sama masih belum mendapatkan equipment sama sekali, bagaimana kombinasi yang tepat untuk attachment senjata agar sesuai cara bermainmu, dsb. Sebuah hal baru yang tentunya takkan lekang oleh waktu seiring perkembangannya.

Namun, pelepasan awal PUBG bukan tanpa cela. Sama seperti game early access lain, bug dan tidak stabilnya hardware PC selalu menghantuinya. Inilah yang harus Brendan “PlayerUnknown” Greene dan Bluehole yang kini mengubah nama divisinya menjadi PUBG Corp hadapi.


Melalui video teranyarnya, mereka mengungkapkan beberapa kesulitan saat mengembangkan PlayerUnknown’s Battlegrounds. Bahwa mereka harus menghadapi semua masalah yang muncul dalam game dan timnya. Executive producer PUBG Corp., Taeseok Jang mengatakan bahwa saat gamenya dirilis dalam bentuk early access, ia dan timnya “nyaris tak miliki pengalaman sama sekali” dalam menggarap game FPS maupun shooter.

Sementara Marek Krasowski selaku action & gameplay tech lead menjelaskan bahwa mereka harus menghadapi beberapa tantangan untuk rampungkan desain ambisius dari gamenya dalam waktu yang sedikit. Dengan kata lain mereka harus memoles ulang prototipe yang telah dibuat agar menjadi produk yang cukup oke untuk dilepas di gamenya.

Menurut mereka, hal yang paling penting dalam membuat video game adalah memikirkan bagaimana para gamer menikmati fitur yang mereka berikan. Mereka mengaku nekat dan mengambil resiko dengan versi gamenya yang dirilis kala itu dengan harapan bahwa gamenya akan sukses di pasaran. Kini, mereka bisa meraih kesuksesan tersebut. Tak hanya untuk versi PC dan console, namun juga mobile meski harus dengan developer yang berbeda yakni Lightspeed and Quantum Studio.

Bagi kamu yang belum tahu, PUBG dirilis dalam wujud Early Access di Steam pada bulan Maret 2017 yang kemudian dilanjut dengan versi 1.0 pada bulan Desember. Mereka kemudian mengupdatenya dengan beberapa konten seperti kosmetik, map, dan yang paling baru adalah motor glider.


Baca lebih lanjut tentang PlayerUnknown’s Battlegrounds atau artikel video game Jepang dan non-mainstream lain dari Ayyadana Akbar.

For japanese games, jrpg, shooter games, game review, and press release, please contact me at: akbar@gamebrott.com

Exit mobile version