Divinity: Original Sin 2 Review: Sensasi Role-Playing Sempurna


Follow Us
Disclaimer: Awalnya kami tidak merencanakan untuk mereview game ini sama sekali, namun karena setelah memainkannya kami temukan beberapa aspek gamenya yang benar-benar menarik, akhirnya kami memutuskan untuk mereviewnya.

Intro

Divinity: Original Sin 2 merupakan game CRPG (Computer Role Playing Games) yang memuat beberapa unsur klasik game RPG PC jaman dulu. Kamu tidak akan menemukan action-combat atau dunia open world layaknya game RPG jaman sekarang, sebagai gantinya kamu akan temukan nuansa modern dari RPG klasik PC seperti seri Neverwinter pertama atau Baldur’s Gate yang pernah populer di jamannya.

Nulis artikel dibayar

Kamu tidak perlu memainkan seri pertamanya untuk memainkan game ini, mengingat seri kedua game ini bersetting beberapa abad setelah cerita seri pertamanya berakhir. Tentunya hal ini menyebabkan kamu akan kehilangan beberapa lore dari gamenya, namun tidak sepenuhnya. Kisah game ini masih bisa diikuti meskipun kamu hanya memainkan seri keduanya saja. Sayangnya, saya sendiri tidak sempat memainkan seri pertamanya, jadi review ini akan berdasarkan pendapat saya tentang seri keduanya saja.

BACA JUGA  [REVIEW] NBA 2K19 : Realistis, Indah dan Memukau

Kamu adalah Sourcerer dengan Kekuatan Unik

Kamu akan berperan sebagai Sourcerer (sebutan bagi sekelompok orang yang bisa menggunakan Source magic) yang ditangkap oleh pasukan yang disebut sebagai Magister dan akan dibawa ke sebuah penjara di pulau bernama Fort Joy. Di tengah perjalanan tiba-tiba kapal yang membawamu dan tahanan lain diserang oleh Kraken hingga buatmu terdampar di pulau Fort Joy. Sesampainya di Fort Joy, kamu menemukan bahwa Bishop Alexandar ternyata adalah otak di balik penangkapanmu dan para Sourcerer lain. Kamu dan beberapa Sourcerer lain akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan demi mengalahkan Bishop Alexandar dan mencari tahu alasan di balik penangkapanmu dan para Sourcerer lain.

Banyak Opsi yang Bisa Kamu Pilih

Berbeda dari game RPG kebanyakan, layaknya game RPG klasik PC Divinity: Original Sin 2 tawarkan banyak sekali kebebasan. Semua aksimu akan berpengaruh ke jalan cerita utama hingga endingnya. Kamu bisa membuat karaktermu sendiri atau memainkan karakter yang sudah ada di gamenya dengan berbagai opsi yang sangat berpengaruh di jalannya permainan. Misalnya saja fitur tag mulai dari Soldier hingga Scholar yang bisa kamu pilih di character creation akan menambah opsimu dalam berinteraksi dengan NPC. Membuatmu memiliki pilihan lain untuk bernegosiasi dengan mereka. Kamu bisa menyelesaikan masalah dengan damai atau dengan kekerasan.

BACA JUGA  Berhasil Kalahkan Lithium, Na'Vi akan Bertemu Team Secret + Dendi di Maincast Autumn Brawl
Adegan animasi sinematik di awal kisahnya, siapakah wanita berambut putih tersebut?
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu menggunakan baju lusuh?

Jika RPG lain umumnya memiliki atribut seperti Strength, Agility, hingga Luck yang terkadang bisa ditingkatkan (atau sudah diatur sedemikian rupa tergantung judul gamenya), Divinity: Original Sin 2 tidak hanya berkutat pada hal tersebut saja. Game ini miliki beberapa buah opsi yang bisa kamu tingkatkan setiap karaktermu naik level, mulai dari Attributes (strength, finesse, dsb), Combat Abilities (dual wielding, geomancer, dsb), Talents seperti Pet Pal yang memungkinkanmu berbicara dengan hewan, hingga Civil Abilities yang akan membantumu dalam menjelajahi dunianya, misalnya saja kemampuan Telekinesis dan yang lain.

BACA JUGA  Gara-gara Di Diskon, Fans "Mengebom" Review Steam Shadow of the Tomb Rider
Tags akan membantumu memberikan opsi lain saat berbicara dengan NPC
Talents akan membantumu berinteraksi dengan map dan obyek lain

Kamu juga bisa mempelajari skill dari skill book atau skill yang sudah satu paket dengan equipment yang kamu dapatkan. Skill ini dibatasi oleh slot yang bisa kamu perluas dengan menambahkan poin skill slot di opsi Ability-mu. Setiap skill book memiliki persyaratannya masing-masing, misalnya skill book fire ball yang membutuhkan ability Pyromancer level 3 dan yang lain. Hal ini membuatmu bisa mengubah class yang kamu inginkan sesuai gaya bermainmu sendiri, misalnya kamu mengawali karaktermu dengan class ShadowBlade dan kemudian menggantinya ke Enchanter di tengah permainan dengan mempelajari skill book dan meningkatkan ability Enchanter-mu ke level yang lebih tinggi.

klik tombol NEXT PAGE dibawah untuk melanjutkan membaca


Like it? Share with your friends!

Di Gamebrott COMMUNITY Nulis artikel GAMING dibayarGIVE ME MONEY !
+