Fitur ini Membuat Multiplayer Call of Duty: Infinite Warfare Menjadi Pertempuran Pay2Win

in , , ,

Disukai dan dibenci secara bersamaan, ditunggu ataupun dilupakan begitu saja mungkin itulah kondisi yang tengah dialami oleh seri terbaru Call of Duty ini. Infinite Warfare memecah fansnya sendiri menjadi dua kubu, dimana satu kubu yang menyukai dengan konsep futuristic space war yang diusung sedangkan kubu lainnya membenci hal itu dan lebih memilih hype dengan Modern Warfare Remastered ataupun game lainya seperti Battlefield 1. Mode multiplayer sendiri merupakan bagian dari game Call of Duty yang nantinya akan hadir baik di Infinite Warfare maupun MW Remastered. Bila mode multiplayer pada MW Remastered merupakan sebuah mode multiplayer konvensional yang tentunya sudah dikenal baik oleh para gamers terutama yang telah mengikutinya sejak dulu, maka pada Infinite Warfare menawarkan sebuah pertarungan multiplayer dengan beragam fitur tambahan yang diyakini oleh Activision akan membuat mode multiplayer ini lebih menarik. Mulai dari pembagian class yang sangat beragam yang diyakini dapat memfasilitasi beragam gaya bermain dari para pemainnya, hingga ke kostumisasi peralatan yang mampu memberi keuntungan tertentu pada pertempuran.

fyfoeus

Namun sayangnya, kostumisasi tersebut berpotensi untuk membuat multiplayer Infinite Warfare menjadi sebuah game Pay2Win (Pay-to-win) dimana lewat fitur microtransaction yang diusung para pemain mampu membeli beragam upgrade yang berguna untuk memodifikasi senjata yang digunakan dalam permainan. Hal yang lebih mencederai adalah upgrade-upgrade yang bisa dipasang mampu memberikan boost status pada senjata tersebut. Hal ini diketahui oleh seorang user NeoGaf, Hamster Plugin yang telah mencoba Beta Multiplayer dari Infinite Warfare dimana pada jendela kostumisasi dapat dilihat pemain dapat men-crafting varian dari senjata NV-4 tersebut dan mendapatkan boost status stabilitas yang tentunya membuat senjata tersebut memiliki keuntungan terhadap varian biasanya. Parahnya, boost stat tersebut tidak memiliki dampak negatif apapun pada senjata tersebut.

rghre

Varian senjata tersebut sendiri merupakan varian Legendary yang tentunya memerlukan banyak mata uang game untuk mendapatkannya. Problem lainnya yang mengikuti adalah untuk mendapatkan varian terbaik dari senjata tersebut pemain membutuhkan sekitar 5840 salvage (mata uang dalam Infinite Warfare), sedangkan dalam satu pertandingan Hamster Plugin mengatakan bahwa pemain hanya berpotensi untuk mendapatkan sekitar 7-10 salvage saja. Dalam kalkulasinya, untuk mampu meng-upgrade satu senjata hingga ke varian terbaiknya pemain butuh waktu  97 jam bila bermain secara non-stop. Dengan waktu yang tidak sedikit ini tentunya bisa diprediksi banyak pemain yang akan tidak sabar dan memilih jalan pintas melalu microtransaction untuk membeli agar dapat menggunakan senjata terbaik itu langsung.

ewfgwefgw

Hal ini tentunya akan sangat mencederai keseimbangan pada multiplayer ini. Dimana pemain yang berani dan mau menggelontorkan banyak uang memiliki keuntungan bermain dengan perlengkapan yang lebih bagus ketimbang para pemain yang memilih untuk menghadapi permainan dengan peralatan bawaan standar. Apalagi boost stat yang diberikan tentunya akan tidak sesuai apabila mode multiplayer dari Infinite Warfare ini masuk ke dalam ranah Esport. Bagaimana pemain dengan varian senjata terbaik mendapat bantuan status pada senjatanya. Sedangkan yang tidak kelihatannya harus sangat bertumpu pada skill yang dimilikinya. Lalu, bagaimana tanggapanmu sendiri? Apakah kamu setuju dengan sistem microtransaction yang dimiliki oleh Infinite Warfare ini yang  memang mampu menghadirkan sebuah permainan yang lebih variatif namun sangat beresiko berjalan tidak imbang.

sumber: neogaf

Galih Kresnawan

Written by Galih Kresnawan

Chief Editor. Senior Content Writer. Noob at almost every games. Certified Memes Maker | Work HARD, Play HARDER!! | Contact me at [email protected]