Developer Video Game Generative AI – Topik mengenai kecerdasan buatan atau Generative AI (GenAI) tampaknya masih menjadi topik panas dalam industri video game. Meskipun para eksekutif perusahaan berlomba-lomba memuji potensi efisiensinya, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sangat berbeda.
Laporan survey terbaru dari Game Developers Conference (GDC) mengungkap bahwa mayoritas developer game justru memandang teknologi ini sebagai ancaman serius bagi masa depan industri. Apa alasannya?
Banyak Developer Video Game Menolak Penggunaan Generative AI Menurut Survey

Berdasarkan laporan State of the Game Industry 2026 yang dirilis oleh GDC, ada sebanyak 52% developer video game kini percaya bahwa Generative AI memberikan dampak negatif bagi industri. Angka ini menunjukkan lonjakan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, sentimen negatif hanya berada di angka 30% pada tahun 2025, dan 18% pada tahun 2024.
Sebaliknya, mereka yang memandang teknologi ini secara positif semakin menipis. Hanya 7% responden yang merasa GenAI membawa dampak baik, turun hampir setengahnya dari angka 13% pada laporan tahun 2025. Alasan utama penolakan ini masih berpusat pada isu etika, di mana banyak pengembang menyebut teknologi tersebut dibangun di atas “pencurian dan plagiarisme” serta hanya menghasilkan karya daur ulang belaka.
Walaupun gelombang resistensi kian membesar, fakta di lapangan menunjukkan bahwa teknologi ini tidak sepenuhnya ditinggalkan.
Tetap Digunakan untuk Efisiensi Teknis

(Source: Game Developers Conference)
Berdasarkan dari sumber laporan yang sama menyebutkan bahwa sekitar sepertiga (33%) developer mengaku masih memanfaatkan bantuan AI untuk meringankan beban kerja harian mereka.
Pemanfaatan ini umumnya dibatasi pada tugas-tugas teknis dan administratif, seperti membalas email, melakukan riset awal, membantu fase prototyping, hingga mencari solusi untuk masalah coding yang rumit.

Kesenjangan pandangan yang tajam juga terlihat antara manajemen level atas dengan para kreator. Perusahaan raksasa seperti Microsoft dan Ubisoft terlihat sangat ambisius untuk menjadikan AI sebagai bagian integral dari pengembangan game.
Di sisi lain, studio independen seperti Larian Studios mengambil langkah yang jauh lebih waspada. Alasan utama di balik kerasnya penolakan para developer meliputi kekhawatiran serius terkait pencurian hak kekayaan intelektual dan plagiarisme, bahkan sebagian responden menyatakan lebih memilih meninggalkan industri game daripada dipaksa menggunakan Generative AI.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Developer atau artikel lainnya dari Seno Triadi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.








![[Opini] Harga Komponen PC Naik Drastis, Apa yang Terjadi Belakangan Ini? 16 harga komponen pc](https://cdn.gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/01/harga-komponen-pc.webp)






