Game Horor The Medium Ditunda Ke 2021, Karena Cyberpunk 2077?

in , ,
Themedium Keyart 4k Nologo

2020 mendekati akhir, namun badai penundaan rilis video game belum sepenuhnya usai. Setelah sebelumnya terjadi kepada Avatar garapan Ubisoft dan Control versi next-gen, kini giliran game horor baru dari Bloober Team – The Medium melakukan hal serupa. Developer yang dikenal dengan seri Layers of Fear-nya itu menunda perilisan The Medium menjadi 28 Januari 2021. Mereka menyebut jika langkah tersebut diambil karena pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan kehadiran “game lain”.

Melalui akun Twitter resminya, Bloober Team juga mengatakan bahwa mereka akan menggunakan penundaan itu untuk mempercantik The Medium. Dipercaya bahwa “game lain” yang mereka maksud adalah Cyberpunk 2077 yang beberapa hari yang lalu, untuk ketiga kalinya, mengalami penundaan. Game buatan CD Projekt Red itu ditunda ke 10 Desember 2020 – yang notabene merupakan tanggal rilis awal dari The Medium.

Ini menambah panjang daftar game yang menjadi “korban” Cyberpunk 2077 di mana sebelumnya, Everspace 2 dan ekspansi besar Path of Exile yang rencananya akan dirilis pada Desember, diundur ke Januari tahun depan. ROCKFISH Games dan Grinding Gear selaku developer masing-masing bahkan secara terang-terangan menjelaskan bahwa tanggal rilis baru Cyberpunk 2077 menjadi alasan utama penundaan perilisan game/update game mereka.

Bagi yang belum tahu, The Medium merupakan game horor psikologi dengan mekanisme Simultaneous Dual-Reality yang unik, di mana sang karakter utamanya dapat menjejalahi dunia asli dan spiritual secara bersamaan. The Medium sendiri rencananya akan dirilis untuk PC dan Xbox Series X/S. Belum ada info lebih lanjut mengenai perilisannya di konsol terbaru Sony – PlayStation 5.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait The Medium atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Arif Gunawan

Written by Arif Gunawan

kreator tulisan yang jarang bermain game namun tertarik dengan perkembangan industri game itu sendiri