Game Lyto yang Membuatmu Merasakan Nostalgia Tiada Akhir

in ,

Nostalgia secara gamblang bisa dijelaskan sebagai sebuah kenangan indah di masa lampau, yang mengingatkanmu betapa indah dan serunya momen tersebut. Entah bagaimana lucunya temanmu yang sering melontarkan lelucon bodoh, atau betapa cantiknya primadona kelasmu.

Namun nostalgia tak hanya terjadi dalam dunia nyata saja dengan berbagai kejutan dan misterinya. Ia juga terjadi dalam dunia game. Di mana kepopuleran dan keseruan sebuah game di masa lampau, takkan bisa ditandingi oleh game baru di zaman now. Setidaknya itulah yang teringat di memori kita.

Tak heran, apabila salah satu perusahaan lokal juga turut andil dalam “masa indah”-mu tersebut. Salah satunya adalah PT. Lyto Datarindo Fortuna atau kerap dikenal sebagai LYTO. Mereka sempat membuat komunitas video game online lokal demam game online berkat Ragnarok Online, game play per subscription yang berhasil berjalan selama belasan tahun sejak tahun 2003.

Namun, rupanya bukan hanya Ragnarok Online saja yang dipublish oleh LYTO di Indonesia. Terdapat banyak sekali game memorable yang mereka publish. Apa saja gamenya? Berikut game lyto yang membuatmu merasakan nostalgia tiada akhir.

Ragnarok Online


Siapa tak kenal Ragnarok Online? Game MMORPG ini merupakan debut pertama PT. LYTO Datarindo Fortuna dalam industri game online. Simple dan menarik adalah inti utama permainan tersebut. Kamu bisa memilih beberapa class dari class dasar Novice hingga dasar class kedua dari Swordman, Acolyte, hingga Thieft yang berlanjut menjadi class lain seperti Knight hingga Assassin. Kepopulerannya buat banyak sekali “impian gamer” terwujud, salah satunya adalah menikah dengan lawan mainnya dalam game, atau sekedar menjual kartu Golden Thief Bug seharga mobil.

Sayang, kepopulerannya semakin sirna berkat menjamurnya bot. Mereka mau tak mau harus melakukan branding ulang dengan seolah mendirikan perusahaan baru bernama Gravindo yang dipimpin oleh mantan karyawan LYTO sendiri. Sayang, ia tak sesukses LYTO. Membuat Gravity selaku developer langsung turun tangan dan membuka server sendiri.

Crazy Kart 1 & 2


Crazy Kart mungkin merupakan sebuah jawaban dari impianmu bermain Crash Team Racing secara online. Kamu bisa melakukan balapan dengan kart dan mengambil powerup yang tersebar di penjuru trek. Sayangnya, bug, cheat, dan masalah teknis lain membuat banyak sekali penurunan dari segi pemain. Usaha branding ulangnya menjadi seri kedua juga gagal. Membuat LYTO harus menutup servisnya.

Idol Street 1 & 2


Idol Street muncul saat Megaxus tengah populer dengan game Audition: Ayodance miliknya. LYTO ingin menyainginya dengan mempublish game yang miliki konsep sama yakni tarian, namun di dunia sandbox yang luas. Buatmu benar-benar rasakan bagaimana menari di tengah jalanan kota. Sayangnya iterasi pertama yang gagal membuat LYTO harus lakukan branding ulang dengan imbuhkan “2” di judulnya. Kabar baiknya game ini masih bertahan hingga detik ini.

Perfect World 1 & 2


Perfect World menjadi game lain yang muncul dengan sebuah “inovasi” yakni bisa mengatur bentuk wajah agar sesuai foto asli. Ia juga merupakan game MMORPG pertama di Indonesia yang miliki mekanisme terbang. Saya pribadi pernah memainkannya saat gamenya dirilis pertamakali di Indonesia, sayangnya kosongnya dunia yang super luas dan desain yang terlalu mengada-ada tak membuat saya betah bertahan memainkannya. LYTO kemudian kembali lakukan branding ulang dengan membubuhkan angka 2 yang masih bertahan hingga sekarang. Meskipun developernya tidak pernah membuat seri kedua gamenya.

RF Online


RF Online mungkin adalah game yang paling sering dibranding ulang oleh LYTO. Mereka seolah tak ingin menyerah untuk terus menjalankan bisnisnya mengingat masih banyak fans yang memainkannya. Game dengan konsep 3 bangsa Accretia Empire, Holy Alliance Cora, dan Bellato Union yang saling bertempur ini tekankan pada elemen PvP yang sangat kuat. Pertempuranmu juga bukan PvP dalam satu arena, namun chip war dan pertempuran antar bangsa di field.

Meski sempat pisahkan server dari RF Classic dan RF Online, namun sayang server utamanya kembali dibranding ulang. LYTO melakukannya dengan embel-embel “Remastered” yang saat ini masih memasuki masa pra-registrasi.

Seal Online


Dari sekian banyak game yang pernah dipublish LYTO di Indonesia. Seal Online mungkin salah satu yang berhasil bertahan seperti Ragnarok Online. Game dengan basik karakter imut ini mencoba memberikan sesuatu yang berbeda dengan Ragnarok Online. Mereka perkenalkan sistem pet, mount yang bisa dikendarai semua class, hingga combo.

Sistem tempanya juga tak kalah seru jika dibandingkan game MMORPG lain. Fakta lain adalah bahwa pet yang kamu miliki harus dikembangkan dari nol agar menambah statusmu menjadi sebuah fitur yang tak bisa dipisahkan. Sayang, LYTO menutup servis resminya dengan alasan developer tidak lagi mengembangkan gamenya. Padahal, server resmi Amerikanya masih bertahan hingga detik ini dengan update baru.

Granado Espada


Jika Ragnarok Online merupakan game yang dikembangkan oleh Gravity, maka Granado Espada adalah game yang dikembangkan oleh mantan developer Ragnarok Online sekaligus pendiri Gravity. Ia membuat studio baru IMC Games dan membuat Granado Espada. Menariknya, gamenya di Indonesia juga dipublish oleh LYTO.

Berbeda dengan Ragnarok, Granado Espada mengambil tema Eropa kuno dengan tiga karakter yang bisa kamu kendalikan sekaligus. Setiap karakter telah memiliki bot unik yang bisa kamu perintahkan untuk hunt secara otomatis di sebuah spot area. Kamu juga bisa mengoleksi karakter dengan kemampuan uniknya melalui sebuah quest.


Sayangnya, LYTO tak lagi mendukung servisnya di Indonesia. Kini gamenya ditangani oleh IMC Games sendiri untuk wilayah Asia Tenggara dan Redbana Corporation untuk wilayah Amerika. Itulah alasan kenapa kamu akan menemukan dua game ini di Steam.

S4 League


Video game berbasik olahraga, itulah yang diangkat oleh S4 League. Game yang awalnya dirilis oleh Aeriagames tersebut akhirnya ke Indonesia di bawah bendera LYTO. Dalam game ini kamu akan masuk dalam sebuah permainan olahraga baku tembak di sebuah arena luas. Kamu bisa menggunakan berbagai senjata yang kamu temukan, mulai dari assault, rocket launcher, gauss rifle, hingga bat baseball.

Ia miliki beberapa mode: Chaser, Captain, Arcade, hingga mode klasik Team Deathmatch. Namun menurut saya yang paling menarik dari game ini adalah mode Chaser yang saat itu belum pernah ada di game lain. Dalam mode ini kamu dan player lain dipaksa untuk memburu player random yang ditunjuk sebagai Chaser. Chaser akan miliki kekuatan super kuat dengan HP tebal dan akan memburu semua player. Berhasil melumat semua player akan berikan kemenangan untuk Chaser, sementara jika player berhasil mengalahkan Chaser maka semua player memenangkannya.


Sayangnya peluncuran S4 League menurut saya tidak tepat waktu. Hal ini mengingat persaingan game online lain di Indonesia yang begitu kuat tak mampu membuat player berpaling dan beralih ke S4 League. Membuat LYTO harus mematikan servisnya di Indonesia.

Kini, kamu hanya bisa memainkan versi Eropa gamenya di bawah naungan Aeriagames.

Crossfire


Maraknya game first-person shooter gratisan di Indonesia membuat banyak sekali publisher yang latah dengan mengimpor game dengan genre serupa. Salah satunya adalah LYTO dengan Crossfire. Simplenya, game ini sama seperti Counter-Strike 1.6 namun gratis dengan spesifikasi PC zaman old.

Sama seperti game gratisan lain, game shooter yang satu ini miliki banyak sekali ketidak-untungan. Salah satunya adalah senjata sewa pay to win. Game ini miliki mekanik yang sama persis dengan game shooter kebanyakan dengan mode team deathmatch hingga bomb mission. Tidak ada yang spesial sama sekali. Menariknya, ia masih bisa dimainkan hingga sekarang.

Rohan Online


Sejujurnya saya kurang bisa mendeskripsikan game apa ini karena pada dasarnya ia merupakan game tipikal MMORPG yang sama seperti game MMORPG pada umumnya. Hanya saja ia miliki tema dan jobnya yang berbeda lengkap dengan mount spesial yang hanya bisa ditunggangi oleh ras tertentu. Jujur, bagi saya gamenya tidak menarik sama sekali karena kamu takkan bisa menemukan hal baru selain “kulit” yang berbeda dari Rohan Online.


Namun terdapat satu hal yang ada di gamenya seperti mode PvP yang sangat berbeda dari game lain yakni Vengeance system. Di mana kamu akan bisa balaskan dendam pada player yang membunuhmu secara acak.

Sayangnya setelah delapan tahun, LYTO memutuskan untuk menutup servernya dan dipindahkan ke playwithsea. Mereka tidak memberikan alasan apapun, namun kemungkinan karena kontraknya habis.


Itulah game Lyto yang membuatmu merasakan nostalgia tiada akhir. Masa kecilmu tak bahagia tanpa mencicipi semua game yang pernah mereka publish di Indonesia. Benar, beberapa servernya memang telah ditutup tanpa alasan yang jelas. Namun hal tersebut tak menutup fakta bahwa kamu pernah merasakan game yang mereka publish meskipun hanya sebentar.

Apakah kamu miliki daftar game Lyto lain yang seharusnya masuk daftar di atas? Kamu bisa cantumkan melalui komentar setelah artikel ini dibagikan di Facebook.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Hailing from East Java, Indonesia. Akbar plays almost all video game genres except horror games, but still trying to play it. A simple man who specializing in Japanese Games, JRPG, Shooter, PC, and console news and reviews. If you have PR related to video games you can contact him at [email protected]