Epic Games Tuntut Dua Cheater Fortnite: Battle Royale


Follow Us

Apapun gamenya, cheat game multiplayer online akan selalu ada dan akan selalu mengganggu para pemain sekaligus developer game. Sistem banning terkadang tak cukup khususnya jika game merupakan free-to-play layaknya Fortnite: Battle Royale. Maka Epic Games ambil satu langkah lagi untuk basmi cheater di game yang sedang naik daun ini dengan membawa cheater tersebut ke tuntutan hukum.

Berdasarkan dokumen dari pengadilan federal di Carolina Utara, dua pemain dengan nama Brandon Broom dan Charles Vraspir dituntut setelah melanggari hak cipta dari Epic Games serta persyaratan layanan karena memodifikasi kode dalam game dengan program cheat mereka. Karena Fortnite: Battle Royale merupakan game gratis, salah satu terdakwa diklaim telah di-banned sebanyak 9 kali di 9 akun dengan identitas yang berbeda-beda sebelum aksi curangnya ini akhirnya ditangani secara hukum.

BACA JUGA  Fortnite Segera Dapatkan Light Machine Gun Sebagai Senjata Barunya

Broom dan Vraspir merupakan bagian dari sebuah website penyedia layanan cheat yaitu Addicted Cheat. Program cheat yang meminta biaya langganan sebesar $5 hingga $15 per bulan ini dapat memberikan informasi lokasi musuh, aimbot, dan lain-lain pada game Fortnite: Battle Royale. Cheat ini dibuat dengan reverse-engineering dimana mereka bermain-main dengan source code yang ada dalam game. Hal ini melanggar peraturan dari game serta hak cipta, serta mereka meminta biaya agar orang dapat mengakses program illegal mereka tersebut yang menambah kesal Epic Games.

BACA JUGA  Terlalu Banyak Masalah, Guided Missile Ditarik Permanen Dari Fortnite
Image credits: Kotaku

Kedua terdakwa sering gunakan program cheat mereka untuk lakukan “stream-sniping” yang merupakan aksi untuk mencari tahu lokasi keberadaan para streamer dan segera mentargetkan streamer tersebut secepat mungkin. Saat ditanyai apa maksud mereka melakukan stream-snipe yang membuat para streamer sulit menang ini, mereka menjawab “Karena menyenangkan untuk membuat emosi sekaligus melihat streamer ngamuk saat dibunuh meski dengan perlengkapan yang lengkap.”

Sebelum membuka Addicted Cheat, kedua terdakwa miliki banyak pengalaman dalam hacking di game online dan sebelum Fortnite: BR, mereka telah buat program cheat untuk beberapa game lain. Kedua terdakwa yang merupakan moderator dan support staff dari Addicted Cheat ini terancam harus membayar $150.000 untuk kerusakan yang mereka sebabkan dari program curang mereka.

BACA JUGA  Petisi Becandaan untuk Hapus Fortnite dari Pasaran Ditanggapi Serius

Epic Games benar-benar tangani dengan serius keberadaan cheater ini. Mereka ingin para pemain jujur dapat bermain dengan tenang tanpa gangguan dari para pengguna aimbots atau program cheat lainnya. Untuk yang terlanjur gunakan layanan cheat dari Addicted Cheat di Fortnite, uang mereka kini terbuang sia-sia karena mereka takkan berikan refund sama sekali.

Source: Kotaku, PCgamesn

 

BACA JUGA

Lainnya dari kategori: Berita