Outlast Trials adalah game horror-multiplayer yang mengambil latar era perang dingin (Cold War) dimana kamu memainkan sebagai salah satu test subject yang secara paksa direkrut oleh korporasi Murkoff untuk menjalani eksperimen psikologis dan pencucian otak (brainwashing).
Lokasinya adalah fasilitas eksperiman Murkoff yaitu di Sinyala Facility dan pemain harus menyelesaikan tantangan di dalamnya untuk bisa keluar. Tentunya pemain dan anggota tim lainnya harus bekerja sama menyelesaikannya sambil menghindar dari teror para Ex-Pop yang mendiami map.
Daftar isi
Ex-Pop Prime Assets Outlast Trials

Jadi, apa itu Ex-Pop di Outlast Trials? Ex-Pop merupakan singkatan dari Experimental Population. Mereka adalah musuh atau antagonis di Outlast Trials yang merupakan test subject eksperimen Murkoff yang gagal di Project Lathe dimana mereka mengalami barinwash, dimutilasi, dan kekerasan lainnya.
Ex-Pop yang belum dibiarkan mati di Sinyala Facility digunakan sebagai tantangan mematikan di Outlast trials yang harus dihindari oleh para pemain. Dan Ex-Pop ini sendiri dibagi dalam tiga kategori: Prime Assets, Specialists, dan Grunts.

Dan dalam artikel ini, penulis akan fokus membahas kategori Prime Assets saja. Mereka ini bisa dibilang adalah yang paling terkenal dan penting di antara para Experimental Population. Mereka ada kumpulan pembunuh yang dulunya punya kerjaan beneran sebelum direkrut oleh Murkoff.
Setelah itu, mereka “dipoles ulang” agar bisa seperti menjalankan hidup lamanya, tapi dengan cara yang super bengkok dan menyeramkan. Tujuannya agar mereka bisa menguasai area Trials yang punya tema-tema aneh itu dan jadi pemimpin yang ditakuti oleh orang lain.
Jadi, selain menjadi ancaman utama buat para Reagents (pemain), mereka juga punya pengaruh besar. Dan walaupun mereka nggak ada hubungan keluarga, si Easterman tampaknya milih mereka buat ngewakilin versi “keluarga ideal” ala-ala zaman dulu gitu.
1. Mother Gooseberry

Mother Gooseberry memiliki nama asli yaitu Phyllis Futterman. Dulu, dia adalah anak dari seorang dokter gigi di Philadelphia. Sejak kecil, dia bantu ayahnya di klinik dan pakai boneka buat menghibur pasien anak-anak.
Karena keluarganya cukup terkenal, dia punya acara TV anak-anak sendiri bernama The Mother Gooseberry Hour yang tayang mulai 1951 dari studionya, Futterland Studios. Tapi setelah ayahnya meninggal, kondisi mental Gooseberry mulai memburuk.
Acara TV-nya pun berubah jadi makin aneh. Yang mana di balik acara itu, Gooseberry menyebarkan pengaruh buruk lewat siaran dan bisnis “obat tetes gigi”-nya, yang diam-diam bikin anak-anak jadi kecanduan narkoba, kekerasan, bahkan kriminalitas.
Tahun 1955, Futterland Studios digerebek polisi dan dia ditangkap setelah melawan brutal dengan bor. Setelah penangkapannya, dia dipenjara di Holmesburg dan dijadikan objek eksperimen sadis. Walau disiksa secara fisik, Gooseberry tetap bertahan dan bahkan mampu memanipulasi petugas penjara dan tahanan lain.
2. Leland Coyle

Dia sendiri lahir di Oklahoma di tahun 1923. Dari kecil, hidupnya sudah kelam oleh cerita-cerita kekerasan binatang dan pelecehan seksual yang bikin dia masuk akademi militer. Ketika remaja, dia sempat gabung dengan Ku Klux Klan yang anehnya malah buat tabiatnya jadi “tenang”. Dan umur 19 tahun dia menikah pertama kali, tapi enam bulan kemudian istrinya meninggal karena katanya jatuh dari tangga.
Kemudian dia buru-buru daftar jadi tentara di US Marine untuk menutupi jejak dan ikut Perang Dunia II. Dan setelah perang, dia kembali ke Oklahoma, gabung lagi dengan Klan kemudian menjadi polisi. Karir polisinya sukses, tapi dia kemudian mendapat tuduhan korupsi, pemerasan, sampai eksploitasi tenaga tahanan.
Kehidupan pribadinya sendiri penuh tragedi dan tanda tanya. Dari pernikahan kedua sampai ketiga, istrinya maupun keluarga mereka mati dengan alasan bunuh diri atau kecelakaan, tapi kejadiannya bener-bener mencurigakan dan terlalu brutal.
Tidak seperti Mother Goosberry, tidak tahu pasti bagaimana Leland Coyle bisa direkrut ke Project Lathe milik Murkoff. Namun, pertemuan dan perkelahiannya dengan salah satu agen Murkoff boleh jadi adalah jembatan bagaimana Leland bisa menjadi test subject di sana.
3. Franco Barbi

Franco Barbi lahir dari mafia Louisiana tanpa tahu siapa ibu kandungnya; hanya hidup dengan ayahnya yang punya banyak istri. Dia juga pertama kali membunuh di usia 12 dan menjadi debt collector serta pembunuh dari sindikat kriminal.
Dan karena tidak bisa berhubungan seksual dengan normal, Franco punya tendensi atau kebiasaan untuk membunuh pasangannya sendiri. Kemudian hidupnya makin kacau setelah ketahuan “tidur” dengan ibu tirinya sendiri sampai dihajar habis-habisan kemudian dia dibuang dari keluarga.
Dia pindah ke Miami lalu ke Kuba, sempat bekerja sama dengan CIA dalam operasi melawan pasukan revolusioner, tapi kelakuannya yang suka bunuh seenaknya membuat dia dipecat. Tapi, kebrutalannya itu malah menarik perhatian Murkoff.
Kemudian agen Clyde Perry dikirim untuk menyelidiki dan menemukan Franco di hotel bersama seorang pekerja seks yang kemudian tewas mengenaskan. Perry sendiri hampir mati digebuk Franco sampai harus operasi. Tapi, akhirnya Franco berhasil ditangkap dan dibawa ke Sinyala Facility kemudian resmi menjadi Prime Asset di Outlast Trials.
4. Otto dan Arora Kress

Tahun 1899, Otto dan Arora Kress merupakan anak dari founder Kress Chemical yang juga merupakan keluarga yang super kaya. Ibunya meninggal saat melahirkan mereka dan karena paparan zat kimia yang berbahaya, Otto dan Arora harus lahir kembar siam. Meskipun begitu, mereka memiliki ketertarikan yang berbeda namun sejalan; Otto di politik dan Arora di kimia sehingga Kress Chemical menjadi lebih berpengaruh.
Di balik kesuksesan itu, mereka berdua sama-sama terlibat dalam aktivitas mengerikan. Dimulai tahun 1920 dimana mereka melakukan serangkaian pembunuhan di Buffalo, New York. Kemudian meningkat drastis di tahun 1940 yang mana korban mereka adalah pekerja seks, gelandangan, dan penduduk lokal Kanada. Mereka juga menggunakan tanah milik keluarga Kress sebagai tempat pemakaman untuk para korban.
Ayah mereka, Anton Kress, pernah mencoba memisahkan mereka berdua dengan gergaji tapi tidak berhasil dan malah digergaji balik oleh si kembar. Kemudian, mereka menjahit tubuh sang ayah dalam keadaan terbalik dan memaksanya tetap hidup selama berminggu-minggu sebelum dibuang. Dan di tahun 1958, si kembar ditangkap setelah polisi tiba di rumah mereka dan melihat mereka berlumuran darah.
Dan karena sepertinya Kress Chemical punya mitra bisnis dengan Murkoff, Clyde Perry lagi lagi diutus untuk menyelidiki mereka untuk dibawa ke Sinyala Facility. Setelah dipenjara karena pembunuhan berantai, si kembar diakuisisi oleh Perry di sel mereka.
5. Prescott Whitehorn

Tidak banyak informasi mengenai Prime Asset yang satu ini. Hanya ada beberapa dokumen yang menyebutkan namanya. Dia juga hanya disebut dua kali di dokumen-dokumen Project Lathe. Tapi, di banyak area uji coba fasilitas Sinyala, sering keliatan drum minyak, iklan, dan perlengkapan industri yang ada merek “Whitehorn Petroleum” dan dimiliki sama “P. Whitehorn Corp”. Bisa saja ada kemungkinan kalau Whitehorn dulunya bos perusahaan minyak.
Dia juga digambar sama beberapa anak-anak, dan dikasih julukan “Pria Pemarah”, yang menunjukkan bahwa dia itu sosok yang ditakutin, apalagi sama anak-anak. Dari dokumen yang ditemukan di area trial, ada kemungkinan dia berasal dari keluarga kaya, dan bikin dia punya pengaruh besar banget dan dipuja secara tak wajar.
Sebelum Project Lathe 2 dimulai, Whitehorn sempat dirawat di fasilitas medis milik Murkoff Corporation untuk menjalani operasi besar karena penyakit menular seksual, tapi tidak dijelaskan detailnya. Entah bagaimana nasib jelasnya setelah perawatan itu.
Itulah informasi mengenai Prime Asset di Outlast Trials yang ada sejauh ini. Dari semua Prime Asset yang ada, kalian lebih ngeri sama boss yang mana nih, brott?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

















