Gabe Newell: Artifact Adalah Kekecewaan yang Sangat Besar

in ,

Half Life: Alyx mungkin bukanlah game yang fans benar-benar harapkan karena keharusan VR, tetapi setidaknya ini menjadi awal Valve membuat game “besar” lagi. Namun sulit untuk melupakan blunder besar yaitu Artifact – game kartu berbasis dunia DOTA yang dirilis pada 2018 lalu. Tak lama setelah perilisan, game ini telah sepi pemain hingga Valve tampaknya sudah tidak peduli lagi untuk perbarui game tersebut.

Gabe Newell tidak malu untuk mengakui jika Artifact adalah kesalahan besar yang mereka lakukan sebagai studio game. Belajar dari kesalahan, Half Life: Alyx menjadi momentum yang tepat baginya. Lewat game tersebut, dia ingin melihat apakah fans masih memandang Valve masih sebagus dulu yang mereka ingat saat masih aktif sebagai studio game.

“[…] Artifact adalah kekecewaan yang sangat besar, kami mengacaukan segalanya. Bagi kami, [merilis Half Life: Alyx] benar-benar momen yang kuat bagi kami, karena ini hasil terbaik yang kami dapat lakukan […]”

Bagi pria yang sering disapa Gaben ini, kegagalan adalah guru terbaik. Tetapi dia ungkap bahwa dia sudah cukup dengan “pelajaran” dan berharap Half Life: Alyx bisa jauh lebih baik dari Artifact yang menjadi game pertama mereka setelah hiatus panjang sebagai studio game.

“Sayangnya gagal lebih memberikan pelajaran dibandingkan kesuksesan — Saya tidak ingin dapatkan pelajaran untuk kesempatan kali ini.”

Half Life: Alyx dirilis untuk PC pada 23 Maret 2020. Game akan membutuhkan perangkat VR agar dapat dimainkan.


Baca pula informasi lain terkait Half Life beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana.

Muhammad Maulana

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.