Setahun setelah perilisan Nintendo Switch 2, handheld yang satu ini akhirnya mendapatkan dukungan third-party yang lebih baik. Dan banyak game AAA yang merencanakan kehadirannya di konsol berukuran lebih kecil ini, termasuk Resident Evil Requiem, yang tinggal beberapa hari lagi sebelum rilis.
Developer Resident Evil Requiem Awalnya Skeptis dengan Performa Switch 2

Nintendo memang mempromosikan Switch 2 sebagai perangkat handheld yang mampu menjalankan game AAA. Karena janji itu belum benar-benar terlihat saat peluncuran, jadi wajar kalau performanya masih dipertanyakan. Namun, dalam kurun waktu satu tahun semua keraguan itu hilang.
Hal serupa juga terjadi pada Capcom. Mulanya, Capcom sempat meragukan kemampuan Switch 2 karena merasa perangkat ini tidak cukup kuat untuk menjalankan game berat seperti RE Requiem. Namun, siapa sangka ternyata hasil akhirnya justru membuat para developer terkejut sampai mereka harus mengecek berulang-ulang kali untuk memastikan.
Hal ini diceritakan langsung oleh game director-nya, Koshi Nakanishi dalam video Creator’s Voice terbaru dari Nintendo. Ia menceritakan pengalamannya dalam mengembangkan game ini untuk Switch 2, dimana pada awalnya mereka merasa skeptis dan akhirnya terkejut dengan hasil yang ditampilkan.
Dengan Switch 2 yang semakin naik pamornya, handheld ini jadi sering dibandingkan dengan Xbox Series S sebagai perangkat yang lebih mendekati dari segi performa.

Tak hanya itu, RE Engine juga mendapatkan pujian sebab mampu menciptakan visual yang keren di berbagai skala sambil menjaga performanya tetap stabil. Dari preview-nya, Switch 2 juga terlihat menampilkan kemampuan Ray Tracing yang impresif, ditambah framerate yang stabil.
Resident Evil Requiem sendiri akan rilis tak lama lagi, yakni pada 27 Februari mendatang. Bagaimana menurut kalian, brott?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Resident Evil atau artikel lainnya dari Sofie Diana For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















