ESL Akan Hadirkan Major DOTA 2 Pertama Dengan Aturan Baru dari Valve

in , ,

Beberapa waktu lalu Valve telah merencanakan sebuah sistem baru dalam pelaksanaan turnamen-turnamen DOTA 2 kedepannya. Sistem Major – Minor ini bisa dibilang cukup mirip dengan apa yang sudah diimplementasikan Valve untuk CS:GO sejak beberapa waktu yang lalu dan bisa dibilang memberikan dampak yang cukup baik untuk CS:GO Professional Scene.

Namun untuk DOTA 2, keikutsertaan turnamen Major ataupun Minor akan menjadi sangatlah penting, karena untuk setiap kemenangan yang diraih di sebuah Major atau Minor akan memberikan poin bagi tim mereka dan poin tersebut akan menjadi acuan utama Valve untuk bisa memberikan undangan kepada tim-tim dunia untuk mengikuti The International.

Valve juga ingin lebih terbuka kepada para penyelenggara turnamen independen untuk bisa berkolaborasi dengan mereka untuk dapat memberikan kualitas terbaik, serta jumlah prize pool yang lebih menjanjikan untuk para tim yang bertanding. Sehingga Valve membukakan pintu bagi para penyelenggara mendaftarkan acara mereka untuk 1 tahun kedepan.

Setelah melewati tahap pengaturan jadwal yang cukup baik, akhirnya Valve bisa merilis jadwal sementara turnamen Major dan Minor untuk DOTA 2 yang akan berlangsung selama satu tahun dari pertengahan 2017 sampai pertengahan 2018. Gambar dibawah ini adalah gambar yang diterima Cyborgmatt sebagai manager Team Secret untuk seluruh turnamen Major ataupun Minor dalam 1 tahun kedepan.

Prizepool untuk setiap Major akan sebesar $1.000.000 atau sekitar 13 Milyar Rupiah. Selain untuk turnamen Major terakhir yang akan diadakan PGL pada 4 Juni 2018 nanti yang akan memiliki prizepool major yang lebih besar dibanding turnamen Major lainnya, yang bernilai $1.500.000 atau sekitar 20 Milyar Rupiah jika dirupiahkan.

Hal yang sama juga berlaku untuk setiap turnamen Minor yang akan memiliki prizepool sebesar $300.000 atau sekitar 4 Milyar Rupiah selain turnamen Minor yang akan diadakan pada 23 Januari 2018 nanti oleh ESL yang memiliki Prizepool sebesar $400.000 atau sekitar 5.5 Milyar Rupiah. Prizepool ini adalah hasil kerjasama antara para penyelenggaran dan Valve.

Entah pembagian jelasnya bagaimana, tapi memang Valve akan memberikan subsidi bagi para penyelenggara yang berani mengambil tugas untuk menyelenggarakan turnamen-turnamen DOTA 2 dengan sistem baru dari Valve. Hal ini sangat penting dimana dengan adanya subsidi dari Valve, maka akan lebih banyak lagi penyelenggara yang berani terjun kedalam turnamen E-Sport, terutama untuk DOTA 2.


ESL yang akan menjadi yang pertama dalam penyelenggaraan Major tahun ini pun nampaknya sudah cukup siap dan tak sabar untuk menyelenggarakannya pada akhir bulan oktober nanti. Sudah berpengalaman dalam mengadakan Event untuk DOTA 2 berskala besar selama 4 tahun kebelakang, ESL dianggap para komunitas bisa menghadirkan keseruan yang tak tertandingi.

ESL One Hamburg akan menjadi ajang Major resmi pertama tahun ini dan akan berlangsung di Barclaycard Arena pada tanggal 28 sampai 29 Oktober 2017 nanti. Serta pastinya akan mengundang tim-tim terbaik dari seluruh dunia untuk bisa hadir dan bertanding disana. Tak lupa, seperti yang biasa mereka lakukan untuk turnamen ESL One sebelumnya, hampir bisa dipastikan bahwa akan ada open qualifier untuk turnamen ini.

Berikut trailer yang dirilis oleh ESL untuk ESL One Hamburg Major 2017:


Jadi pasti ada kesempatan bagi para pemain diseluruh dunia yang bisa berpartisipasi di turnamen Major pertama ini, di ESL One Hamburg nanti. Tak terkecuali juga kesempatan bagi tim-tim DOTA 2 dari Indonesia yang sudah rutin hadir di Open Qualifier SEA beberapa waktu kebelakang. Mengingat kekuatan e-Sport Indonesia yang sudah mulai meningkat dan bersaing, pastinya akan ada kesempatan bagi mereka untuk bisa ikut berpartisipasi.

Kalau menurut kalian, apakah langkah Valve membuat sistem ini adalah langkah yang tepat ? Trus juga, siapa tim DOTA 2 Indonesia yang menurut kalian berpeluang untuk bisa lolos menuju turnamen Major resmi pertama ini ? Yuk bahas di kolom komentar dibawah!

 

Lis Adikarta

Written by Lis Adikarta

Penulis rumahan, menulis hal-hal tentang DOTA2 & Pokemon. Waiting List buat jadi Pengangguran.