Game Kartu Buatan Valve, Artifact Ternyata Sangat “Pay to Win” ?


Follow Us

Penuh dengan konten “Paywall” di dalamnya.

Sebagai usaha untuk berfokus kembali dalam membuat game ketimbang terus-terusan menjadi pihak distributor, Kini Valve telah mengumumkan hadirnya game asli ciptaan mereka sendiri yang berjudul Artifact. Game ini merupakan game kartu ala Hearthstone yang mengambil keseluruhan cerita dan karakter di dunia DOTA 2. Bisa disebut sebagai versi spinoffnya, Artifact dijadwalkan siap untuk segera rilis di platform Steam pada tanggal 28 November nanti.

Nulis artikel dibayar

Menjelang 9 hari lagi akan rilis, Valve baru-baru ini juga dikabarkan sedang sibuk dalam mempersiapkan perilisan open beta dari Artifact yang akan segera meluncur besok. Dari apa yang sudah para pemain rasakan tentang game ini masa closed betanya, ada suatu rasa kekecewaan mendalam dari mereka mengenai keseluruhan konten yang ada di Artifact. Bahkan di Reddit mereka telah ramai-ramai menyerukan kepada para pemain untuk jangan membeli game ini atau membatalkan pre-order yang sudah dilakukan.

BACA JUGA  9 Mekanik yang Mungkin Belum Kamu Ketahui dari Artifact.

Game ini terbilang bisa sangat menyiksa dompetmu secara kejam. Karena selain harus menyiapkan uang sebesar Rp. 300.000 untuk membelinya (bukan game free to play), kamu juga harus merogoh kembali kocekmu dalam-dalam demi mendapatkan kartu-kartu tambahan yang diinginkan. Baik itu dengan cara membeli suatu random pack yang dibanderol seharga $2, membeli dan menjual (ada biaya potongan dari Valve) kartu langsung dari marketplace, hingga memenangkan satu event mode yang hanya bisa dimasuki dengan menggunakan tiket premium (bayar lagi).

Perihal pack kartu yang dihadirkan juga telah menimbulkan suatu masalah tersendiri. Meski di sana Valve menjamin kamu untuk mendapat 1 kartu hero dari 12 kartu yang siap didapat, kartu-kartu starter yang sudah kamu punyai ketika membeli game ini nyatanya juga diikutkan masuk ke dalam 1 pool dari pack-pack premium tersebut. Aturan event mode yang hanya bisa diikuti dengan penggunaan tiket premium juga tergolong sangat kejam. Dimana kamu wajib untuk memenangkan beberapa game secara berturut-turut demi mendapatkan suatu pack kartu tertentu. Bila kalah, hadiahmu akan hangus dan kamu harus mengulanginya lagi dari awal.

BACA JUGA  Bai "rOtK" Fan Terlibat Skandal "Bet" Saat Livestream

Banyak yang sangat begitu menyesalkan kebijakan Valve dalam menyisipkan begitu banyak konten-konten wajib bayar di dalam game yang menariknya juga berbayar. Para publik figur di dunia game kartu seperti Savjz dan Disguised Toast sama-sama setuju bila keberadaan masif konten-konten paywall sudah sangat mencederai game ini.


Lewat keluhan yang diungkapkan oleh banyak pihak di atas, Valve sendiri telah mendengar dan melalui pemberitahuan terkini mereka telah melakukan beberapa perompakan sistem konten yang bisa segera dijumpai pada masa open beta. Contohnya seperti keberadaan practice mode dan dapatnya kamu untuk mendaur ulang kartu-kartu yang tidak terpakai untuk dijadikan sebagai premium tiket. Valve hingga kini masih tetap terbuka untuk mendengar berbagai feedback dari para pemain mengenai cara mereka dalam memonetisasi game ini.

 

Bagaimana, apakah menurutmu game ini bisa mendapat suatu resepsi yang baik pada masa perilisannya ?


Jangan lupa juga untuk membaca informasi lain terkait game Artifact, beserta dengan cerita-cerita menarik seputar video game dari saya, Ido Limando.

Sumber: Reddit


Like it? Share with your friends!

Di Gamebrott COMMUNITY Nulis artikel GAMING dibayarGIVE ME MONEY !
+