FaceMetrics: Teknologi AI yang Dapat Menyeimbangkan Waktu Anak dalam Bermain Game ?

in , ,

Anak-anak pada dasarnya memang selalu mempunyai kecenderungan untuk bermain. Di masa yang terbilang sangat canggih ini, memainkan segala hal yang berbau digital seakan sudah menjadi barang wajib yang harus dimiliki oleh para orang tua demi membahagiakan sang buah hati. Sehingga menjaga calon si kecil, keponakan, hingga sepupu dan saudara kalian yang masih kecil-kecil untuk tidak terus-terusan memandangi gadget adalah pekerjaan yang tidak tergolong ringan.

Baru-baru ini, telah muncul sebuah teknologi interaktif yang nantinya bisa melatih anak-anak untuk dapat menyeimbangkan waktu antara bermain dengan belajar dan bersosialisasi. Bernama FaceMetrics, teknologi berbasis AI ini dapat membaca dan menyimpulkan segala karakteristik yang dimiliki anak ketika mereka sedang beraktivitas dengan gadgetnya. Ia dapat mengintervensi secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh sang anak, lalu mengalihkan mereka untuk melakukan aktivitas yang lebih produktif, seperti belajar dan membaca.

 

Teknologi ini asalnya merupakan hasil dari proyek gabungan antara 2 perusahaan besar yang bergerak di bidang pengembangan teknologi, yaitu VP Capital dan Larnabel Ventures. Dengan menginvestasikan modalnya sebesar 2 juta USD, mereka akhirnya ingin mencoba untuk mengembangkan teknologi tersebut lewat sebuah aplikasi smartphone yang berjudul Read2play.

Dari bebagai teknologi parental control yang memiliki fitur-fitur untuk mengatur jadwal, melacak lokasi, hingga pengawasan aktivitas di medsos. FaceMetrics mampu menggabungkan semua fitur tersebut dan menambahkan sebuah sistem tracking yang dihubungkan langsung ke kamera depan gadget. Melalui bentukan program AI yang bernama Nicola, FaceMetrics juga dapat membaca gerakan tubuh dan mata seseorang, menentukan jarak antara wajah dengan layar, sampai melakukan kontak kepada pengguna.

Sedangkan untuk cara kerjanya:

  • Dengan memanfaatkan perangkat kamera, teknologi FaceMetrics dapat membaca gerakan mata dari si anak, menentukan segala hal yang mereka sedang baca, kecepatan dalam membaca, bahkan sampai mengukur tingkat kelelahan mata dari si anak. Sehingga FaceMetric nantinya akan langsung memberikan instruksi untuk menunjukan hal apa yang terlewat sampai menyuruh mereka untuk sebaiknya istirahat.
  • Menawarkan sistem hadiah, misal apabila si anak menyempatkan diri dengan untuk belajar dan membaca segala hal yang berbau edukasi ataupun mata pelajaran di sekolah selama 1 jam di gadgetnya, maka si anak bisa mendapat hadiah berupa waktu untuk bermain game selama 1 jam atau mungkin lebih, semuanya tergantung dari seberapa tekun si anak dalam membaca.
  • FaceMetrics bisa secara otomatis untuk mematikan perangkat gadget yang dipakai oleh si anak apabila tercatatnya sebuah pemakaian perangkat secara berlebihan dan dapat memberikan efek kerusakan untuk gadget tersebut. Bahkan juga bisa secara otomatis mati apabila si anak sedang berada dalam keadaan sangat lelah hingga menyuruh si anak untuk berhenti bila kondisi baterai akan segera habis.
  • Mampu menganalisa mood anak, melacak progres mereka lewat kecepatan dan kualitas mereka dalam membaca, memberikan rekomendasi bacaan, hingga mengidentifikasi hobi dan minat si anak.

Meski fitur untuk membaca gerakan seringkali dikaitkan dengan pelanggaran keamanan privasi, Mikhail Bokho selaku kepala dari pengembangan teknologi FaceMetrics menjamin bahwa tidak ada data-data pribadi yang disetorkan ke dunia maya. “Semuanya dijalankan secara langsung dan kami hanya mencatat data dari seberapa giat si anak dalam membaca dan jumlah waktu yang biasa mereka luangkan saat bermain game” ungkap beliau.

Lalu data informasi tersebut nantinya akan langsung disajikan kepada para orang tua dengan cara yang praktis dan aman. Hanya pihak orang tua saja yang tahu mengenai data si buah hatinya melalui perangkat gadget yang mereka gunakan. Jadi, aplikasi ini sudah termasuk aman bahkan sudah sesuai dengan ketentuan yang dirumuskan oleh GDPR (General Data Protection Regulation) dan COPPA (Children’s Online Privacy Protection Act)

Aplikasi Read2play sendiri rencananya akan segera diluncurkan pada sekitaran musim panas ini khusus untuk perangkat smartphone dan tablet. Namun, sayangnya aplikasi ini tidak dihadirkan secara gratis, atau dengan kata lain kalian harus membayar biasa subscription sekita $20 di tiap tahunnya.

Anak + Nicola (opsional) + Orang Tua = Understan(d)ing

Meski begitu, aplikasi ini sebenarnya sangat menarik dan terlihat cukup efektif dalam membuat anak menjadi lebih peka dan giat belajar tanpa mencederai ketertarikan mereka terhadap video game. Walau pada akhirnya tetap orang tualah yang lebih memegang peranan penting dalam mendidik dan membesarkan si kecil. Akhir kata, semoga semua mahluk berbahagia.

Sumber: Business Insider

 

 

 

Ido Limando

Written by Ido Limando

Just an ordinary gamer who currently in love with Warframe. Also Football, Badminton, and Pro Wrestling enthusiast. Contact: [email protected]