Dragon Ball Z: Kakarot Review – Nostalgia Nanggung Akira Toriyama

in , , ,

Sebelum banyak sekali lahir komik shonen, yakni komik yang diperuntukkan untuk anak lelaki di Jepang. Dragon Ball merupakan salah satu judul yang paling disegani di masanya. Ia menceritakan seorang anak keturunan bangsa Saiya bernama asli Kakarot yang diubah namanya menjadi Son Goku oleh Son Gohan, kakek yang menemukan Kakarot kecil dari pesawatnya. Alih-alih menjadi jahat seperti misi yang diberikan bangsa Saiya padanya, Goku justru menjadi anak baik yang kita cintai hingga detik ini. Karya Akira Toriyama tersebut sontak sukses di Jepang dan menjadi fenomena di dunia berkat kepopulerannya. Ia juga menjadi kiblat para komikus lain untuk membuat genre yang sama dengan cerita yang berbeda.

Kepopuleran Dragon Ball hantarkannya untuk diadaptasi ke berbagai media lain selain komik. Satu yang pasti adalah anime, yang kemudian dilanjutkan ke video game yang kala itu ditangani oleh Bandai sebelum bergabung dengan Namco menjadi Bandai Namco.

Namun sejak berakhirnya seri Z, Bandai Namco jarang sekali mengangkat game Dragon Ball untuk fokus pada cerita utamanya, khususnya Z yang menjadi puncak kesuksesan Toriyama dan serinya. Mereka justru membuat game dengan fokus lain sembari menyempurnakan mekanik pertempurannya. Salah satunya adalah Dragon Ball FighterZ dan Xenoverse. Namun tidak untuk seri teranyarnya, Dragon Ball Z: Kakarot yang sangat fokus pada mekanisme action RPGnya.

Lalu, bagaimana CyberConnect2 dan Bandai Namco mampu merepresentasikan cerita Z di Dragon Ball Z: Kakarot pada para fansnya dengan dukungan dan bantuan langsung dari kreatornya, Akira Toriyama sendiri?

Dari Drama Kakak Hingga Melawan si Merah Jambu

Raditz akan menjadi boss pertama yang harus kamu hadapi untuk melanjutkan cerita.

Dragon Ball Z: Kakarot sendiri menceritakan kisah Z yang terbagi atas empat saga: Raditz, Frieza, Cell, dan Majin Buu sebagai kisah penutup Z. Bagi kamu yang pernah mengikuti anime maupun manganya, maka kisah mereka bukan yang pertama bagimu. CyberConnect2 merepresentasikannya dengan sangat baik karena semua elemen animenya dibuat ulang, termasuk adegan-adegan ikoniknya. Mulai dari kemunculan kakak kandung Goku yakni Raditz hingga bagaimana pertempuran epik melawan Frieza. Tenang, mereka tidak akan membuatmu berlama-lama menunggu saganya berakhir karena disingkat dengan cukup baik. Perlihatkan adegan ikonik dan pentingnya saja. Sebuah persembahan yang sangat dinantikan oleh fans Dragon Ball di seluruh dunia untuk gamenya.

Tentunya hal ini bukan lekas menjadikan gamenya menganut kisah yang sama persis sampai sedetail mungkin. Hal ini mengingat beberapa adegan yang mungkin bagi sebagian dirimu memberikan “greget”-nya Dragon Ball dihilangkan. Misalnya saja adegan kerasnya latihan Goku dan kawan-kawan, atau adegan saat Cell datang meneror semua warga bumi sebelum menyelenggarakan Cell Game yang sangat dipersingkat.

Adegan kisah cinta Bulma x Yamcha x Vegeta juga tidak mereka sajikan, tak menjelaskan sama sekali kenapa Trunks lahir. Padahal di kisah aslinya terdapat drama antara ketiganya yang bisa menjelaskan asal muasal Trunks. Pernikahan Vegeta dan Bulma juga tak direpresentasikan. Terlebih kisah lahirnya Marron dan hubungan antara Krilin dan Android 18. Membuatmu bakal bertanya-tanya, kapan mereka menikah.

Meskipun bisa dinikmati dengan sangat enjoy, namun fakta bahwa beberapa adegan yang hilang membuatnya jadi kurang greget dan lengkap.

Pertempuran konyol Trunks dan Goten saat Tenka Ichi Budokai melawan Android 18 saat mereka menyamar sebagai Mighty Mask juga sepertinya dipotong begitu saja dan langsung lanjutkan cerita serius Babidi dkk. Terkesan bermain aman dengan adegan ikonik yang telah sering mereka munculkan di seri sebelumnya. Seharusnya mereka bisa menghadirkan beberapa adegan unik, konyol, maupun yang lain demi terciptanya “kejelasan” dan elemen “entertainment” yang lebih detil bagi para pemainnya. Saya melihat ceritanya seperti tak miliki character progression sama sekali untuk karakter selain yang paling penting yakni tokoh utama. Mereka hanya berkutat pada adegan yang itu-itu saja dan tak mencoba untuk berikan yang lain karena seolah bermain aman.

Android 21 yang dikenalkan di Dragon Ball FighterZ juga akan muncul di sini, namun dengan nama “Female Researcher”. Ia tak miliki peran apapun selain menjadi penjaga training ground di rumah Bulma.

Beberapa karakter seperti Nam, Eighter (Delapan kalau di terjemahan komik resmi bahasa Indonesianya), hingga karakter orisinal Akira Toriyama yang tak muncul sama sekali dalam anime maupun manganya juga ada di sini. Salah satunya adalah Bonyu, satu-satunya mantan anggota perempuan squad captain Ginyu dan Android 21 yang muncul sebagai staff dari Capsule Corporation dengan nama “Peneliti”. Ya, hanya “peneliti. Namun ia memiliki desain yang sama persis dengan Android 21 di game Dragon Ball FighterZ. Mereka berdua juga memiliki kisah orisinalnya sendiri yang akan masuk dalam beberapa sesi dan takkan mengusik cerita utama gamenya.

Mungkin banyak yang kurang percaya bahwa karakter lucu yang satu ini ternyata jahat.

Penyingkatan kisahnya memang sangat nikmat untuk diikuti, terlebih bagi kamu fans baru yang baru saja mengenal Dragon Ball. Membuatmu tahu siapa saja tokoh yang berpengaruh dalam kisahnya dan setidaknya akan tahu secara garis besar hubungan mereka. Namun cukup mengecewakan bagi saya yang mengikuti serinya karena beberapa tidak mereka ceritakan karena terlalu fokus pada cerita dari beberapa tokoh utamanya saja. Secara garis besar ceritanya akan sangat memanjakan fans lamanya. Karena inilah game Dragon Ball yang benar-benar membuatmu bernostalgia dan cukup enjoy memainkannya, karena penuh dan sangat fokus dengan cerita. Setidaknya sedikit lebih baik dari seri sebelumnya. Meskipun ya pada kenyataannya ia bisa dibilang nanggung, terlebih bagi mereka fans baru yang ingin mengikuti serinya karena banyak sekali adegan yang hilang.

Action RPG dengan Beberapa Batasan

Fokus Dragon Ball Z: Kakarot dalam cerita tak membuat gamenya melupakan tujuan utamanya sebagai game Action RPG. Alih-alih mereka mendesain dunianya sebagai full open-world, CyberConnect2 membuatnya sebagai sandbox dengan berbagai hub area. Jadi misalnya kamu ingin mengeksplorasi Capsule Corporation dan pergi ke Kame House, maka kamu harus membuka world map dan memilih area Kame House untuk dieksplorasi. Sayangnya, hal ini terkendala loading screen yang cukup lambat. Benar mereka telah memberikan patch 1.03 untuk mengurangi waktu loading screen, namun tetap terkendala cukup lama di PlayStation 4 biasa yang saya gunakan untuk mereviewnya.

Z Orbs bisa kamu kumpulkan untuk meningkatkan skillmu.

Beberapa fitur game RPG seperti quest, hunting, collecting, dan eksplorasi juga ditekankan dalam gamenya. Kamu bisa mengeksplorasi beberapa area dan mengoleksi berbagai benda seperti item langka, buah-buahan, ikan, bahan masak, material crafting, hingga hadiah. Kamu juga bisa memancing untuk dapatkan ikan yang kamu butuhkan untuk memasak. Semua item bisa kamu cari menggunakan Ki Search yakni dengan menekan tombol L1 di controller PlayStation 4-mu.

Namun di antara beberapa item yang bisa dikoleksi tersebut, terdapat item paling penting yakni Z-Orb berwarna-warni. Z-Orb digunakan untuk meningkatkan skill-treemu dari satu level ke level yang lebih tinggi. Ia bisa didapatkan di penjuru map, mengalahkan musuhmu, atau langsung saja minta kepada Shenlong. Warna Z-Orb yang dominan akan berbeda di setiap hero. Goku misalnya yang fokus pada orb warna merah, sementara Gohan fokus pada warna biru. Ini ada hubungannya dengan tipe hero dari attacker, defender, maupun support. Tipe attacker umumnya akan menggunakan Z-Orb warna merah, sementara defender akan dominan menggunakan warna biru, terakhir, support akan sangat dominan menggunakan warna hijau. Namun perlu diingat, tak semua skill bisa kamu buka dengan Z-Orb. Skill dengan icon tangan berwarna hijau akan bisa dibuka melalui training.

Hancurkan Tower atau UFO Frieza, semua bisa berimu hadiah.

Seiring berjalannya cerita, kamu akan bisa membuka fitur lain di map seperti menghancurkan tower tentara Red Ribbon atau pesawat Frieza untuk dapatkan item langka. Tower dan pesawat ini akan kembali tereset setelah arc selesai atau event tertentu. Jadi kamu tak perlu khawatir tidak mendapatkannya.

Layaknya game RPG pada umumnya, CyberConnect2 juga tak melupakan side quest yang ditandai dengan tanda seru berwarna biru. Side quest akan muncul di beberapa momen atau level tertentu. Terdapat berbagai macam side quest, seperti mengumpulkan barang, mengalahkan musuh, duel, hingga menyampaikan pesan. Terkadang kamu akan dibuat jengkel dengan fitur pengumpulan barang, terlebih barang super langka seperti tanduk rusa emas misalnya yang hanya bisa didapatkan di rusa emas yang ada di daerah tertentu. NPC tak memberitahu spesifik areanya dan hanya mengatakan daerah yang namanya saja tak ada di map. Belum lagi rusa emas yang jumlahnya hanya satu di area miliki tingkat kemunculan tak terduga, kadang muncul kadang tidak. Membuatmu harus berpindah ke area lain dan kembali ke daerah tersebut untuk mendapatkannya. Tingkat kelangkaan item juga mempengaruhi tingkat kesuksesanmu mendapatkannya. Cukup bisa membuatmu frustasi karena loading yang lama bisa menghabiskan waktumu hanya untuk mendapatkan itemnya.

Mencari item dan NPC tanpa melihat map menjadi lebih mudah karena mereka sendiri yang menandai diri mereka saat kamu melewatinya dari udara.

Beberapa fitur lain juga bisa dibuka melalui side-quest. Jadi, sebisa mungkin jangan lewatkan side-quest apapun ketika tersedia di map. Kecuali memang side questnya tidak bisa diakses seperti yang sempat saya alami saat memainkannya. Cukup mengecewakan karena tanda side-quest yang muncul tak bisa diakses sama sekali. Terkadang saya menemukan tandanya, namun ketika saya pergi ke sana tempatnya kosong, atau ada NPC namun ia hanya mengatakan sesuatu yang tak masuk akal. Namun tenang, jika kamu telah menamatkan gamenya dan melewatkan side-questnya, kamu bisa menjalankannya kembali. Sayangnya, kesan side-quest yang repetitif dan itu-itu saja membuatnya jadi kurang spesial.

Kamu bisa memasak sendiri atau meminta bantuan koki yang kamu temui di jalan.
Setiap makanan miliki efek yang berbeda-beda, semakin tinggi bintangnya, semakin tinggi pula efeknya.

Fitur makanan juga menjadi salah satu faktor penting dalam gamenya. Ia akan berikan boost sementara dan permanen dalam gamenya. Ya, kamu tak salah baca, tak perlu leveling terlalu tinggipun kamu juga bisa meningkatkan statusmu. Namun sayangnya saya tidak menyarankannya karena makanan hanya akan menambah kisaran puluhan status saja dibanding naik level yang tentunya akan menambah status menjadi lebih tinggi.

Hanya Chi-Chi yang bisa memasak full course dengan efek yang lebih gila.
Full course akan berimu tambahan efek yang lebih gila lagi.

Makanan terbagi atas tiga wujud: mentah, makanan jadi, dan full course. Makanan mentah akan menambah sedikit sekali status, sewajar-wajarnya +1. Sementara makanan jadi bisa puluhan. Full course atau lengkap bisa tambah status lumayan banyak. Tipe ini hanya bisa dimasak oleh Chi-Chi, jadi kamu harus pulang ke rumah Goku untuk mendapatkan makanan full-course. Tentunya jika kamu memiliki resep dan bahannya. Tanpa itu kamu takkan bisa menikmatinya sama sekali.

Eksplorasinya akan berikanmu beberapa fitur penting lain seperti time-attack, training, dan villainous enemy. Time attack akan terbagi menjadi dua tipe: mobil atau robot tipe walker. Tipe mobil wajibkanmu mengikuti lintasan yang disediakan dengan melewati checkpoint yang ada. Sementara robot walker akan paksamu melompati bukit dan gunung agar capai checkpoint. Menyelesaikannya akan berimu hadiah berupa item random.

Jauh dari Chi Chi? Kamu bisa memasak sendiri atau meminta bantuan Koki.

Semua bahan seperti daging dan spot tambang biasanya akan sangat mudah ditemukan karena tiap spot akan diberikan NPC dengan penanda balon narasi “Di sini ada item XXX lho”. Membuatmu tak susah-susah lagi mencarinya. Sementara tempat tambang umumnya ditandai dengan icon batu perhiasan di map. Ia akan menghilang jika kamu berhasil menambang semua hasil buminya. Tak jarang, kamu harus menghancurkan batu besar yang jika dilihat dari ki search-mu akan berwarna ungu. Sayangnya, kamu tak bisa menghancurkannya menggunakan energy blast, melainkan mendekatinya dan menghancurkannya secara manual.

Kotanya besar, namun tak sepi dan terkesan hidup.

Sayangnya, desain level eksplorasinya akan buatmu capek sendiri karena dibuat dengan minim rahasia berkat beberapa fitur lain terkunci oleh cerita. Presentasi levelnya memang cukup menarik dan lebih hidup jika dibandingkan game serupa yang pernah Bandai Namco publish, One Piece: World Seeker misalnya yang kebanyakan dunianya kosong meskipun luas. Hal ini diperkuat dengan kota raksasanya yang ramai penduduk dan benar-benar merepresentasikan kehidupan orang kota pada umumnya. Bangunannya juga dibuat secara proporsional dan tak terlalu besar maupun kecil.

Bagi kamu fans berat Dragon Ball, kamu akan bisa bernostalgia dengan membaca cerita Goku masa kecil dengan menemukan memoria yang tersebar di penjuru map. Memoria ini ditandai dengan bentuk seperti icon foto bercahaya dan harus kamu cari sendiri karena takkan ada icon atau penanda di mapmu. Namun tenang, kamu bisa mendapatkan tandanya jika kamu berbicara pada Baba untuk mencarinya melalui bola ajaibnya. Kamu akan dipungut biaya 1,000 zeni, mata uang dalam gamenya untuk mencari memoria yang ada.

Training akan butuhkan D-Medal, bisa kamu temui di sepanjang map. Sementara setelah selesai training, kamu akan bisa menikmati hadiah dari Master Roshi.

Training modenya akan butuhkan sebuah item bernama D-Medal. Medal ini bisa didapatkan di penjuru map. Keberadaannya cukup langka, jadi pastikan kamu memanfaatkan D-Medal untuk skill yang kamu gunakan saja. Menyelesaikan training mode tak hanya memberimu skill, namun juga hadiah item lain dengan berbicara dengan Master Roshi. Jadi kamu bebas jika ingin mempelajari semua skill yang ada dalam gamenya untuk dapatkan hadiah dari Master Roshi. Seperti biasa, hadiahnya akan terbagi secara acak, jadi kamu takkan pernah tau apa hadiah yang akan kamu dapatkan.

Villainous Enemy, Musuh dengan Kekuatan Gila

Villainous enemy ditandai dengan icon seperti mahkota spike berwarna merah di peta.

Di pertengahan game, kamu akan menemukan villainous enemy yang ditandai dengan icon seperti mahkota merah di map. Mereka memiliki kekuatan di atas rata-rata yang akan membuatmu kewalahan mengalahkannya. Menumpasnya akan berimu XP yang lumayan besar. Sayangnya ia takkan respawn setelah kamu rampung mengalahkannya. Jika kamu berhasil melumat semua villainous enemy, maka tipe yang lebih kuat akan muncul di map. Puncaknya, kamu akan melawan yang paling kuat di antara musuh yang telah kamu kalahkan yakni super villainous enemy. Saya menemukan musuh terkuat yang kamu lawan seperti Frieza akan muncul sebagai yang terkuat dari tipe ini dengan level yang sangat jauh dari levelmu. Jadi misalnya kamu telah mengalahkan level 30 maka musuh tipe ini bisa muncul kembali dengan level yang lebih tinggi, 66 misalnya. Mengalahkan semua villainous enemy yang muncul akan hantarkanmu pada boss rahasia buatan Toriyama sendiri yakni Towa dan Mira.

Setelah kamu rampungkan semua villainous enemies, maka Towa dan Mira (Mira lebih tepatnya) akan menjadi lawanmu selanjutnya. Perlu diingat, ia berada pada level 100.

Perlu dicatat, bahwa perbedaan level antara villainous enemy minimal 3 atau maksimal 10 akan membuat tingkat kekuatanmu sangat jauh berbeda. Jadi misalnya kamu masih level 30 dan menyerang level 40, maka seranganmu takkan ada yang bisa melukai musuh sama sekali karena damage yang masuk hanya terbatas 1 damage saja baik pukulan maupun kamehame. Saya pernah mencoba melawan musuh yang terpaut kisaran 5-6 level di atas karakter saya, namun hasilnya justru sangat tidak baik karena karakter saya nyaris tak bisa mendaratkan damage besar pada musuh-musuh tersebut. Ironisnya, ketika musuh berada dalam posisi itu, mereka masih bisa mendaratkan damage sekitar minimal 3,000-4,000 an meski serangan biasanya hanya daratkan 1 damage saja. Menariknya ketika kamu berbeda cukup jauh dari boss rahasia, seranganmu justru akan masuk sekitar 2,000-5,000 damage, namun dengan musuh berdarah lebih dari 50 juta. Good luck!

Ketika kamu selesai mengalahkan semua villainous enemy maka kamu akan bertemu dengan super villainous enemy yang lebih kuat lagi.

Ketidak-balance-an “angka” ini juga terjadi di saat side-quest seperti latihan bersama Goten saat mengendalikan Gohan dengan level 63, Goten direpresentasikan dengan level yang setingkat dengan Gohan. Namun ketika kamu mengendalikan Goten, maka ia akan diberi level sekitar 43. Balance 101 baby.

Karena seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa gamenya fokus sekali dengan cerita. Maka wajar apabila beberapa fitur yang saya sebutkan di atas akan terkunci sebelum kamu melanjutkan cerita. Ya, kamu memang mau tak mau dipaksa untuk terus lanjutkan cerita untuk membuka beberapa fitur lain. Setidaknya kamu bisa bebas dengan fitur yang sudah banyak terbuka setelah rampung mengalahkan Frieza. Termasuk fitur pre-order, training room, dsb.

Jangan Grinding

Meski anut sistem game RPG, namun kamu nampaknya tak perlu lakukan cara tradisional seperti game serupa. Dengan kata lain, grinding bukan menjadi opsi paling utama seperti game RPG pada umumnya. Lambat laun kamu akan kesulitan untuk lakukan grinding karena next level yang cukup tidak masuk akal. Random encounter musuhnya juga cukup membuat saya yang hobi grinding ini cukup jengkel. Karena setelah kamu menemukan setidaknya tiga encounter dalam satu tempat dan melawan satu saja, maka dua musuh lain akan menghilang setelah kamu mengalahkan satu musuh tersebut.

Ini adalah salah satu hal yang saya sesali sebelumnya karena nyaris tiga hari saya lakukan grinding dan terasa tak ada gunanya sama sekali karena XP musuh di area lebih sedikit dari XP to gain yang dibutuhkan. Terlebih dengan randomnya musuh yang datang dan pergi begitu saja. Menamatkan gamenya dengan lanjutkan story utama akan saya sarankan karena XP yang diberikan sangat besar dibanding melawan musuh di map.

Sekali lagi mereka juga alami masalah angka untuk grinding dan leveling karena jumlah dan cara untuk mendapatkannya tidak masuk akal. Bisa kamu bayangkan jika kamu tambah buff 100% XP dengan musuh yang jika kamu telah capai level 60 akan berimu kisaran 15,000-20,000 XP dikalikan dua menjadi 30,000-40,000 XP sementara next levelmu butuh XP sekitar 500,000 hingga 1 juta XP. Dengan jumlah populasi musuh yang jarang dan terus menghilang ketika kamu lawan satu dari tiga musuh yang ditemukan dalam satu area ini menjadi masalah besar bagi mereka yang mencari opsi lain untuk naikkan level selain cerita utama. Membuat buff 100% yang disediakan sebagai opsi juga terasa sia-sia. Setidaknya CyberConnect2 harus pertimbangkan beberapa tipe player. Dengan menambah mini boss dan musuh XP besar mungkin. Meskipun jujur, tanpa grindingpun kamu bisa menamatkan gamenya.

Menyelesaikan cerita utama akan berimu banyak XP dibanding grinding.

Hal ini didukung karena beberapa boss tak begitu sulit setelah kamu bisa menguasai kontrol dan keputusan cepat. Terutama jika kamu menggunakan tipe karakter agility dan bukan balance atau lebih condong ke power seperti Goku, Gohan, atau Vegeta.

Community Board, Cara Baru untuk Progress

Menaikkan level utama dengan grinding dan makan bukanlah satu-satunya jalan ninjamu. Kamu bisa menaikkan kemampuanmu yang lain dengan skill pasif yang dirangkum dengan Community Board. Community Board akan cakup sekitar tujuh kategori. Dimulai dari Z Warrior (Goku), Cooking (Chi-Chi), Training (Kaio), Development (Bulma), Gods (Mr. Popo), Adult (Master Roshi), Adventure (Yajirobe). Setiap kategori akan miliki level hingga 10 yang bisa ditingkatkan melalui soul emblem.

Soul emblem akan didapatkan dari beberapa karakter ikonik seiring berjalannya cerita maupun side quest. Seperti biasa, kamu takkan pernah tau siapa saja yang akan memberimu soul emblem, jadi jalankan saja side-quest baik yang ada maupun tersembunyi. Beberapa karakter seperti Goku, Gohan, Vegeta, dan yang lain akan menjadi soul emblemmu melalui cerita. Namun karakter lain seperti Shen Long misalnya hanya bisa didapatkan melalui side-quest.

Community Board akan berimu efek skill pasif yang berbeda-beda.

Setiap Community Board akan miliki efeknya masing-masing untuk mendukungmu saat battle, grinding, dsb. Goku misalnya dari Z Warrior yang bisa meningkatkan jumlah Ki, damage, dsb. Sementara Chi-Chi akan menambah keefektifan masakannya.

Sementara, setiap Soul Emblem miliki parameter dasarnya masing-masing akan bisa ditingkatkan parameternya menggunakan gift item. Gift item bisa kamu dapatkan melalui quest, pesawat frieza, tower red ribbon, master roshi training, hingga memintanya langsung melalui dragon ball. Seiring meningkatnya tingkat kelangkaan itemnya yang ditandai dengan bintang, maka semakin tinggi pula efek yang diberikan. Romantic Apron misalnya yang akan berimu 4 poin cooking proficiency. Soul emblem juga akan berubah warna seiring meningkatnya ability yang kamu tingkatkan. Sementara tingkat pertemanannya akan sangat penting bagi progressmu. Karena sangat berpengaruh bagi karakter tipe petarung yang kamu “rekrut” sebagai rekan satu timmu. Semakin tinggi tingkat pertemananmu, maka performanya semakin tinggi pula saat pertempuran.

Kamu bisa tingkatkan community board dengan memberikan hadiah kepada tiap soul emblem yang kamu pasang atau memasang soul emblem baru.

Sayangnya, tak semuanya begitu berguna karena penambahan status yang cukup sedikit. Terlebih XP boost dari tipe training yang seperti saya jelaskan sebelumnya tidak membantu sama sekali mengingat next level yang dibutuhkan terlalu tinggi. Terlebih populasi musuh yang benar-benar acak. Sementara Z Orb boost dari God Community Board yang bisa kamu dapatkan lebih banyak melalui quest dan mengalahkan musuh juga tak begitu berguna. Fokus karakternya pada status tertentu juga tak membuat sistem ini praktis, hal ini mengingat banyak sekali karakter yang belum terbuka bahkan hingga awal Buu saga. Tak terkecuali side-quest yang mengalami bug saat saya ingin menamatkannya.

Shen Long! Keluarlah!

Dragon Ball ditandai dengan icon bulat oranye di mapmu.

Progressmu mungkin akan dipermudah oleh Community Board. Namun kamu juga bisa melakukan “cheat resmi” dengan memanggil Dragon Ball dan memintanya pada Shen Long. Namun sebelumnya kamu harus mengumpulkan Dragon Ball di penjuru map. Dragon Ball akan mengabulkan satu permintaanmu dan baru bisa diakses setelah cerita Frieza selesai. Kamu bisa meminta satu dari berbagai permintaan seperti menghidupkan musuh yang telah kamu lawan untuk dapatkan soul emblemnya, meminta uang, Z-Orb, maupun item langka berupa masakan dan hadiah untuk meningkatkan status soul emblem. Saya tidak menyarankanmu untuk meminta Z-Orb atau uang karena keduanya sangat mudah didapatkan, sementara item langka khususnya hadiah untuk Soul Emblem cukup sulit untuk didapatkan.

Cari dan mintalah permintaan pada Shen Long.

Dragon Ball akan menghilang setelah kamu meminta permintaan tersebut. Kamu akan diberi jeda sekitar 20 menit waktu dunia nyata untuk bisa mencarinya lagi. Kamu akan diberitahu Bulma saat Dragon Ball telah tersedia melalui sebuah notifikasi. Di pertengahan cerita, kamu akan bisa meminta sampai tiga permintaan pada Shen Long.

Bulma akan mengingatkanmu saat Dragon Ball sudah bisa kamu kumpulkan lagi setelah 20 menit.

Dari banyaknya fitur yang ada, Dragon Ball adalah fitur paling lumayan dalam gamenya. Namun kurangnya permintaan yang muncul membuatnya seolah hanya sebagai pelengkap saja. Kamu tidak bisa meminta permintaan lain selain yang diberikan. Meningkatkan batas maksimum parameter soul emblem misalnya, atau membuka area di map, dsb akan lebih membantu dibanding memberikan item yang sudah diatur sedemikian rupa dalam gamenya.

Fighting Simple, Namun Cukup Kompleks

Selain “cheat resmi” yang disediakan Bandai Namco, tak lengkap rasanya apabila kita tak membicarakan mekanik fighting Dragon Ball Z: Kakarot. Hal ini mengingat gamenya memang sangat unggul dalam bidang ini. CyberConnect2 tetap mempertahankan animasi gelut super cepat dan memanjakan mata dengan gerakannya yang cukup gila. Dragon Ball banget. Tombol dasar fightingnya cukup simple, kamu bisa menekan O terus menerus untuk serangan melee, kotak untuk serangan ki, tahan segitiga untuk mengisi ki, dan X untuk menghindar dengan teleportasi ala Dragon Ball. Menahan L1 bisa memilih jurus yang ada seperti kamehame dsb dengan representasi tombol X, O, Segitiga, dan Kotak.

Sementara menekan tombol L3 dengan menekan analog kiri akan berikanmu boosting charge, yakni terbang mendekati musuh dengan sangat cepat. Kamu juga bisa menekan X saat musuh mulai mengeluarkan serangan energinya yang akan langsung memakan energi ki-mu sekitar nyaris 100 poin untuk teleportasi di belakang musuh dan menyerangnya.

Kamu juga bisa meminta bantuan rekan satu timmu untuk membantumu menggunakan jurus mereka masing-masing. Krillin dan Tien misalnya yang bisa membutakan mata musuh dengan Solar Flare, dsb. Transformasi menjadi Super Saiya, Kaiouken, hingga Piccolo x Kami form juga bisa kamu lakukan dengan menahan L2+R2. Namun perlu dicatat, setiap transformasi akan membutuhkan kompensasi yang cukup gila. Kaiouken misalnya yang akan terus menyedot HP dan Ki-mu dengan meningkatkan kekuatan seranganmu dsb.

Setelah membaca deskripsi saya di atas, mungkin kamu akan menganggap bahwa pertempuran dengan tombol sesimple itu akan sangat mudah dilakukan. Namun pada kenyataannya tidak sama sekali. Layaknya Dark Souls kamu harus mengingat pattern musuh yang tak terduga akan menyerangmu menggunakan jurus apa. Kadang mereka akan menyerangmu dengan membabibuta dengan kecepatan cukup gila yang mungkin akan buatmu kewalahan. Di satu sisi kamu harus menjaga energi ki mu agar tak turun, namun kamu juga harus waspada dengan serangan cepat musuh setelah mereka mengisi ki. Memang, kombinasi tombol yang tepat akan bisa mengalahkan musuh dengan sangat baik dan memuaskan, kamu bisa mengkombinasikan combo serangan melee dengan kamehameha misalnya. Tak adanya tingkat kesulitan seperti game RPG pada umumnya akan membuatmu melatih diri untuk membiasakan kontrolnya.

Tombol fightingnya cukup simple, namun sangat kompleks jika kamu telah mempelajarinya lebih lanjut. Terlebih serangan kombinasinya,

Berbeda dengan game fighting pada umumnya, karena game ini adalah RPG maka kamu akan miliki opsi untuk melakukan heal pada karaktermu. Jadi, kamu bisa menggunakan item healing seperti senzu atau kacang ajaib dalam terjemahan komik resmi berbahasa Indonesianya, minuman berenergi, obat, atau yang lain untuk memulihkan HPmu. Cukup tekan tombol bawah direction padmu maka kamu akan

Namun saya menyayangkan pengaturan kamera yang CyberConnect2 lakukan. Terutama ketika karaktermu terpojok saat punggungnya menabrak batu atau bukit raksasa. Pandanganmu akan tertutup rapat dan tak tahu kondisi karaktermu tengah mengalami stun atau yang lain. Paksamu untuk langsung menerjang musuhmu apapun konsekuensi yang harus kamu dapatkan.

Beberapa cutscene pendek saat pertempuran sebenarnya cukup oke untuk dinikmati, namun sangat mengganggu bagi saya pribadi karena terkadang ia langsung membatalkan jurus yang telah dikeluarkan karaktermu. Misalnya saja kamu mengeluarkan masenko, namun belum sempat masenko keluar, musuh telah mengeluarkan jurus lain dengan animasi pendek zoom innya yang langsung membatalkan masenko padahal jurusnya belum ia gunakan dan masih charge. Seharusnya ini tidak terjadi karena terasa kurang adil, di saat kamu sudah mulai terbiasa dengan serangan musuh cepat dan susah payah mengatur jarak dan akan mengeluarkan kekuatanmu, mendadak dicancel karena musuh mengeluarkan animasi. Animasi ini juga memperpanjang waktu bertempurmu dan akan terasa bosan jika harus diulang-ulang karena tak lekas rampung.

Kesimpulan

Dragon Ball Z: Kakarot memang memiliki presentasi yang spektakuler dari CyberConnect2. Fokusnya pada cerita dengan karakter dan latar yang sama persis dengan animenya membuat para fans lawas akan diajak bernostalgia bersama masterpiece Akira Toriyama tersebut. Peran Goku dan rekan-rekannya dalam melindungi bumi disampaikan dengan sangat baik oleh CyberConnect2. Beberapa adegan sinematik ikoniknya juga dibuat ulang menggunakan tampilan visual cell shading yang sangat pas.

Meskipun seolah menjadi sebuah fanservice bagi para fansnya dengan beberapa memoria untuk ingatkanmu pada cerita Goku kecil, namun Kakarot juga masih bisa dinikmati oleh fans baru yang baru mengenal serinya. Ceritanya yang dikemas dengan sangat baik bersama adegan ikonik masih bisa dinikmati oleh fans baru. Sayangnya, rangkumannya yang cukup singkat membuat beberapa adegan lain yang membuat ceritanya lebih detil dan jelas tidak direpresentasikan sama sekali. Membuat CyberConnect2 terkesan hanya bermain aman demi memuaskan fansnya secara umum. Padahal, jika mereka menambahkannya setidaknya porsi serius dan lucu bahkan drama bisa menjadi sedikit lebih balance dan lebih nikmat daripada harus sedikit terburu-buru.

Gameplaynya yang miliki dasar ide yang cukup baik dengan fighting yang sangat seru dan menantang, sayangnya harus pupus karena pengaturan “angka” yang cukup gila. Terlebih untuk random encounter dan XP multiplier yang terasa kurang ada gunanya jika dibanding cerita utama yang memberimu XP lebih banyak. Sementara, animasi musuh yang menjengkelkan bisa mematahkan semua seranganmu. Membuatnya tidak balance sama sekali. Membuat seolah dasar mekanik gameplaynya terlebur berkat cerita utamanya yang menjadi fokus developer.

Namun, terlepas dari semua itu, gamenya masih bisa dinikmati untuk semua pemain. Tentunya, fans utama Dragon Ball akan merasakan fanservice gila-gilaan dengan memainkannya. Simplenya, Dragon Ball Z: Kakarot merupakan salah satu game terbaik dari adaptasi karya Akira Toriyama yang pernah dibuat selama ini. Meskipun masih banyak kekurangan di sana dan di sini berkat eksekusinya yang kurang matang dan terkesan bermain aman karena saking nanggungnya konten yang diberikan. Terkesan terburu-buru untuk diselesaikan demi sebuah konten.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Hailing from East Java, Indonesia. Akbar plays almost all video game genres except horror games, but still trying to play it. A simple man who specializing in Japanese Games, JRPG, Shooter, PC, and console news and reviews. If you have PR related to video games you can contact him at [email protected]