Game Terbaik 2020 dan GOTY Pilihan Ayyadana Akbar

in
Writer Choice 2020 Akbar

2020 sudah mau berakhir, banyak media atau beberapa orang pribadi menutup tahun ini dengan mengenang beberapa hal favoritnya tahun ini termasuk video game. Meski kebanyakan selera mereka “mirip” karena banyaknya game yang rilis tahun ini dengan award atau penghargaan yang menurut saya pribadi sangat terlalu general alias umum.

Tapi saya yakin bahwa tiap orang punya “anak emas”-nya masing-masing yang mungkin “ngga atau kurang pantas” buat diumumkan pada dunia bahwa game selera mereka tersebut jadi GOTY atau yang terbaik tahun 2020.

Saya pribadi merasakan bahwa tahun 2020 yang udah penuh dengan masalah ini ngga punya game yang pantes masuk radar GOTY buat sebanding sama The Last of Us Part II. Bahkan Cyberpunk 2077 aja yang telat dan jadi potensi game yang mampu saingi game buatan Naughty Dog tersebut berakhir mengenaskan. CD Projekt gagal total akibat manajemen yang gak karuan dan realistis pada setiap keputusannya. Saya ngga tau apa yang terjadi di balik layar, ngga mau spekulasi nggoreng beginian buat mendulang traffic website yang sejauh yang saya tau juga dilakukan oleh seseorang di luar sana. Saya juga ngga mau tau entah karena investor yang maksa rilis cepet kek, engga kek, yang jelas fakta kalau mereka gagal dengan berbagai tuntutan dari investor adalah sebuah kenyataan yang tak bisa dielakkan.

Tapi mari kita lepaskan sejenak dari masalah tersebut dan move-on pada game terbaik 2020 versi saya. Ya ini semata-mata karena saya sendiri yang masukin dan mungkin ngga bakal kalian terima kalo daftar game berikut adalah yang terbaik tahun ini versi saya.

Ngga, ngga, background saya sebagai kang nulis di media ini ngga ada hubungannya dengan ini. Jangan sampe kalian punya pikiran, “Wah pilihannya Akbar keren2 gw juga pengen masukin ini, gw setuju sama pendapat lu, gw pengen coba main ah”.

Saya ngga punya hak untuk mempengaruhi kalian, meskipun pada kenyataannya secara langsung atau ngga langsung mungkin mempengaruhi. Mengingat sifat media biasanya sih gitu. Tapi saya percaya kalau “bagimu pilihanmu bagiku pilihanku”. Selera kita ngga sama dan jangan maksain apapun buat sama. Saya cuman orang yang hobi main dan eksplorasi game baru yang ngga dimainin banyak orang Indonesia dari tahun 90-an kayak beberapa game “aneh” yang pas kalian lagi demen banget sama Point Blank dan Ragnarok Online 2 di Indonesia, tapi saya udah nyicip dan nyobain Phantasy Star Online 2, S4 League (Sebelum dibawa LYTO ke sini), Shin Megami Tensei IMAGINE (Udah tutup abis dipindah tangan ke ATLUS), Mobile Suit Gundam Online, Vindictus, Blade & Soul, Ace Online, War Thunder sama Navy Field 2.

Eh kok jadi ngomongin itu? Ya pokoknya semua daftar saya ini sangat subyektif dan bersiaplah buat kecewa dan ngga setuju atau mungkin mau pukulin saya kalo game kesukaan kalian ngga masuk daftar ini. Saya juga ngga nyaranin kalian untuk beli, karena ini pure subyektif semua, tapi kalau kalian suka kalian boleh membelinya.

Oh ya, tentunya daftar game di bawah ini dirilis tahun 2020 dan sudah saya mainkan semuanya. Saya ngga masukin beragam game keren yang mungkin juga udah saya mainin karena menurut saya biasa aja. Termasuk Final Fantasy VII Remake yang sebenernya, menurut saya pribadi kurang pantes masuk kategori penghargaan sebelum rampung semuanya.

Oke, ngga perlu panjang-panjang lagi, berikut game terbaik 2020 dan GOTY versi saya.

Terbaik 1: Story of Seasons: Friends of Mineral Town

Story Of SeasonsGame terbaik secara pribadi menurut saya yang pertama adalah Story of Seasons: Friends of Mineral Town yang dirilis di Nintendo Switch dan PC via Steam tahun ini. Agak casual emang gameplaynya, tapi game ini jadi salah satu yang terbaik di mata saya.

Sebenernya Story of Seasons: Friends of Mineral Town ini adalah remake dari salah satu game buatan Natsume, yakni Harvest Moon di masa kejayaan GameBoy Advance. Buat kamu yang belum tau, Natsume kini dipecah jadi dua tim, yang satu Marvelous yang satu Natsume.

Natsume sendiri memiliki hak penuh atas judul Harvest Moon, sementara Marvelous yang tak kehilangan akal membuat judul sendiri yakni Bokujou Monogatari yang sebenernya secara harfiah kalo diartiin dalam bahasa Inggris jadi “A Farm’s Story”. Tapi mereka nganggep dalam terjemahan resmi sebagai Story of Seasons.

Marvelous adalah sekumpulan orang yang membuat Harvest Moon Back to Nature di PS1, sebuah remake dari versi GameBoy Advance-nya. Ngga heran kalau mereka selalu membuat game simulasi pertanian yang ngga cuman sangat rapi dari segi gameplay, tapi juga sangat menarik dari sisi cerita dan quality of life alias konten. Termasuk Story of Seasons: Friends of Mineral Town.

Kalo harus bilang game ini kayak gimana, simplenya dia adalah remake Harvest Moon Back to Nature dan Harvest Moon for Girls versi PS1 yang digabung jadi satu.

Talking about nostalgia, racikan Marvelous ini sudah pakem dan sepertinya emang ngga pernah bisa lekang oleh waktu. Story of Seasons: Friends of Mineral Town hadirkan semua yang kamu suka dari Harvest Moon: back to Nature. Dari waifu kayak Popuri, Karen, Elli, dan yang lain, hingga husbando seperti Cliff maupun Doc. Marvelous bahkan tambahkan berbagai karakter baru dan update ceritanya.

Permainannya masih seru dan familiar buat kamu yang mungkin kayak saya pernah memainkan Harvest Moon: Back to Nature sampe punya anak dan bisa jalan. Daya tarik nostalgia dan upgrade baik visual, konten, maupun cerita membuat game ini otomatis masuk jajaran terbaik 2020 versi saya pribadi

Terbaik 2: Yakuza: Like a Dragon / Yakuza 7

Yakuza Like A Dragon 36Yakuza jadi turn-based? Ryu ga Gotoku Studio sudah gila?!” mungkin itu yang dirasakan oleh para fansnya saat melihat keberadaan Yakuza 7 atau judul resmi berbahasa Inggrisnya, Yakuza: Like a Dragon. Tapi inovasi (atau kemunduran ya? Saya bilang sih inovasi) ini buat saya pribadi justru makin jatuh hati dengan gamenya.

Kita emang ngga lagi dihadapkan pada tokoh utama “manly” ala Kiryu, tapi seorang slengean, penuh imajinasi tinggi, dan tentu saja kuat secara fisik bernama Kasuga Ichiban. Settingnya juga jauh setelah kejadian di Yakuza 1-6 yakni pada tahun 2019-2020 sekitar tahun itulah.

Seperti biasa, daya tarik dari Yakuza adalah ceritanya. Hal yang juga tak dilupakan oleh Like a Dragon. Premisnya disajikan dengan sangat rapi. Kamu bakal merasakan kehidupan Ichiban saat menjadi anggota Yakuza hingga akhirnya harus keluar setelah dia menggantikan anak buah bosnya masuk penjara.

Setelah dia keluar dan tak diakui, dia harus mencari pekerjaan yang layak dan bertemu teman-teman baru dan tentunya menghadapi konflik baru yang hanya bisa diselesaikan dengan berantem. Ceritanya yang rapi dengan setiap intrik karakter yang ada bakal buatmu yang tadinya ngga peduli, jadi sangat sayang dengan karakter-karakternya.

Game ini otomatis menjadi salah satu game terbaik versi saya karena tak hanya ceritanya yang memang sangat keren dengan segala kebodohan yang sering membuat saya tertawa di setiap momennya. Namun mekanik RPG turn-based yang digabungkan dengan benda-benda dunia nyata yang sangat kreatif.

Tentu saja mereka takkan bisa mencapai ini semua tanpa bantuan tim dari Square-Enix yang telah berjasa besar membantu mereka. Ngga heran juga kalo mereka sisipkan easter egg Dragon Quest sebagai imajinasi Kasuga saat bertarung melawan musuh-musuhnya.

Terbaik 3: Neighbours Back from Hell

Neighbours Back From Hell CoverGame terbaik ketiga menurut saya pribadi selanjutnya adalah game mediocre Neighbours Back from Hell. Kalo kamu usianya setua saya dan lahir antara tahun 90-94-an, maka kamu bakal tau game ini kayak gimana serunya. Tapi kalo kamu masih muda, maka izinkan saya menceritakan masa keemasan saat saya masih muda dulu.

Sebelum cerita, enaknya saya jelasin lebih gamblang kayak gimana sih Neighbours Back from Hell itu. Game ini merupakan versi remaster dari game berjudul Neighbours From Hell dan Neighbours From Hell 2: On Vacation. Dulu, gamenya dibikin oleh JoWooD dan dipublish oleh THQ Nordic (sebelumnya namanya THQ doang).

Franchise Neighbours From Hell itu nyeritain Woody, tokoh utama gamenya yang terusik akan kedatangan tetangganya Mr. Rottweiler yang kurang ajar. Tetangganya itu selalu ngusik Woody yang akhirnya membuat dia punya ide buat balas dendam ngerjain dia.

Woody kemudian telpon stasiun TV untuk bikin acara “ngerjain tetangganya” sampe dia marah-marah gajelas. Di seri kedua gamenya, kamu ngga cuman ngerjain Mr. Rottweiler saja, tapi juga pacarnya bernama Olga yang tentunya lebih susah dari seri pertama.

Gameplaynya simple banget tapi tricky, dimana kamu harus nyari apapun dari rumah atau tempatmu beraksi yang bisa dimanfaatkan buat ngerjain mangsamu: Mr. Rottweiler dan pacarnya Olga.

Kegiatan kedua musuhmu ini biasanya rotasi dari A ke B ke C begitu seterusnya. Misalnya aja abis nonton TV dia ngambil bir, terus ngelus burung peliharaan, terus setrika, terus ngasih makan ikan, balik lagi nonton TV, dst. Kamu ngga boleh ketahuan mereka berdua kalo ternyata biang keroknya kamu. Kira-kira gameplaynya kurang lebih kayak video di bawah ini.

Kalo kamu berhasil ngerjain mereka sampe marah-marah, maka kamu berhasil dalam acara tersebut, sebaliknya kalo kamu ketahuan dan dipukulin, kamu kalah. Di seri orisinalnya, kalo kamu kalah maka acara berakhir, tapi di remaster developer berikan tiga nyawa untuk mencobanya lagi.

Sama kayak Story of Seasons, game ini ngga cuman jual nostalgia bagi yang pernah main, tapi juga jual keunikan yang ngga pernah ada di game modern saat ini. Saya berharap mereka melanjutkannya dengan ide yang lebih kreatif dan jokes modern di iterasi selanjutnya.

GOTY 2020 – Assassin’s Creed Valhalla

Saatnya kita pergi ke GOTY 2020 versi saya pribadi dan pemenangnya—ngga menang sih, tapi anggap saja begitu. GOTY 2020 versi saya jatuh pada Assassin’s Creed Valhalla yang meskipun yaah ngga dimasukin dalam banyak kategori dalam penghargaan, karena udah disikat sama beberapa game yang sebenernya ngga bisa satu level sama Valhalla.

Emang, game ini telah jatuh jauh ke perangkap RPG dan lebih kayak Witcher 3 tapi rasa Assassin’s Creed. Tapi Valhalla menjadi salah satu game yang miliki semua yang disuka soal RPG dengan storytelling yang lengkap dan padat berisi. Dunianya emang ngga sebesar dan seluas Odyssey yang jadi pendahulunya, tapi Ubisoft membungkusnya seperti lontong dalam balutan daun pisang, padet banget.

Assassin’s Creed Valhalla adalah sebuah “penebusan dosa” (cie elah bahasanya) Ubisoft bagi dua seri setelah Syndicate yang ya tentunya sempet tuai “kontroversi” konyol antara para fans yang cuman ikut-ikutan doang dan ngga ngerti ceritanya (lu ngikutin zamannya kagak sih? maen game kok aksi doang ga dibaca), akibat tidak adanya… hidden blade, pfft!

Di Valhalla, kamu akan bisa menikmati semua elemen yang sempet nongol di seri Assassin’s Creed. Dari mekanik stealth, action bacok-bacokan, hingga serangan jarak jauh, maupun peperangan yang lebih luwes. Semua entertainment atau hiburan juga dimasukin di sini, map yang padet sampe mungkin bakal bingung mau milih kegiatan yang mana. Player pecinta RPG bakal dimanjain banget sama fiturnya yang menurut saya pribadi lengkap dan memuaskan. Belum ceritanya yang punya flow fantastis. 60-80 jam kayaknya ga mungkin dapet platinum.


Sekian game terbaik 2020 dan GOTY pilihan saya. Mungkin kalian ada yang setuju sama saya, tapi saya yakin banyak yang engga karena ini sangat subyektif.

Sebenernya ngga mau nulis panjang-panjang buat artikel ini, tapi udah terlanjur panjang karena emang lagi pengen mengarang bebas yaudah sih. Ibarat pepatah: Nasi telah menjadi bubur, dan bubur telah menjadi kotoran yang dibuang dan disiram di comberan.

Udah, udah udah, sekarang saya tanya balik. Jadi, game apa yang menurut kalian secara pribadi masuk dalam kategori terbaik tahun 2020? Dan menurut kalian, tahun ini siapa yang pantas masuk jadi GOTY?

Seperti biasa, kalian bisa ngasih pendapat lewat disqus di bawah atau mungkin di komentar pas artikel ini dibagiin di Facebook.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor. Japanese related video games articles. I have no friends. Contact him at [email protected] or click one of his social media accounts below.