Game Transfer Phenomena, Gejala “Halusinasi Gamer” yang Kerap Tak Kita Sadari

in

Apa itu GTP atau Game Transfer Phenomena

Pernahkah kalian merasa musik game yang masih terngiang-ngiang dalam telinga meski game sudah dimatikan ? melihat health bar seseorang didunia nyata? atau bahkan melihat objek visual dari elemen suatu game di dunia nyata ? Jika iya mungkin kalian sedang mengalami fenomena Game Transfer atau Game Transfer Phenomena. Istilah GTP kali pertama ditemukan oleh seorang ilmuan Inggris tahun 2010 bernama Angelica B. Ortiz de Gortari yang melakukan interview terhadap 42 gamer berat di Swedia. Hingga pada tahun 2015 ia kembali melakukan penelitian namun dengan sekala lebih besar, dimana ditemukan pada kurang lebih 2,000 gamer lebih dari 90% mengaku pernah mengalami gejala GTP.

Gambaran dari Tetris Effect

Dahulu istilah serupa juga sempat disebutkan oleh website Wired pada tahun 94′, dimana headline artikel tersebut menyebutkan sebuah fenomena yang disebut “Tetris Effect”. Sama seperti GTP, Tetris Effect mengambil namanya berdasarkan gangguan yang dialami orang pasca memainkan game tetris. Dimana banyak orang mengaku terbayang-bayang melihat bentuk suatu bangunan akan pas jika ditumpuk bentuk bangunan lain.

Kembali ke penelitian GTP, salah satu koresponden penelitian milik Angelica tahun 2010, juga menjabarkan apa yang dialami oleh orang yang mengalami GTP.

“Dulu waktu gw masih jadi pemain hardcore WoW (World of Warcraft)…. waktu adrenalin gw terpompa. Gw mulai melihat health bar diatas kepala orang-orang (saat didunia nyata)” Charlie, 17 umur 17 tahun.

Penyebab Terjadinya Game Transfer Phenomena

Perhatikan waktumu

Penyebab kuat terjadinya fenomena ini sering terjadi akibat banyaknya waktu yang kamu habiskan untuk bermain game, hingga intensitas bermain yang terbilang sering. Seringnya menjalankan misi yang repetitif ataupun grinding secara berlebihan juga dapat memicu hal ini untuk terjadi.

Gejala Game Transfer Phenomena

Fenomena ini sendiri uniknya memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung game yang dimainkan oleh masing-masing gamer. Namun ini adalah beberapa gejala yang diakui para gamer.

1. Merasa ada Mini-map saat mencari alamat seseorang

2. Musik yang terus terngiang-ngiang seharian meski game sudah dimatikan

3. Terbayang-bayang game tersebut ketika menutup mata untuk tidur

4. Melihat Health Bar diatas kepala orang lain

5. Merasa dunia seperti dalam GTA series

6. Bermimpi mengalami game tersebut, atau menjadi karakter dalam game

7. Percaya bahwa apa yang dalam game tersebut nyata

8. Indra perasa merasakan suasana dalam game

9. Sulit membedakan lagi mana game dan mana dunia nyata

Kasus Ekstrim yang Mungkin Berhubungan

The Devin Moore GTA Murders | Today In Video Game History (June 7th)

On June 7th, 2003, Devin Moore killed two police officers and an emergency dispatcher. When captured he said "Life is a video game. Everybody's got to die sometime." It sparked a wave of controversy over the Grand Theft Auto games.

Posted by The Gaming Historian on Thursday, 7 June 2018

Meski secara penilitan sudah jelas bahwa tak ada korelasi antara sifat agresif atau kekerasan yang diakibatkan dalam bermain video game. Namun beberapa kasus bisa memperlihatkan bagaimana jika fenomena menjurus kearah ekstrim jika tidak dipahami sejak dini. Seperti seorang laki-laki bernama Zachery Burgess, yang ternyata tidak bisa membedakan mana dunia nyata dengan game, dimana dirinya mencuri sebuah pick up dan berkendara secara ugal-ugalan karena penasaran apakah semenyenangkan seperti didalam game.

Kasus ekstrim lagi yang cukup melegendaris dilakukan oleh seorang remaja berumur 16 tahun beranama Devin Moore, yang menembak mati 2 petugas kepolisian dan melarikan diri menggunakan mobil patroli, namun tertangkap, semata-mata karena terinspirasi dengan game GTA. Saat di interogasi dirinya justru melontarkan kata-kata yang cukup gila yaitu “Life is a video game. Everybody’s got to die sometime” yang membuktikan dirinya gagal membedakan mana dunia nyata dengan video game.

Penyembuhan atau Tips Mengurangi

Karena penelitian mengenai Game Transfer Phenomena masih berkutat kepada pengalaman yang dialami gamer, membuat fenomena ini belum dianggap sebagai sebuah penyakit ataupun gangguan medis. Belum ada penanganan secara serius ataupun obat tertentu untuk menyembuhkan gejala ini.

Namun tetap ada tips untuk setidaknya mengurangi gejala dari fenomena ini. Berdasarkan tips yang kami himpun dari pengalaman beberapa game kami menemukan bahwa yang paling utama adalah berhentilah atau kurangilah waktu yang kalian habiskan untuk game tersebut. Fenomena ini rentan terjadi kepada gamer yang menghabiskan waktu 4-6 jam lebih memainkan game tersebut. Meluangkan waktu senggang untuk keluar dan merasakan dunia nyata juga akan sangat membantu. Hindari melakukan misi yang amat sangat repititif atau grinding, karena kalian akan terus terbayang-bayang karena harus terus berhadapan dengan sebuah pola yang repetitif.

Namun jika kalian sampai terganggu atau mengalami kesulitan tidur, sulit membedakan dunia nyata, sangat disarankan kalian menemui dokter atau orang yang ahli dibidangnnya.

So untuk kalian yang pernah atau masih merasakan hal-hal seperti kepikiran game terus-terusan jangan takut karena memang hal tersebut merupakan sebuah fenomena yang kerap ditemui oleh seorang gamers. Pahami gejalanya dan lakukan langkah yang tepat ya brott.

Source: Game Transfer Phenomena

Kusuma Aji

Written by Kusuma Aji

Gamebrott most notorious and toxic person