Epic Store Diduga Mencuri Data Pribadi User Steam, Valve Tengah Selidiki Hal Tersebut

in ,

Persaingan kedua launcher yang mulai menghangat

“Segar namun kontroversial”, itulah kesan yang saat ini menggambarkan posisi Epic Games Store sebagai satu platform yang baru saja mengguncang budaya iklim penjualan game-game digital di platform PC. Kebijakan bagi hasil yang lebih untung bagi para developer beserta dengan kontrak pemasaran eksklusif yang selalu mereka obral seakan telah menjadi modal utama Epic Games dalam mengarungi kiprahnya di sektor tersebut.

Kami sekarang telah resmi hadir di platform Tiktok! Follow akun Tiktok kami di @gamebrott.com untuk menjumpai berbagai informasi serta konten-konten video menarik kami lainnya.

Namun, kedua hal itu nampak tidak akan menjelma sebagai satu-satunya perhatian para publik dalam memandang keberadaan Epic Game Store. Karena baru-baru ini, telah muncul satu hal bernada kontroversi lain yang menyelimuti platform bikinan developer Fortnite tersebut. Isu tentang bocornya informasi data friendlist pengguna Steam berkat peran program launcher Epic Games Store rupanya telah semakin banyak terkoar oleh para pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Epic Games Store vs Steam

Berawal dari kesaksian yang diungkap oleh salah seorang netizen di resetera dan juga sampai menyerembet ke forum reddit, dikabarkan bahwa launcher dari Epic Game Store ini punya suatu bentuk program yang akan secara otomatis melacak lokasi folder instalan Steam di hard drive kalian masing-masing. Setelahnya, Epic Store akan mengcopy satu file kepunyaan Steam yang dinamai localconfig.vdf, lalu membungkusnya dalam mode enkripsi. “localconfig.vdf” sendiri merupakan file yang berisikan tentang data-data umum pengguna Steam seperti daftar friend list dan game yang biasa para user punyai.

Terkesan seperti adanya unsur praktek pencurian data, Daniel Vogel yang mewakili pihak Epic Games langsung memberi klarifikasi resmi bahwa sistem pelacakan ini sama sekali tidak akan membahayakan kemananan data para pengguna. Ia menjelaskan bahwa Epic Store memang menggunakan sistem tracking pixel (tracking.js) di dalamnya. Hal tersebut biasa digunakan demi melacak statistik perkembangan platform dan keperluan berkomunikasi dengan para editor unreal engine. Kopian file localconfig yang sudah terenkripsi Daniel jamin juga tidak akan dikirim langsung ke pihak Epic, kecuali bila para pengguna Epic Games Store ada yang memutuskan untuk mengimport isi friendlist Steam mereka di sana. Sehingga hanya data mengenai friendlist saja yang dapat diketahui.

Demi menutup keraguan para user yang masih cukup sangsi, Daniel di sana juga menginfokan bahwa pendirian Epic Games Store murni berasal dari inisiatif Tim Sweeney selaku CEO. Tidak ada campur tangan pihak shareholder manapun (seperti Tencent ataupun yang lain) yang mempengaruhi pengembangan platform penjualan game digital ini. Tak lama setelah statement dari Daniel Vogel mengemuka, Tim Sweeney sendiri akhirnya ikut angkat bicara dan mengakui adanya kesalahan yang telah para timnya lakukan terkait dengan aksi penduplikatan localconfig tersebut.

Saat dikritik bahwa seharusnya penciptaan copy file localconfig.vdf dilakukan tepat setelah para user memutuskan mau untuk mengimport friendlist Steam mereka di Epic Store ketimbang sebelum, Tim melayangkan permohonan maaf lalu menjelaskan jika pengimplementasian sistem pelacakan tersebut memang agak jadul karena berasal dari sisa-sisa proyek awal pengembangan game Fortnite. Ia pun berjanji untuk segera membenahi masalah ini.

Sementara itu, pihak Valve yang mulai mengendus aksi mencurigakan Epic Games, kini ingin menyelidiki file-file apa saja yang telah berhasil mereka kumpulkan dari Steam. Dalam pernyataan yang sudah diberikan pada pihak Bleeping Computer, Doug Lombardi selaku perwakilan Valve menegaskan bahwa file localconfig.vdf memiliki isi data-data privat para pengguna dan sangat terlarang sekali untuk disentuh atau diakses oleh hal-hal lain yang bersifat third party. Dengan kata lain, Valve menilai bahwa Epic tidak seharusnya boleh mengcopy file localconfig.vdf dan menjadikannya itu sebagai aset file mereka secara seenaknya.

Jika hanya demi mengumpulkan data friendlist para user, pihak Valve dan pengkritik Epic Games nampak sepakat jika Epic justru seharusnya bisa berinisiatif untuk memanfaatkan sistem Steam API daripada menerobos langsung program “dalam” yang dimiliki oleh Steam.

Sumber: Reddit, Resetera, Bleeping Computer


Baca pula informasi lain terkait Epic Games Store dan Steam, beserta dengan cerita-cerita menarik seputar video game dari saya, Ido Limando.

Written by Ido Limando

Just an ordinary gamer who currently in love with Warframe. Also Football, Badminton, and Pro Wrestling enthusiast. Contact: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published.