Game Fight: ASTA vs Echo Of Souls

in ,

Persaingan game online di tanah air memang tak pernah mereda. Publisher-publisher ternama di Indonesia seperti Lyto, Gamescool, Garena, Megaxus dan QEON terus menghadirkan game-game terbaru dengan berbagai keunggulan masing-masing. Persaingan yang kini memanas di pengakhir tahun 2015 ada di genre MMORPG. Dua publisher yang kian menancapkan giginya di ranah game online Indonesia, QEON dan Gamescool, mempersembahkan MMORPG terbaru mereka yang banyak mendapatkan apresiasi bagus di kalangan gamer Indonesia, yakni ASTA dan Echo of Souls (EOS).

Nah, sehubungan dengan itu, kali ini gue akan membandingkan 2 game MMORPG yang dirilis hampir pada saat yang bersamaan (cuma beda 1 hari) ini, sebagai bahan referensi bagi gamers Indonesia yang mungkin sedang bingung menentukan game mana yang ingin dimainkan. Semoga review sederhana ini bisa membantu kalian menentukan pilihan dan menghilangkan kegalauan yang ada.

System Requirement

Bila dilihat dari system requirement, EOS memang lebih ramah bagi gamer yang bermain di warnet atau game center karena spesifikasi komputer yang dibutuhkan untuk bermain EOS tidak demanding seperti ASTA. Hal ini dikarenakan ASTA menggunakan CryEngine 3 untuk mengolah tampilan grafisnya. Mungkin yang sudah pernah bermain Crysis 3 atau Far Cry series tahu gimana beratnya kedua game tersebut. Nah, engine yang sama digunakan oleh sang developer untuk membuat ASTA. Tak heran kalau spesifikasi komputer ASTA lebih tinggi dibandingkan EOS.

Selain itu, kedua game ini mungkin mempunyai segmen tersendiri, di mana EOS lebih bersahabat untuk user warnet, sedangkan ASTA cocok buat kalian yang punya PC mumpuni. Untuk urusan ini, EOS lebih unggul.

ASTA System Requirement

EOS System Requirement

Winner: Echo of Souls

Client Size

Selain system requirement, ukuran game yang harus didownload juga haruslah menjadi pertimbangan. Pada dasarnya kedua game ini memiliki client yang cukup besar, yakni ASTA 8,5 GB  dan EOS 3,6 GB. Perbedaan yang cukup besar ini membuat gamer lebih santai saat mendownload EOS dibandingkan saat mendownload ASTA yang memakan waktu cukup lama.

Winner: Echo of Souls

Character Build

Proses pembuatan karakter adalah hal pertama yang kalian temui ketika bermain sebuah game MMORPG. Untuk urusan ini ASTA lebih unggul karena gamer dimungkinkan untuk bisa memodifikasi karakternya secara lebih detail. Seperti misalnya mengatur ukuran panjang tangan, lebar bahu, hingga (ehem) lingkar dada untuk karakter perempuan. Sedangkan pembuatan karakter EOS hanya memungkinkan mengatur tinggi badan dan panjang tangan dan kaki.

EOS Character Build

ASTA Character Build

Winner: ASTA

Class Variations

EOS memiliki lima pilihan Class yang bisa dipilih gamer dan kemudian dibagi lagi menjadi 2 tipe class berdasarkan talent. Namun sayangnya, terdapat sistem gender lock cukup mengganggu di awal pembuatan karakter. Di ASTA sendiri, waktu awal pembuatan karakter, gamer langsung diminta untuk menentukan mau join di Realm mana, Gaia atau Shura. Setelah menentukan realm, gamer cukup bebas memilih class yang diinginkan (mengingat variasi ras dan class yang beraneka ragam) dan tentunya bebas memilih gender sesuai kemauan karena tidak adanya gender lock di sini. Menurut gue, ASTA lebih unggul dalam hal class variations.

ClassSayang, beberapa Class di EOS hanya bisa dimainkan menggunakan gender tertentu

ASTA tidak memiliki sistem Gender Lock

Winner: ASTA

PVP

Biasanya sebelum main game MMORPG, pasti aspek ini yang pertama kali jadi bahan pertimbangan seorang gamer sebelum memainkan game tersebut. Persamaan antara ASTA dan EOS terletak pada hilangnya fitur “auto-move”. Auto-move memungkinkan gamer untuk meng-klik saja nama NPC yang ada di teks quest, maka karakter kita akan langsung berjalan secara otomatis ke NPC tersebut tanpa harus menggerakkannya menggunakan tombol WASD. Kedua game ini memang cocok untuk para hardcore gamer yang merindukan fitur ini. Namun buat kalian yang lebih menyukai sistem auto-move, maka siap-siaplah untuk bekerja lebih keras di game ini.

Satu hal yang sangat unik adalah tidak adanya class healer di EOS! Buat gue sendiri, game MMORPG tanpa healer terdengar cukup aneh. Meskipun ada item HP potion, tetep aja buat gue PVP akan terasa hambar karena battleground dan arena akan selesai terlalu cepat tanpa adanya healer, atau justru jadi membosankan karena setiap pemain yang ada hanya akan spam HP potion ketika bertarung. Tapi yah, ini kan menurut gue.

Mungkin game ini cocok untuk bagi gamer yang menginginkan sistem PVP yang cepat dan penuh dengan adrenaline. Karena tanpa tergantung dengan peran healer, kita akan diminta untuk membunuh lawan secepat mungkin sebelum lawan membunuh kita terlebih dahulu. Kamu harus menjadi yang terkuat untuk bisa survive di arena ataupun battleground.

Berbeda halnya dengan ASTA, meski dengan adanya healer dan item HP potion, gamer akan dituntut untuk mengatur strategi ketika masuk ke dalam battleground atau arena. Karena penggunaan HP potion dibatasi oleh waktu, alias tidak akan ada sistem spam HP potion yang membosankan dan pertarungan akan berjalan dinamis dan lebih seru karena banyaknya faktor untuk mencapai kemenangan.

Pilihan gue jatuh pada ASTA untuk segi PVP. Karena menurut gue, sistem PVP yang dinamis dengan adanya healer bukannya sistem “kill before you get killed” lebih menantang dan seru.

PVP di EOS

PVP di ASTA

Winner: ASTA

Quest and Hunting System

Beranjak dari urusan healer dan PVP, review ini tak lengkap rasanya kalau belum membahas leveling system dan quest. Di awal bermain EOS gue cukup bersemangat untuk menjalankan quest dan memburu berbagai monster, namun selang beberapa jam, lagunya U2 Stuck in a Moment seperti terngiang-ngiang di dalam otak gue. Character movement yang terasa kaku dan quest yang membosankan dan repetitif membuat gue cepat merasa bosan memainkan EOS.

Di awal-awal bermain ASTA, gue disuguhkan dengan sistem tutorial yang mudah dipahami oleh gamer paling cupu sekalipun. Selain itu, cerita ASTA yang berdasarkan gabungan mitologi Jepang dan Korea membuat gue betah untuk menjalankan quest karena background cerita ASTA cukup menarik. Bukan hanya itu saja, di game ini kembali gue nemunin serunya hunt rame-rame berkat adanya fitur public quest. Cukup datang ke sebuah map, maka kamu akan mendapatkan berbagai rangkaian quest, biasanya diminta untuk membunuh sejumlah monster dalam jumlah yang banyak. Tapi jangan khawatir, gamer lainnya yang ikut membunuh monster dalam quest itu akan turut membantu kamu menyelesaikan quest tersebut.

Setelah quest-quest awal selesai, tiba saatnya untuk mengalahkan boss monster untuk public quest. Pada saat inilah kerjasama tim dibutuhkan untuk mengalahkan sang boss. Meski tak berada di dalam party, setiap pemain yang berada di jangkauan public quest akan menerima hadiah tergantung dari besar sumbangsih masing-masing pemain dalam menyelesaikan public quest tersebut. Pemain yang paling banyak berkontribusi akan mendapatkan hadiah spesial.

Lagi-lagi gue menjatuhkan pilihan pada ASTA untuk fitur Quest dan Hunting System. Adanya fitur public quest dan raid dungeon di ASTA membuat MMORPG ini terasa lebih hidup dikarenakan setiap pemain dituntut untuk bekerja sama untuk meraih kemenangan.

EOS Questing & Hunting

ASTA Public Quest

Winner: ASTA

Tampilan Grafis

Untuk urusan ini, ASTA menang telak berkat adanya CryEngine 3 sebagai engine pengolah grafis. Meski memang tampilan grafis EOS tidaklah jelek, namun bila dibandingkan dengan ASTA yang punya engine yang juga digunakan oleh game-game terkenal di dunia seperti Crysis 3 dan Far Cry, EOS terlihat tidak bisa menandinginya.

EOS Graphic

ASTA Graphic with CryEngine 3

Winner: ASTA

Final Verdict: ASTA

Overall kedua game ini sangat menarik dan layak buat kalian coba. ASTA hadir dengan tampilan grafis dan berbagai fitur yang menarik dan membuat siapapun yang memainkannya betah untuk berlama-lama bermain ASTA. Di sisi lain EOS hadir dengan mengusung tema PvP dan memacu adrenalin dengan ketiadaannya healer. Untuk keseluruhan gue lebih terhibur dan nyaman memainkan ASTA, tampilan grafis yang enak dilihat dan didukung oleh fitur-fitur yang lebih lengkap, pengembangan karakter yang lebih mendalam dan gameplay yang lebih seru menjadi beberapa alasan utama untuk memilih ASTA.

Sekarang gue kembalikan kepada kalian, gamers. Bila kalian lebih suka MMORPG klasik seperti World of Warcraft, maka ASTA adalah pilihan yang pas untuk kalian. Namun bila kalian lebih suka memacu adrenaline dengan masuk ke dalam arena atau battleground tanpa dukungan healer dan mengalahkan setiap lawan untuk menjadi yang terkuat, maka Echo of Soul cocok bagimu.

Artikel ini ditulis oleh contributor. Gamebrott tidak bertanggung jawab atas ketidaktepatan, pernyataan, kekeliruan isi informasi dari contributor.

Galih Kresnawan

Written by Galih Kresnawan

Chief Editor. Senior Content Writer. Noob at almost every games. Certified Memes Maker | Work HARD, Play HARDER!! | Contact me at [email protected]